socio
echo
techno
preneurship

MeTROUNIV Article

KUNCI KEBERHASILAN HIDUP

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

metrouniv.ac.id – 01/09/2022 _ 05 Safar 1444 H

Dr. Mukhtar Hadi, M.Si. (Direktur Pascasarjana IAIN Metro)

Al-qur’an sebagai dasar utama ajaran Islam memberikan banyak petunjuk kepada umat manusia untuk meraih dan menggapai keberhasilan hidup di dunia sekaligus juga di akhirat. Banyak yang belum memahami bahwa Allah Swt. sesungguhnya sudah memberikan rambu-rambu, petunjuk dan bimbingan kepada manusia. Ada  empat petunjuk dalam Al-qur’an yang jika petunjuk ini menjadi pedoman , maka manusia akan memperoleh keberhasilan dalam hidup. Empat petunjuk itu adalah sebagai berikut.

 

Pertama, Melakukan segala sesuatu dengan Keikhlasan.

Ikhlas adalah memurnikan segala sesuatu yang dilakukan semata-mata hanya untuk menggapai keridhaan Allah Swt. Manusia yang melakukan sesuatu dengan keikhlasan, maka ia akan terhindar dari rasa keluh kesah dan gundah gulana jika apa yang dilakukan menemui jalan terjal atau kegagalan. Begitu juga sebaliknya, jika apa yang diusahakanya berhasil maka ia akan banyak mensyukuri nikmat yang diberikan. Sikap ikhlas akan ketentuan Allah akan menimbulkan ketentraman dan terhindar dari rasa kecewa dan putus asa.

Allah Swt. mengingatkan pentingnya sifat ikhlas ini dalam surat Al-Bayyinah ayat 5, sebagaimana firman-Nya:

وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ

“Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).” (Qs.Al-Bayyinah: 5).

Dalam Islam sifat ikhlas adalah salah satu syarat diterimanya ibadah. Seseorang yang shalat, tetapi shalatnya tidak diniatkan semata-mata karena Allah, maka ibadah shalatnya tidak dinilai sebagai ibadah yang patut mendapatkan pahala. Termasuk segala sesuatu yang kita lakukan, apapun itu, selagi baik dan diniatkan semata-mata karena Allah, maka akan dinilai sebagai ibadah di sisi Allah Swt.

Apapun pekerjaan yang kita lakukan jika dilandasi keikhlasan maka akan menimbulkan energi yang tinggi dan semangat yang kuat  serta akan kita lakukan dengan penuh kegembiraan. Keikhlasan dalam bekerja akan menghindarkan diri dari perasaan masygul jika seandainya ada kekurangan di sana sini.  Dengan sifat ikhlas ini, maka kita telah menaikkan derajat pekerjaan atau amalan kita dari hanya bersifat duniawi semata menjadi bernilai transendensi.

 

Kedua, Melakukan Segala Sesuatu dengan Sungguh-Sungguh.

Dalam dunia pesantren kita mengenai ungkapan yang sangat familier tentang pentingnya kesungguhan dalam hidup dan kesungguhan terhadap segala sesuatu yang dilakukan. Ungkapan itu adalah “man Jadda wa Jadda”, yang artinya siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan memperoleh keberhasilan. Kesungguhan itu lahir dari suatu keyakinan bahwa di dunia ini tidak ada yang tidak bisa dilakukan dan diwujudkan manusia jika manusia bersungguh-sungguh dan memiliki kemauan yang kuat.

Kesungguhan dalam hidup itu sampai tingkat keyakinan bahwa hal yang kelihatannya mustahil saja bisa diselesaikan dan dipecahkan manusia. Hal ini seperti yang digambarkan dalam ungkapan bahwa batu yang begitu keras saja lama-lama dapat berlubang jika dikucuri air secara terus menerus. Allah Swt, dalam firman-Nya menjanjikan bahwa bagi manusia yang melakukan segala sesuatu dengan sungguh-sungguh semata-mata untuk keridhaan-Nya, maka Allah akan memberikan jalan kemudahan bagi manusia untuk menyelesaikan persoalan-persoalannya.

وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَاۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ ࣖ

Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS.Al-Ankabut: 69).

 

Ketiga, Selalu Berusaha Beramal yang Terbaik (Unggul)

Semua orang pasti mengingkan keunggulan dalam hidupnya. Sesuatu dikatakan unggul jika melampaui atau melebihi yang lainnya. Keunggulan adalah atribut yang digunakan untuk mengungkapkan bahwa seseorang atau sesuatu lebih baik, lebih tinggi atau lebuh  besar dari yang lainnya pada hal-hal yang sama. Sebuah perguruan tinggi dikatakan unggul jika perguruan tunggi tersebut memiliki kelebihan yang tidak dimiliki yang lainnya atau pada hal-hal tertentu lebih baik dari perguruan tinggi lainnya.

