LEGACY HIDUP

bg dashboard HD

metrouniv.ac.id – 08/06/2022 _ 08 Dzulqa’dah 1443 H

Dr. Mukhtar Hadi, M.Si. (Direktur Pascasarjana IAIN Metro)

 

Sebuah keranda berisi jenazah diangkat empat orang dan siap diberangkatkan keperistirahatan terakhir. Seorang Kaum yang memimpin upacara pemberangkatan jenazah bertanya kepada jama’ah ta’ziyah, apakah jenazah semasa hidupnya baik atau tidak. Secara serentak semua jama’ah menjawab ‘baik’ dan tidak satupun yang mengatakan tidak baik. Pertanyaan yang sama diulang sampai tiga kali oleh Kaum dan mendapat jawaban yang sama pula dari jamaah ta’ziyah.

Pemandangan seperti di atas lazim sering disaksikan dalam upacara pemberangkatan jenazah seorang muslim, khususnya di kalangan umat Islam Indonesia. Walaupun ada perbedaan pendapat soal bertanya kepada jamaah ta’ziyah itu apakah sesuai dengan tuntunan agama atau tidak. Memang ada beberapa hadits Nabi yang menganjurkan supaya  banyak menyebut kebaikan si- mayit yang meninggal dunia.

Anas bin Malik r.a. bercerita: “Suatu hari, satu rombongan pembawa jenazah melintas, kemudian orang-orang memuji kebaikan jenazah itu. Mendengar itu Rasulullah SAW bersabda, ‘Pasti”. Lalu  wahai satu rombongan lain yang mengusung jenazah juga melintas, dan orang-orang menyebut keburukannya. Maka Rasulullah SAW bersabda, “Pasti’. Karena penasaran Umar r.a. lalu bertanya, “Demi Bapak Ibuku wahai Rasulullah, saat melintas satu rombongan yang membawa jenazah lalu orang-orang memuji kebaikannya, Engkau berkata pasti. Kemudian melintas pula rombongan lain yang juga mengusung jenazah, dan orang-orang menyebut-nyebut dengan keburukan, dan Engkaupun berkata pasti. Rasulullah pun berkata, ‘orang yang kalian puji dengan kebaikan, pasti baginya surga. Dan orang yang kalian sebut-sebut dengan keburukan, pasti baginya neraka. Kalian adalah saksi-saksi Allah di muka bumi ini.., Beliau mengatakan itu sebanyak tiga kali” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadits inilah yang menjadi dasar untuk meminta kesaksian  dari banyak orang tentang kebaikan seorang yang sudah wafat.Ketika seorang wafat maka sebutlah kebaikannya dan tidak perlu menyebut-nyebut keburukannya biarpun toh semasa hidup ia dikenal sebagai orang yang berkelakuan buruk. Hadits nabi tersebut bukan berarti orang yang berkelakuan buruk ketika hidup kemudian bila dinyatakan sebagai orang baik oleh manusia lain ketika wafatnya maka dipastikan masuk surga. Karena dalam beberapa ayat dan hadits yang lain dinyatakan  bahwa mereka yang hidup dengan bergelimang dosa, maka tempat yang layak baginya hanyalah neraka.

Lalu apa pesan yang bisa dipetik dari hadits Nabi di atas dan kebiasaan untuk bertanya kepada jamaah ta’ziyah tentang kebaikan si mayit? Tentu saja pesannya adalah, ketika manusia meninggal dunia hal yang akan selalu dikenang orang yang masih hidup dari si mayit bukanlah tentang pangkat dan kedudukannya, bukan pula soal hartanya, atau bukan soal anak cucunya yang manis-manis, tampan dan cantik, tetapi tentang kebaikan-kebaikan yang pernah dilakukannya semasa hidup dan bergaul dengan sesama manusia.

Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, dan manusia mati meninggalkan nama. Demikian kata pepatah. Nama yang ditinggalkan manusia ketika ia mati adalah nama baik. Nama baik bersumber dari kebaikan-kebaikan yang dilakukan sewaktu manusia hidup di dunia terutama yang berhubungan dengan sesama manusia. Itulah legacy hidup yang sesungguhnya bagi manusia. Warisan dan peninggalan abadi yang akan dikenang oleh orang lain ketika ia menghadap kepada Tuhannya.

Kita perlu banyak belajar dari Buya Syafi’i Ma’arif yang wafat pada hari Jum’at, 27 Mei 2022, belum lama ini. Semua orang yang pernah bergaul dan bertemu dengannya memberikan kesaksian tentang kebaikan-kebaikannya. Kesaksian bukan hanya dari yang seiman tetapi juga lintas iman dan agama. Pada saat wafatnya mereka yang mengenal baik sikap dan kepribadiannya semasa hidup menulis kesaksian tentang kebaikannya dalam feuteres di berbagai platform media sosial termasuk di berbagai media. Umumnya mereka bersaksi tentang kesederhanaan Buya dan sikap-sikap humanis yang selalu ia tunjukkan dan melekat pada kehidupannya. Juga tentang kepeduliannya bagi nasib bangsanya, keadilan dan kesejahteraan masyarakat.

Begitu sangat hormat dan mengenang jasa Buya Syafi’i, beberapa media mainstream secara khusus mengangkat tajuk utama dalam edisi khusus. Harian Kompas edisi Sabtu,28/05/2022 dalam halaman utamanya secara khusus menampilkan wajah sederhana beliau dalam latar belakang hitam tanda berduka dengan judul kuning menyala “Nyala Abadi Suluh Bangsa”. Harian Republika secara khusus juga menampilkan tulisan dan kesaksian para tokoh tentang kehidupan tokoh bangsa yang sangat sederhana ini.

Hal yang hampir sama juga bisa kita kenang ketika Gus Dur atau mantan presiden Abdurrahman Wahid wafat beberapa tahun yang lalu. Hampir semua orang yang mengenal kepribadiannya mengenang dan memberikan kesaksian tentang kebaikan-kebaikan beliau ketika hidup. Banyak orang yang mengenal beliau sebagai orang yang sangat peduli dengan kemajemukan dan memberikan pembelaan kepada mereka yang minoritas jika mengalami penindasan dari kelompok lain. Gus Dur dikenal sebagai Bapak Pluralisme dan humanisme dari Indonesia dan tentu saja juga dikenal karena humor-humornya yang menyegarkan dan membawa persoalan yang berat menjadi terasa ringan.

Wafatnya orang-orang besar ini menyadarkan dan memberikan pelajaran bagi kita bahwa legacy hidup yang sangat berarti dan akan dikenang orang ketika manusia mati adalah nilai-nilai kebaikan yang pernah dilakukan. Orang akan dengan cepat melupakan orang-orang kaya yang mati. Cepat melupakan orang-orang berpangkat yang mati, apalagi orang-orang biasa-biasa saja yang mati, jika mereka tidak mewariskan kebaikan-kebaikan yang bisa diteladani. Sebaliknya bagi mereka yang mewariskan kebaikan dan keteladaan saat ia dipanggil Sang Ilahi, maka ia akan selalu dikenang secara abadi. (mh.06.06.22)

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.