Bersiap Menjalani Penempaan Diri (2)

bg dashboard HD

metrouniv.ac.id – 04/04/2022 _02 Ramadhan 1443 H

Dr. Siti Nurjanah, M.Ag. (Rektor IAIN Metro Lampung)

Sama seperti tahun tahun sebelumnya hari kedua di bulan puasa Ramadhan menjadi rutinitas yang dilaksanakan oleh setiap muslim di dunia. Meski sudah dilaksanakan setiap tahun, namun tetap saja perlu latihan untuk membiasakan diri menjalaninya. Setelah lewat hari pertama yang sangat mendebarkan, karena kebiasaan baru harus dilalui yakni dipaksa harus menghentikan kebiasaan selama sebelas bulan dengan bebas melakukan makan, minum dan hal hal lain yang dilarang selama bulan Ramadhan.

Masih belum bisa membuat hati tenang, karena godaan datang silih berganti. Jika siang sudah datang maka rasa haus dan lapar sudah mulai mendera. Disinilah seseorang diuji kekuatan iman dan amin nya, apakah bisa menjaga diri atau justru terlena dengan buaian nafsu angkara murka. Gejolak hati antara mengikuti aturan puasa atau mengikuti kehendak nafsu sangat terasa sekali. Apalagi menjelang waktu sore, semakin mendera rasa lapar dan haus, perut mulai berbunyi menanti jatahnya datang. Lalu apa yang kita lakukan?

Begitulah suasana hati dan rasa di hari kedua setiap bulan puasa tiba. Maka banyak hal yang harus kita persiapkan dalam menjalani penempaan diri di bulan Ramadhan karim ini. Hal ini sudah diingatkan melalui sabda Rasulullah SAW agar kita bersiap menyambut bulan Ramadhan ini dengan sepenuh hati. Yakni setelah mempersiapkan diri pada dua bulan sebelumnya, bulan Rajab dan Sya’ban dengan menjalankan ibadah yang telah ditetapkan agar siap jika berjumpa dengan Ramadhan karim.

Bulan Ramadhan ini adalah tamu agung yang harus kita mulyakan layaknya ketika kita kedatangan tamu senyatanya. Tamu harus kita hormati, kita berikan jamuan yang maksimal dan pelayanan ekstra dengan memberikan senyum, sapa yang ramah dan menyenangkan, agar tamu kita merasa nyaman di rumah kita.  Begitu juga bulan Ramadhan adalah bulan mulia yang datang menghampiri kita, maka harus kita sambut dengan suka cita dan persiapan mental yang maksimal, karena tidak semua orang bisa merasakannya. Mengapa demikian? Jelas sekali jawabannya, seperti si fulan misalnya yang sudah bersiap menyambut bulan Ramadhan, namun Allah memanggilnya menghadap kepadaNya. Sirnalah harapannya untuk bisa bertemu dengan Ramadhan untuk selama-lamanya, karena waktunya di dunia sudah usai, tinggal memetik buahnya sesuai amal perbuatannya semasa hidup di dunia.

Semoga hari kedua ini kita lulus menjalaninya dengan senantiasa menjaga hati, lisan dan penglihatan kita agar terhindar dari perbuatan dosa yang menghalangi nilai puasa kita atau bahkan bisa membatalkan puasa kita. Mari kita perbanyak dzikir kepada Allah dengan senantiasa mesyukuri nikmatNya, menjalani aktifitas dengan ikhlas berharap ridhoNya sampai selesai waktu puasa hari kedua. Sebagai modal kita untuk menjalani hari berikutnya dengan lebih baik lagi.  Perjalan panjang masih harus kita lalui, harus siap, semangat dan penuh optimis untuk sukses menjalani kehidupan.

 

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.