Manusia yang unggul adalah mereka yang berusaha melakukan segala sesuatu dengan kesungguhan sehingga ia menjadi lebih baik dibandingkn dengan orang lain. Jika orang lain banyak berbuat baik, maka ia  berusaha terus berbuat baik yang lebih baik lagi. Jika orang bekerja dengan target yang tinggi, ia akan berusaha melampaui target itu. Allaj Swt, menyebut orang-orang yang selalu menginginkan keunggulan itu dengan sebutan “Ahsanu ‘amala” atau orang yang terbaik amal perbuatannya. Sebagai firman-Nya:

الَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًاۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفُوْرُۙ

“Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun.” (QS.Al-Mulk: 2).

Dalam ayat di atas, Allah Swt.  menyatakan bahwa kehidupan yang berisikan kematian dan kehidupan sesungguhnya merupakan ujian bagi manusia. Manusia yang lulus dalam ujian itu adalah mereka yang beramal dan melakukan segala sesuatu dengan yang terbaik (ahsanu ‘amala). Manusia ahsanu ‘amala itu adalah manusia yang jika melakukan sesuatu atau diberikan tanggungjawab dalam satu hal maka ia selalu berusaha menghasilkan yang terbaik atau menjadikannya berkualitas. Jika beribadah, maka ia berusaha beribadah yang terbaik. Jika ia bekerja, maka hasil pekerjaanya diusahakannya yang terbaik dan bermutu. Begitu juga hal-hal lain yang dilakukannya.

 

Keempat, Berlomba-Lomba Dalam Kebaikan.

Lazimnya kehidupan manusia adalah saling berkompetisi. Kelahiran manusia ke dunia ini jika direnungkan adalah hasil dari proses kompetisi. Konon ketika sperma dipancarkan, ia berisi jutaan calon manusia, namun dari jutaan itu yang lainnya akan kalah dan mati. Hanya ada satu yang tetap hidup dan akhirnya lahir kedunia. Yang tetap hidup dan lahir ke dunia itu adalah kita semua. Sebab itu, kita semua adalah pemenang dari sebuah proses kompetisi atau persaingan yang sangat ketat.

Salah satu kunci kemajuan manusia di dunia ini adalah karena adanya persaingan dan saling berlomba. Meskipun demikian, Allah mengingatkan kepada kita usaha untuk berkompetisi dan berlomba-lomba itu bukan berlomba untuk keburukan tetapi berlomba untuk kebaikan. Sebagaimana firman-Nya:

وَلِكُلٍّ وِّجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيْهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرٰتِۗ اَيْنَ مَا تَكُوْنُوْا يَأْتِ بِكُمُ اللّٰهُ جَمِيْعًا ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.”(QS. Al-Baqarah: 148).

Seandainya semua manusia disibukkan dengan perlombaan untuk saling baik, saling unggul dan saling pandai, maka dunia ini akan diliputi dengan kemajuan dan keunggulan peradaban. Bersaing yang sehat dan diniatkan untuk tujuan kebaikan adalah fitrah dasar manusia sebagaimana proses penciptaan manusia di dalam Rahim ibunya. Sebab itu jika ada manusia yang berlomba saling menjatuhkan, saling menafikan, saling membunuh, dan atau saling merendahkan, maka manusia itu lupa dengan fitrah kemanusiannya. Sekali lagi, Berlombalah selalu untuk kebaikan karena itu kunci kemajuan. (mh.01.09.22)

Artikel Terkait

Fab City & Fab Village?

metrouniv.ac.id – 10/09/2022 _ 14 Safar 1444 H Dharma Setyawan, M.A. (Kaprodi Ekonomi Syariah IAIN Metro) Intinya mendorong wilayah untuk

Anak Muda & Demokrasi Desa?

metrouniv.ac.id – 09/09/2022 _ 13 Safar 1444 H Dharma Setyawan, M.A. (Kaprodi Ekonomi Syariah IAIN Metro) Ketika mendengar demokrasi desa,

Tridarma Transformatif?

Hasil forum APSESI (Asosiasi Program Studi Ekonomi Syariah Indonesia) di IAIN Metro Lampung 26-28 Agustus 2022 ada point penting yang

Prodi Segalanya?

Prodi Segalanya? metrouniv.ac.id – 25/08/2022 _ 27 Muharam 1444 H Dharma Setyawan, M.A. (Kaprodi Ekonomi Syariah IAIN Metro) Kalau kita

"Ayo Kuliah di IAIN Metro"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di IAIN Metro"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.