metrouniv.ac.id – 05/04/2022 _02 Ramadhan 1443 H
Dr. Siti Nurjanah, M.Ag. (Rektor IAIN Metro Lampung)
Tuntas sudah perjalanan penenmpaan diri di hari kedua kemarin. Dengan berbagai hasil yang beragam yang telah kita laksanakan. Ternyata puasa tidak menyurutkan semangat kita untuk terus berkarya untuk negeri. Bagi para pekerja kantoran, maka mereka akan fokus kepada tugas-tugas mulia yang mejadi tanggungjawabnya. Bagi pedagang, maka mereka akan fokus berniaga menjajakan dagangannya dengan harapan maksimal mendapatkan keuntungan. Bagi petani, juga mereka akan fokus mengolah lahan pertaniannya dengan berharap hasil panenan yang melimpah pada waktunya. Bagi pasukan Angkatan bersenjata, maka mereka akan fokus bertugas membela tanah air, berjuang demi bangsa dan negara. Begitulah rotasi kehidupan di dunia ini. Allah SWT sudah memberikan plot masing-masing sesuai kompetensi yang telah diberikan.
Hari ini kita memasuki hari ketiga puasa di bulan Ramadhan 1443 H. Oleh sebab itu sudah sepatutnya kita bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan kepada kita, dengan memantaskan diri di gelanggang kehidupan sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Sibuklah dengan memperbaiki kekurangan-kekurangan diri sendiri, bukan sibuk mencari-cari kekurangan orang lain. Semua Allah sudah berikan jatah rezeki yang tidak akan tertukar. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur an Surat Hud : 5, dengan terjemahnya : “Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi ini melainkan semuanya dijamin Allah SWT rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannnya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)”
Ayat tersebut memberikan pemahaman bahwa, tidak ada satupun makhluk bergerak dan bernyawa, yang melata, merayap atau berjalan di muka bumi ini melainkan semuanya telah dijamin Allah rezekinya. Semua mahkluk itu diberi naluri dan kemampuan untuk mencari rezeki sesuai dengan firtah kejadiannya. Dia mengetahui tempat kediamannya Ketika hidup di dunia dan mengetahui pula tempat penyimpanannya setelah mati. Semua itu sudah tertulis dan diatur serapi-rapinya dalam Kitab yang Nyata, yaitu Lauh Mahfudz, perihal perencanaan dan pelaksanaan dari seluruh ciptaan Allah secara menyeluruh dan sempurna ( Tafsir singkat dalam Al Quran Online, diambil pada, 5 April 2022, 08.56)
Selanjutnya rezeki merupakan ketetapan dari Allah SWT. Sebagaimana diriwayatkan oelh Imam Muslim dari ‘Abdullah bin ‘Amr Al Ash, “Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi” (HR. Muslim no. 2653).
Konteks ayat dan hadis di atas ketika dikaitkan dengan proses penempaan diri di hari ketiga bulan Ramadhan saat ini adalah betapa Allah sudah menyiapkan rezeki yang tidak pernah diduga-duga oleh semua makhluk tidak terkecuali manusia yang diberikan kelebihan berupa akal sehat uuntuk terus berfikir akan ciptaan-ciptaan Allah SWT. Adalah dengan senantiasa memperkuat Iman dan taqwa kepadaNya , menjalankan semua perintahNya dan menjauhi laranganNya, apalagi di bulan Ramadhan ini. Betapapun kekuatan yang kita miliki, tetaplah berharap kekuatan hanya kepada Allah SWT Yang Maha Kuat dan Maha Dahsyat. Melakukan kegiatan-kegiatan positif yang mendukung kinerja menjadi penting dan lebih baik, sebagai kesibukan diri yang dapat meberikan manfaat kepada orang lain, sebagai ukuran keberhasilan diri dan semangat yang luar biasa. Karena semangat kerja adalah sebagai keinginan dan kesungguhan seseorang mengerjakan pekerjaan dengan baik serta berdisiplin untuk mencapai prestasi kerja yang maksimal (Hasibuan, 2001). Semangat kerja adalah kemauan dan kesediaan perasaan yang memungkinkan seseorang bekerja untuk menghasilkan sesuatu yang lebih banyak dan lebih baik (Hariyanti, 2005).
Beberapa pemahaman tentang semangat kerja di atas menggambarkan bahwa, di saat kita terbiasa menyibukkan diri dengan kerja positif sesuai kompetensi dan tuags yang menjadi tanggung jawab kita adalah sebuah semangat kerja yang luar biasa dalam menujudkan kemauan, keinginan, gairah, antusias karyawan atau kelompok untuk bekerja sama, melakukan dan menyelesaikan pekerjaan secara lebih cepat, lebih baik dan maksimal disertai dengan tanggung jawab, disiplin, perasaan gembira, banggga, setia, dan taat pada kewajiban yang harus dilaksanakan, dan sudah barang tentu berdampak pada hak-hak yang akan diterima. Terus semangat memperbaiki diri dengan berharap ridho dan pertolongan dari Allah SWT.
Oleh sebab itu, mari kita sibukkan diri kita untuk senantiasa memperbaiki ibadah kita di bulan Ramadhan ini yang sudah kita mulai di hari pertama sampai hari ketiga ini dan seterusnya agar senantiasa terjaga kesalehan spiritual yang dibarengi dengan kesalehan sosial yang mengiringinya. Hari ketiga ini tentunya harus sudah mulai menunjukkan peningkatan frekuensi ibadah kita. Ibadah baik dalam arti luas, yakni menjalankan tugas kita sebagai hamba Allah di muka bumi ini dalam berbagai frekuensi tugas sesuai kompetensi yang dimiliki, maupun ibadah secara khusus yang terkait dengan ritual pelaksanaan puasa secara system. Rezeki yang telah disiapkan untuk kita dapat kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk mengiringi kegiatan ibadah kita. Bersyukur atas nikmat agar tidak kufur, berkarya dengan sepenuh hati agar meningkat kompetensi diri. Taat kepada Allah dan RasulNya menjadi pondasi penting dalam kehidupan, juga taat kepada pimpinan tempat kita hidup, tempat kita bekerja jangan diabaikan. Ini adalah kunci kebahagiaan duniawi dan ukhrawi. Semoga kita lulus menjalankan ibadah puasa di hari ketiga ini sehingga menjadi modal kuat untuk menjalankan puasa di hari esok semoga lebih baik lagi. Aamiin Ya Mujibassailin.