Lestari

4artikel-dharma

Malam ini pertemuan yang spesial dengan
penggerak lingkungan hidup di Kota Metro. Pak Narno panggilannya adalah orang
yang tidak asing lagi, banyak meraih penghargaan lingkungan lokal sampai
nasional.


P4 Lestari adalah tempat kreatifitas,
inovasi, pembuatan kompos organik. Sejak tahun 1972 Pak Narno pindah ke Metro
dari Gunung Kidul D.I. Yogyakarta. Lahir dari alam yang penuh batu membuatnya
harus berjuang keras. Pindah ke Lampung, kakek yang kini masih segar bugar ini
pernah mencoba jadi tukang becak, jualan keliling dan pada akhirnya bergelut
dipertanian organik.


Bagi Pak Narno ada yang salah dari kita
hidup. Lingkungan tak lagi asri, dan ekosystem memang sudah mulai terganggu.
Cara kita menangani hama harus menggunakan pestisida adalah kesalahan fatal kita
mengikuti negara lain. Meskipun pada akhirnya hal itu menjadi ketergantungan
latin kita semua.


Pak Narno memproduksi Kompos sudah
bekerjasama dengan banyak kalangan. Mulai dari Jepang, Perguruan Tinggi dan
pihak lainnya. Beberapa anugerah mulai dari kalpataru, penggiat lingkungan,
penghargaan Walikota, Bupati, Gubernur, Kementerian, Presiden dan lainnya
berjejer di rumahnya.


Rumah yang menurut saya sangat luas, ada
aula yang dibangun atas bantuan dari Jepang, malam-malam ramai anak-anak muda
yang beraktifitas atau magang di rumah Pak Narno. Mereka belajar mulai dari nol
sampai mahir membuat kompos.


Saya diundang oleh anak-anak muda untuk
makan malam perpisahan pelatihan. Pak Narno yang baru pertama kali bertemu
dengan saya langsung bercerita banyak terkait gerakan yang sudah dilakukannya
puluhan tahun. Kami seperti orang yang langsung jatuh hati dan bercerita satu
sama lain. Tertanya Ivan yang telah bercerita ke beliau terkait apa saja yang
saya kerjakan di Lingkungan Ivan Dwi. Dahsyatnya lagi beliau akan membantu
bibit apa saja yang akan kami tanam di Yosomulyo Pelangi.


Pak Narno bercerita bahwa di Yosomulyo ini
pernah beliau datangkan bibit pohon pelangi–nama pohon karena batangnya
memiliki warna seperti pelangi. Bibit yang dihargai 25 juta dan didatangkan
langsung dari Australia. Apa yang disampaikan dari bibirnya, adalah potret
manusia penggerak bukan manusia teori.


Sudah banyak beliau berkeliling daerah, di
undang berbagai kegiatan lingkungan di berbagai provinsi, kabupaten dan kota.
Tidak kenal lelah untuk menjelaskan sampai ke perguruan tinggi, diundang oleh
banyak profesor untuk menjelaskan berbagai produk inovasi pupuk organik.


Pernah Pak Narno beli hewan Jangkrik
ribuan, lalu di lepas di sawah, beberapa hari dilihatnya sudah tidak ada
satupun suara. Pernah juga membeli ratusan burung apa saja, lalu dibebaskan dan
tidak ada disekitar rumahnya. Pernah bahkan membeli bibit ikan satu kwintal
dilepaskan di aliran sungai samping rusunawa depan taman Ki Hajar Dewantara
ternyata juga tidak banyak tanda kehidupan.


“Mungkin semuanya mati karena pestisida
atau karena manusia memburunya,” ujar Pak Narno.


Artinya lingkungan kita ini sakit dan kita
hanya diam saja. Beliau berharap bahwa anak-anak muda harus jadi penggerak
perubahan. Jangan sampai hanya menyampaikan tapi tidak melakukan sesuatu untuk
perubahan.

 

Dharma Setyawan

Kajur Ekonomi Syariah


 


"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.