Gerakan Mahasiswa Sampah

47Lukman-Hakim-2

Sampah merupakan
hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia, selama kehidupan manusia
masih berlangsung maka sampah akan selalu diproduksi. Fakta permasalahan sampahselalu
mendengung di telinga seperti pencemaran lingkungan, kontaminasi air, gangguan
pernafasan akibat udara yang tercemar dan sederet masalah lain karena sampah
luput dari perhatian.

Kementerian
Lingkungan Hidup mencatat tahun 2012 rata-rata setiap orang di Indonesia
menghasilkan dua kilo gram sampah setiap hari.Jika penduduk Indonesia berjumlah
250 juta jiwa, maka setiap hari manusia Indonesia akan menghasilkan sampah
sebanyak 500 ribu ton. Bayangkan berapa banyak sampah yang akan di hasilkan
orang Indonesia dalam kurun satu minggu, satu bulan, satu tahun atau beberapa
tahun mendatang. Indonesia bisa jadi lautan sampah jika pengelolaan sampah
tidak di lakukan dengan baik.

Undang-undang
nomor 18 Tahun 2008 mengamanatkan kepada masyarakat Indonesia agar turut aktif
dalam mengurangi, menggunakan dan mendaur ulang sampah. Dengan prinsip 3 R (reduse,
reuse, dan recycle) harapannya masyarakat tidak hanya
mengumpulkan sampah lalu dijual langsung ke pengepul. Tetapi ada sentuhan
kreatifitas sehingga sampah memiliki nilai estetika lebih dan akan berimbas
pada meningkatnya nilai ekonomi sampah.

Hadirnya bank
sampah menjadi berita gembira bagi masyarakat Indonesia karena bisa mengurangi kuantitas
sampah yang akan menimbulkan permaslahan bagi masyarakat. Selain meringankan
kerja Dinas Kebersihan, kehadiran bank sampah juga memperpendek siklus sampah sebelum
sampai di tempat pembuangan akhir (TPA).

Kementerian
Lingkungan Hidup mencatat pada tahun 2012  terdapat 1.195 bank sampah yang tersebar di 55
kota seluruh Indonesia.Ini merupakan momentum yang baik untuk membangun
kesadaran kolektif dalam usaha menjaga lingkungan dari berseraknya sampah.

Bank sampah
sebagai lembaga yang concern terhadap pengelolaan sampah, harus dibangun
dengan semangat yang tidak hanya berorientasi pada profit. Tetapi lebih pada
proses edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan, bijak dalam penggunaan
air dan ramah terhadap lingkungan dengan memanfaatkan sampah yang telah
dihasilkan. Dengan demikian, walaupun bank sampah tidak menjanjikan profit yang
melimpah tetapi karena dibangun dengan semangat kepedulian maka gerakan bank
sampah akan bisa ditularkan kepada masyarakat yang lain.

Banyak inovasi Program
yang ditawarkan oleh pegiat bank sampah, seperti bayar listrik dengan sampah, beli
pulsa dengan sampah atau tabungan sekolah untuk mempersiapkan biaya pendidikan.
Program dalam suatau bank sampah bisa disesuaikan dengan kondisi masyarakat
dimana bank sampah itu berada. Inovasi program bank sampah dibuat agar
masyarakat tertarik dan peduli dengan sampah agar masalah sampah dapat
berkurang.

Dalam pengolahan
sampah, pegiat bank sampah juga tidak hanya melakukan prinsip 3 R,tetapi juga
melakukan inovasi pengolahan sampah menjadi barang yang memiliki nilai ekonomi
lebih tinggi yang dikenal dengan istilah up-cycling.Upaya up-cycling bisa
dilakukan dengan memberikan pelatihan atau memberikan kebebasan kepada
masyarakat dalam mengembangkan kreativitas.

Jika tahun 2014
pemerintah DKI Jakarta harus menyisihkan dana APBD untuk pengelolaan sampah
sebesar 1,2 triliun rupiah, maka bayangkan berapa biaya yang bisa dihemat jika
bank sampah banyak direplikasi di Jakarta.

Sampah
Mari Bersihkan, Sebuah Gerakan Mahasiswa

Munculnya bank
sampah Cangkir Hijau di Kota Metro merupakan inisiasi dari sekelompok pemuda
yang prihatin dengan permasalahan sampah kota. Mereka hidup di kota, mencari
makan di sana tetapi kebanyakan dari penghuni kota absen untuk memikirkan
kebersihan dan kenyamana kota yang merupakan rumah bersama para penghuninya.

Semangat
membangun kota dengan mendirikan bank sampah adalah salah satu wujud kepedulian
dan tanggung jawab yang harus di replikasi dibanyak tempat. Pelibatan warga
dalam pengelolaan bank sampah harus terus diupayakan karena jika kesadaran
kolektif masyarakat telah terbentuk maka replikasi gerakan bank sampah akan
mudah dilakukan.

Selain itu,
mahasiswa sebagai agent of change harus turut aktif melibatkan diri
sebagai perwujudan dari salah satu Tri Dharma perguruan tinggi yaitu pengabdian
kepada masyarakat. Mahasiswa harus membuktikan bahwa dirinya bukan produk dari
perguruan tinggi dengan stereotipe  menara gading yang semakin jauh dari
masyarakat. Tetapi mahasiswa adalah problem solving dalam suatu kelompok
masyarakat.

Sekelompok mahasiswa
STAIN Jurai Siwo Metro Lampung kemudian membuat komunitas yang diberi nama
Relawan Samber (sampah mari bersihkan). Komunitas ini mengajak kepada mahasiswa
dan masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya seperti gerakan pungut
sampah (GPS) yang dilakukan oleh Gubernur Bengkulu Junaidi
Hamsyah dan Walikota Bandung Ridwan Kamil.    

Relawan Samber
merupakan komunitas yang terintegrasi dengan bank sampah CangKir Hijau yang
memiliki visi menjaga kebersihan kota, menciptakan kenyaman, dan proses edukasi
bersama menciptakan kesadaran kolektif menjaga lingkungan hidup.

Penulis: Lukman Hakim (Mahasiswa IAIN Metro)

Ketua
Bank Sampah CangKir Hijau Metro Lampung

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.