Sekolah Tinggi Agama
Islam Negeri (STAIN) Jurai Siwo kembali mengadakan kegiatan kuliah umum untuk
mahasiswa jurusan Dakwah dan Komunikasi
tahun akademik 2014/2015. Kuliah umum ini diikuti oleh seluruh mahasiswa prodi
KPI dengan total jumlah 90 mahasiswa dengan mengambil tema “Dakwah Enterpreneurship Menuju Insan Mandiri” bersama narasumber Dr. Abdul Syukur, M.Ag (Da’i, Praktisi Dakwah dan Dosen
Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Raden Intan Lampung).
Acara kuliah umum ini
dibuka oleh Pgs. Ketua STAIN Jurai Siwo Metro Mukhtar Hadi, S.Ag, M.Si yang
juga dihadiri oleh seluruh dosen Jurusan Dakwah dan Komunikasi STAIN Jurai Siwo
Metro pada Rabu 10 September 2014 di
ruang sidang rektorat L.2. Sebelum acara
dibuka oleh Pgs. Ketua, terlebih dahulu ketua Jurusan Dakwah dan Komunikasi
Suci Hayati, MSI memberikan sambutan, dalam sambutanya Kajur meminta kepada
seluruh mahasiswa untuk senantiasa menjaga
spirit dalam menimba ilmu di prodi KPI meskipun terbilang baru dan masih
sedikit mahasiswa, namun jangan menjadikan pupus semangat untuk menoreh
prestasi di program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam.
Kemudian
dilanjutkan sambutan oleh Pgs. Ketua STAIN Jurai Siwo Metro Mukhtar Hadi, S.Ag, M.Si, sekaligus membuka acara kuliah umum jurusan Dakwah
dan Komunikasi. Dalam sambutanya Pgs. Ketua mengajak kepada seluruh mahasiswa
untuk lebih kreatif mengasah potensi, karena arus perkembangan zaman yang
sangat modernis ini tak bisa dihadapi hanya dengan selembar ijazah, namun membutuhkan
sinergisitas antara keilmuan dan skill yang dimiliki oleh setiap pribadi.
Sehingga tantangan-tantangan dalam menjalani kehidupan ini bisa dihadapi dengan
mudah untuk mencapai keberkahan hidup yang hakiki.
Selanjutnya
adalah kuliah umum yang disampaikan oleh Dr. Abdul Syukur, M.Ag dengan tema “Dakwah Enterpreneurship Menuju Insan Mandiri” yang dimoderatori oleh
Muhajir, M.Kom.I. Materi yang disampaikan begitu gamblang dan sangat
menginspirasi, dengan logat bahasa yang begitu khas sehingga menjadikan
mahasiswa lebih antusias dalam menyimaknya.
Dakwah Enterpreneurship
yang dimaknai oleh pemateri adalah bagaimana usaha seorang da’i untuk memanfaatkan
dan menangkap kesempatan berdakwah dengan pendekatan berwirausaha guna mendapatkan pahala, rahmat, berkah, mashlahat, dan selamat bersama umat dalam menjalani
kehidupan didunia dan akherat kelak. Da’i Interpreneurship dituntut mampu
mengembangkan faktor-faktor motivasi dakwah interpreneurship yang diarahkan pada :
1.
Faktor yang menciri-cirikan
wirausaha “Da’i yang Pengusaha” untuk berhasil :
a.
Memiliki visi dan tujuan yang jelas
b.
Inisiatif dan selalu proaktif.
2.
Faktor
yang berorientasi pada prestasi Da’i Pengusaha (Penguasa yang Islami).
a.
Selalu mengejar prestasi yang lebih baik
daripada prestasi sebelumnya.
b.
Mutu produk, pelayanan, dan kepuasan pelanggan
menjadi perhatian utama.
c.
Setiap waktu segala aktifitas usaha yang
dijalankan selalu dievaluasi.
3.
Faktor yang mendasari ketangguhan diri (ikhlas dan
sabar):
a.
Berani mengambil risiko dalam beraktivitas
bisnis yang Islami.
b.
Kerja keras (atur jam kerja, tangkap peluang, berpikiran maju, ide
baru).
c.
Bertanggungjawab terhadap segala aktifitas yang
dijalankannya.
4.
Faktor yang membuat komitmen da’i kepada
berbagai pihak usahawan.
5.
Faktor yang mengembangkan dan memelihara
hubungan baik dengan berbagai pihak (para pelanggan, pemerintah, pemasok, serta
masyarakat luas).
6.
Faktor yang memotivasi pengembangan sikap da’i dalam wirausaha:
a.
Jujur (keyakinan yang kuat, prinsip dagang untuk
mencari berkah)
b.
Tujuan berkala (pendek, menengah, panjang) yakni
dakwah untuk ksejahteraan umat.
c.
Selalu taat berdo’a (do’a mengiringi usaha, usaha dilandasi
do’a, cita-cita dan tawakkal kepada Tuhan
), manusia yang berusaha, tetapi Tuhan-lah yang menentukan. Do’a adalah terapi
Usaha.
Disamping itu juga narasumber memberikan delapan
langkah hidmat da’i-interpreuner menuju puncak karir bisnis dan
syiar islam untuk mewujudkan maqashid
al-din yakni :
1.
Mau bekerja keras (capacity for hard work),
yakni Quwwat al-Niyyat.
2.
Bekerjasama dengan orang lain (getting
things done with and through people), yakni silaturrahmi (tarahum), saling
tolong menolong dalam kebaikan (ta’awun ‘ala al-birri wa al-taqwa).
3.
Penampilan yang baik (good appearance),
yakni akhlaq al-Karimah seperti muru’ah,
syaja’ah, istiqamah, shifat al-mahmudah.
4.
Yakin (self confidence), yakni al-Shidq,
thuma’ninat al-qalb, qalbun salim.
5.
Pandai membuat keputusan (making sound
decision), yakni al-mashalih al-hukmiyah , al-amanah wa al-mashlahat.
6.
Mau menambah ilmu pengetahuan (college
education), yakni al-ta’lim wa al-muta’allim : Kun ‘Aliman, Muhibban,
Mustami’an wa la Takun Jahilan.
7.
Ambisi untuk maju (ambition drive), al-jihad
wa al-ijtahid : Hifzh al-Mal .
8.
Pandai berkomunikasi (ability to
communicate), yakni khatib , muballigh, mu’allim, mujaddid, mujahid, mujtahid.
Kuliah
umum diakhiri dengan pemberian piagam penghargaan oleh Kajur Dakwah dan
Komunikasi, oleh Ibunda Suci Hayati, MSI kepada narasumber Dr. Abdul Syukur, M.Ag, semoga Prodi
Komunikasi dan Penyiaran Islam tetap eksis untuk selalu menebar syiar-syiar
dakwahnya dibumi Allah tercinta ini . Sumber : Dewi Mustika el Mizar