BORANG YANG TERLUPAKAN

IMG-20250626-WA0008

Oleh:

Wahyu Abdul Jafar, M.H.I

 

Di tengah hiruk-pikuk upaya peningkatan akreditasi perguruan tinggi, ada satu aspek yang kerap luput dari perhatian pimpinan kampus, yaitu borang jurnal. Selama ini, perhatian—baik berupa dukungan finansial maupun nonfinansial—lebih sering tercurah pada borang program studi dan borang institusi. Padahal, posisi borang jurnal tidak kalah strategis dalam menunjang citra akademik dan reputasi kampus di tingkat nasional maupun internasional.

Jurnal ilmiah adalah wajah intelektual sebuah kampus. Melalui jurnal, kontribusi nyata sivitas akademika dipublikasikan, diuji, dan diakui oleh komunitas ilmiah global. Namun sayangnya, pengelolaan jurnal sering kali dipandang sebelah mata. Di saat program studi dan institusi sibuk dipoles demi akreditasi, para pengelola jurnal harus berjuang sendirian menghadapi tantangan teknis, administratif, hingga persoalan pendanaan.

Perjalanan sebuah jurnal untuk meraih akreditasi bergengsi seperti Sinta 1 atau bahkan Scopus bukan perkara mudah. Itu adalah perjuangan panjang, melelahkan, dan kerap memakan waktu pribadi bahkan waktu bersama keluarga. Tak terhitung berapa malam yang dihabiskan tim pengelola jurnal untuk menyempurnakan sistem OJS (Open Journal System), memperbaiki tata kelola editorial, meningkatkan mutu artikel, hingga menjaga konsistensi terbitan. Semua itu dilakukan demi memenuhi berbagai persyaratan yang sangat ketat.

Untuk mencapai indeksasi Scopus, misalnya, sebuah jurnal harus lolos 16 kategori penilaian yang mencakup kualitas editorial, standar etika publikasi, kehadiran dewan penyunting internasional, konsistensi penerbitan, hingga keberagaman penulis dari berbagai negara. Sementara di tingkat nasional, Arjuna (Akreditasi Jurnal Nasional) pun memberlakukan standar yang tak kalah ketat, terutama untuk jurnal yang ingin masuk peringkat Sinta 1. Setiap aspek, mulai dari manajemen jurnal, mutu substansi artikel, hingga keterlibatan penulis dan penyunting dari luar institusi, diaudit dengan detail.

Yang sering dilupakan adalah, kesuksesan borang jurnal tidak hanya menguntungkan institusi, tetapi juga membawa manfaat besar bagi dosen secara pribadi. Jurnal yang telah terakreditasi Sinta 1 atau bahkan terindeks Scopus membuka peluang besar untuk membangun jaringan akademik, termasuk melalui program pertukaran penulis (author exchange) dan kerja sama lintas institusi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Hal ini tentu berdampak langsung pada rekam jejak akademik dosen, peningkatan sitasi, serta peluang terlibat dalam kolaborasi riset global.

Oleh karena itu, sudah saatnya borang jurnal mendapatkan perhatian dan dukungan yang lebih baik, tidak hanya dari pimpinan kampus, tetapi juga dari seluruh dosen. Kesuksesan pengelolaan jurnal bukan sekadar kerja tim kecil pengelola, melainkan tanggung jawab bersama seluruh komunitas akademik. Tanpa dukungan yang kuat dan kesadaran kolektif, sulit rasanya sebuah jurnal bisa bersaing di level nasional, apalagi global.

Penguatan borang jurnal adalah investasi nyata untuk masa depan kampus dan karier akademik dosen. Jangan biarkan borang jurnal terus menjadi borang yang terlupakan, sementara kita terus bermimpi besar atas nama institusi. Kini saatnya kita memandang pengelolaan jurnal sebagai bagian integral dari strategi besar menuju kampus berkelas dunia.

(Tulisan ini adalah catatan dari rekan rekan yang berjuang di jurnal, sebagai  refleksi bagi semua)

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.