DISCIPLINE SHALL SET YOU FREE

bg dashboard HD

metrouniv.ac.id – 07/01/2024 – 25 Jumadil Akhir 1445 H

Prof. Dr. Dedi Irwansyah, M.Hum. (Wakil Dekan 3 FUAD

/Pengajar Bahasa Inggris di IAIN Metro)

Ini sebuah cerita fiktif. Tentang dua petani yang bertetangga. Yang memiliki anak-anak lelaki seusia. Yang masing-masing punya sepetak sawah yang cukup jauh dari rumah. Sawah keduanya pun bersebelahan. Di musim libur sekolah, petani satu menyuruh anaknya pergi ke sawah nyaris setiap hari. Berangkat sebelum matahari terbit, dan pulang sesaat sebelum mentari  tenggelam. Petani dua tidak seketat petani satu. Dia menyuruh anaknya ke sawah di waktu-waktu tertentu saja. Terutama di saat  ada yang perlu diurus atau dikerjakan. Saat panen tiba, kedua petani beroleh hasil yang kurang lebih sama. Karena itu, petani dua bertanya kepada petani satu, “Beritahu aku, kenapa engkau menyuruh anakmu ke sawah hampir setiap hari? Bukankah hasil panen kita tidak jauh berbeda?” Penuh senyum, petani satu menjawab, “Betul sahabatku. Hasil panen padi kita bisa dibilang sama. Tapi sebenarnya, aku sedang mendisiplinkan anakku dengan pergi ke sawah hampir setiap hari. Aku berharap kelak ia akan paham hakikat kedisiplinan. Bahwa kedisiplinan adalah jembatan menuju kebebasan. Dan bahwa ketidakdisiplinan adalah akar penyesalan.”

Kedisiplinan, menurut satu tradisi, adalah kebebasan. Dengan kedisiplinan, orang yang tadinya bodoh, akan terbebas dari kebodohannya;  mereka yang terlahir miskin, akan terbebas dari pasung kemiskinannya; dan mereka yang memulai karir dari bawah  akan berpeluang mencapai posisi teratas. Kedisiplinan adalah sayap yang telah digunakan banyak orang untuk meraih kebebasan. Discipline shall set you free! Kedisiplinan akan membebaskan manusia dari tirani kebodohan dan dan jerat  kemiskinan, sehingga akhirnya bisa mencapai kemerdekaan aktualiasi-diri. Pendek kata, tidak ada kebebasan bagi yang tidak mendisplinkan diri,

Ketidakdisiplinan, sebaliknya,  adalah akar penyesalan. Menurut sebuah tradisi lainnya:  ijhad wa laa taksal wa laa taku ghaafilan! Manusia dianjurkan untuk bekerja tekun, fokus, dan metodologis. Fa nadaamatul ‘uqbaa liman yatakaasalu.  Karena mereka yang lalai, malas, dan tidak sungguh-sungguh, cenderung akan menuai penyesalan. Sesal kemudian itu pahit. Tetapi lebih pahit bila tidak pernah menyesali kelengahan dan kelalaian masa lampau. Better late than never. Penyesalan selalu datang belakangan. Though, sesal kemudian masih lebih baik daripada tidak sama sekali.

Dari lantai atas sebuah perusahaan multinasional, seorang CEO (chief executive officer), pemilik posisi tertinggi di perusahaan itu, mengenang masa kecilnya (childhood). Terutama, masa-masa ia berjalan jauh ke sawah setiap hari. Lalu, sang CEO mengetik pesan WA untuk ayahnya: “Ayah tercinta. Terima kasih telah mendisiplinkan aku melalui ragam cara. Satu yang ingin aku sampaikan: perjalanan ke sawah waktu itu tidak pernah mudah bagiku. Pada masa-masa itu,  ada banyak protes yang tidak aku suarakan; ada segunung cemburu (jealousy)–kepada anak-anak seusiaku–yang tidak  aku utarakan; ada setangkup lelah yang tidak pernah aku dramatisir; dan ada getir yang aku pendam dalam-dalam. Namun terima kasih untuk itu semua. Kini aku mengerti bahwa discipline makes today harder, but tomorrow easier.  Bahwa kedisiplinan membuat masa kecilku waktu itu terasa berat dilalui. Bahwa kedisiplinan yang sama,  telah membuat kehidupanku hari ini menjadi lebih mudah. Kedisiplinan yang kau tanamkan, nyatanya telah membebaskan anakmu dari banyak belenggu. Discipline has set me free. ”

Tidak berselang lama, CEO kita menerima balasan dari sang Ayah. “Anakku terkasih. Kedisiplinan lebih mudah dibicarakan daripada dilakukan. Easier said than done. Hingga detik ini, Ayah masih meyakini satu prinsip: kedisiplinan mesti mengikuti filosofi do it first and learn second. Ia sebaiknya dilakukan dulu baru dituliskan. Dipraktikan dulu sebelum direfleksikan. Diamalkan dulu qobla disyiarkan. Ayah bahagia engkau melakukannya dengan benar. I’m so proud of you.

 

 

Wallahu a’lam.

Posting : ss_humas

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.