Manusia
diciptakan dengan penuh kesempurnaan. Walaupun perlu juga kita sadari, bahwa
tidak ada makhluk yang sempurna, namun manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan
yang paling baik diantara yang lain. Kesempurnaan itu tergambar dari bentuk
fisik, wajah yang sempurna, serta ditambah dengan akal yang membuat manusia
semakin berwibawa.
Golongan
manusia merupakan golongan yang paling dimuliakan di antara golongan yang lain,
dapat di lihat dari tugas manusia sendiri yang diberikan kepercayaan untuk
menjadi khalifah (pemimpin) di bumi yang Tuhan ciptakan. Ini merupakan amanah
yang mulia dan hanya manusia yang berhak melakukannya.
Kewibawaan
manusia semakin bertambah dengan akal yang Tuhan berikan. Akal senantiasa
membantu manusia untuk terus berkembang dan meningkatkan potensi diri. Salah
satu bentuk nyata dari kesempurnaan akal manusia adalah datangnya zaman modern
seperti saat ini. Adanya alat komunikasi, sehingga manusia semakin mudah
berkomunikasi, adanya kendaraan (motor, mobil, pesawat, kereta api) sehingga
manusia semakin cepat untuk bepergian, merupakan bentuk manifestasi dari
hebatnya akal manusia.
Dengan
begitu, penting bagi kita sebagai manusia untuk mensyukuri semua yang telah ada
pada diri kita, termasuk akal. Sebagai manusia yang bersyukur, menjaga dan
menggunakan akal dengan baik merupakan salah satu bentuk wujud syukur kita
kepada yang maha Esa.
Selalu
melatih akal, dengan terus berkarya, merupakan bentuk penggunaan yang baik
untuk akal kita, agar berguna untuk sesama makhluk Tuhan. Selalu meningkatkan
kecerdasan intelektual, juga merupakan bentuk penjagaan yang baik untuk akal
kita, agar terhindar dari jahiliyah (kebodohan).
Berkarya,
berarti kita perduli terhadap kehidupan. Tanpa adanya karya dari manusia, tentu
kehidupan ini tidak akan bisa berlangsung dengan baik seperti saat ini. Karena
berkarya itu untuk kehidupan. Semua yang kita nikmati saat ini, tidak lain
adalah hasil karya dari manusia.
Semangat
berkarya, berarti dia bersemangat membangun kehidupan. Karya bisa dikatakan
sebagai pondasi yang kuat untuk kehidupan yang maju dan modern. Tanpa adanya
karya dan inovasi, kehidupan manusia bisa jadi akan stagnan dan tanpa
perkembangan.
Jika
kita sadar, bahwa kita sebagai manusia diberikan akal yang sempurna, maka kita
harus berkarya. Manusia harus terus berkarya dan berinovasi, walaupun karya itu
sepele dan sederhana. Sesederhanapun karya dari manusia, yakinlah, bahwa itu
jauh lebih baik dibandingkan mereka yang tidak mau mencoba untuk berkarya,
bahkan mungkin apatis terhadap karya.
Dengan
berkarya, kita berbuat untuk kehidupan. Bukan hanya kehidupan kita pribadi,
namun karya yang kita buat, dapat memberikan manfaat bagi kehidupan banyak
manusia. Yakinlah, bahwa kita mampu berkarya, bangunlah optimisme dalam diri
kita, bahwa setiap karya tidak ada yang sia-sia. Semua akan bermanfaat jika
tuhan sudah menetapkan waktunya.
Namun,
yang menjadi masalah pada diri manusia, terkadang ada yang mereka itu masih
takut untuk berkarya. Bukan lantaran dia tidak bisa, namun karena takut karyanya
tidak bagus, takut akan karya yang dibuatnya mendapat kritikan dari orang lain,
serta pesimis, dan merasa bahwa karyanya belum pantas untuk dipublikasikan.
Ada
juga, manusia yang dia justru meragukan karya hasil olah pikirnya sendiri. Hal
demikian, menurut penulis sesuatu hal yang justru dapat menghambat karyanya
sendiri. Kapan karya seseorang bisa menjadi maju dan bermanfaat, kalau yang
berkarya saja masih ragu dengan karyanya, dan takut akan kritikan.
Rasa
optimis itu perlu ada dalam diri setiap manusia, dalam melakukan segala hal,
termasuk dalam hal berkarya. Semua yang menjadi orientasi kita dalam kehidupan
ini harus kita jalankan dengan penuh keyakinan. Karena keyakinan atau
optimisme, itu bisa mensugesti diri kita dan dapat membantu kondisi psikis
kita, sehingganya dalam menjalani sesuatu, kita penuh dengan keyakinan menuju
sebuah keberhasilan.
Kita
harus bangun keyakinan, bahwa apa yang kita perbuat, apa karya kita, itu hasil
dari akal kita yang sempurna. Akal yang diberikan Tuhan kepada kita. Jadi,
apapun karya yang berasal dari akal kita, itu juga berasal dari Tuhan, karena
akal itu milik Tuhan, yang dianugerahkan untuk kita.
Jika
kita ragu dengan karya yang dihasilkan dari akal kita, berarti kita juga ragu
dengan kesempurnaan akal yang Tuhan berikan kepada kita. Kita meragukan ciptaan
Tuhan yang berupa akal tersebut. Dan itu hal yang tidak baik serta dilarang
terutama dalam ajaran agama.
Tidak
ada yag sia-sia, apapun yang Tuhan ciptakan. Dan baguslah setiap apa yang
dihasilkan dari apa yang menjadi ciptaannya. Untuk itu, berkaryalah dengan
penuh keyakinan, dan doronglah dengan rasa kemauan, guna mensyukuri dengan cara
menikmati apa yang Tuhan berikan kepada kita selaku hambanya.
Dengan
berkarya, berarti kita sudah memiliki niatan baik dalam hidup ini. Serta kita
harus yakin, bahwa sesuatu yang baik pasti akan mendapat pertolongan dari
Tuhan. Tuhan tidak mungkin membiarkan kebaikan itu tidak muncul kepermukaan.
Suatu saat niat baik yang kita lakukan, yaitu dengan berkarya, pasti akan ada
timbal balik yang positif untuk kita
Jangan
pernah lelah untuk berkarya, karena Tuhan
juga pasti selalu mengawasi kita. Tidak ada yang sia-sia dari karya yang
kita ciptakan. Percayalah bahwa Tuhan selalu menghargai karya kita, semua itu
Tuhan tunjukkan dengan kesuksesan yang kita peroleh dari berkarya.
Jangan
ragu untuk berkarya, karena manusia tanpa karya, berarti seperti tanaman tanpa
buah. Dia ada, dia hidup, dan dia berdiri. Namun sayang, tidak ada buah yang
bisa dibagikan untuk sesama makhluk Tuhan. Kita harus menjadi tanaman yang
berbuah, memberikan manfaat untuk sesama makhluk tuhan. Dia bisa menikmati buah
kita, disaat lapar, ataupun haus. Hidup bukan soal apa yang kita cari, tapi
hidup soal apa manfaat yang kita beri.
Penulis: Wepo (Mahasiswa IAIN Metro)