metrouniv.ac.id – 02/12/2023 – 18 Jumadil Awal 1445 H
Dr. Dedi Irwansyah, M.Hum. (Wakil Dekan 3 FUAD/Pengajar Bahasa Inggris di IAIN Metro)
“Keistimewaan orang istimewa terutama terletak pada kekuatannya untuk tidak terlena dan terpengaruh oleh keistimewaannya itu.”
(Mahaguru, K.H. A. Mustofa Bisri, 2011)
Dari seorang mahaguru, diketahui pelajaran ABCD. A adalah a life, sebuah lintasan kehidupan. B adalah birth, peristiwa kelahiran. Dan, D adalah death yang berarti kematian. Begitulah, ABCD bermakna kehidupan dimulai dengan kelahiran dan diakhiri oleh kematian. Jika manusia berlimpah harta, dawuh seorang mahaguru, kelimpahan itu akan direngut oleh kematian. Jika manusia memiliki kekuasaan, power itu akan disudahi oleh kematian. Bahkan, semua manusia yang termasyhur, yang tak populer, yang papa, yang kaya, yang jelita, yang rupa-tiada, akhirnya akan berkesudahan dengan kematian.
Dari mahaguru, terkisahkan sebuah fabel menawan. Tentang kalajengking dan katak. Dan alkisah, seekor kalejengking meminta tolong kepada katak. Untuk diseberangkan melintasi sungai. Katak ragu, takut jika nanti kalajengking menyegatkan racun berbisa yang mematikan itu. Kalajengking meyakinkan katak. Dengan argumen logis. Tidak mungkin ia menyengat. Jika ia menyengat, katak akan mati dan kalajengking juga akan terbawa arus dan menemui maut. Katak menerima logika itu. Namun, di tengah sungai, tatkala keduanya melintas, kalajengking menyengat sang katak. Dalam nanar sang katak bertanya mengapa kalajengking melakukan itu. Kalajengking menjawab bahwa menyengat adalah tabiatnya. Menyengat adalah karakternya yang terbangun lama melalui proses habit formation.
Dari para mahaguru, terpahami tentang cerita dan pesan cerita. Cerita mengandung tokoh, latar (setting), suspense, konflik, jalan keluar, dan tentu jalan cerita. Pesan cerita barangkali sinonim dengan amanat, moral, atau lesson learned. Tak jarang jalan cerita dan pesan cerita memiliki pola yang sama. Acapkali, yang berubah hanya tokoh, latar, dan jalan keluarnya saja. Dari mahaguru, terwartakan bahwa cerita kalajengking dan katak adalah tokoh yang sarat simbol, perlambang, dan kiasan imajinatif. Kalajengking boleh jadi simbolisasi individu licik penuh tipu daya yang memiliki karakter destruktif. Sedang katak adalah jiwa tulus penolong yang di alam syahadah tak selalu berakhir happy ending.
Dari suluh para mahaguru, terbaca bahwa alur cerita sang katak adalah sebuah keistimewaan. Dan keistimewaan adalah permata yang diburu banyak insan. Dan keistimewaan adalah konsep abstrak yang memiliki ragam definisi. Dari seorang mahaguru, diajarkan bahwa jalan menuju keistimewaan adalah dengan cara merasa tidak istimewa. Dan melalui jalan tidak menuntut untuk diistimewakan. Sang mahaguru membuat i’tibar air putih. Yang tidak istimewa dan tak merasa istimewa. Namun, dibutuhkan sangat dan berkarakter menghidupkan.
Dari para mahaguru tersibak makna ABCD. A life begins with birth and ends with death. Kehidupan berumula dari kehidupan dan berujung pada kematian. Di antara Birth (kelahiran) dan Death (kematian) ada aksara C yang berarti Choice (pilihan). Manusia bisa memilih untuk memiliki ketulusan yang disimbolkan katak, atau kedengkian yang diperlambangkan kalajenging. Manusia bisa memilih menjadi istimewa dengan cara tidak terlena dengan keistimewaannya, atau memaksa sekitarnya untuk mengistimewakan dirinya. Apa pun pilihannya, maka segala ketenaran, semua kekuasaan, segenap kekurangan, dan seluruh kepedihan akan disudahi oleh kematian. Di alam yang ghaib sana, diyakini ada perhitungan lain. Dimana ketulusan dan kebaikan katak akan berbuah happy ending.
Dari para mahaguru, dianjurkan untuk menangis ketika terlahir ke dunia. Sebuah tangisan yang mengundang senyum dan suka cita famili dan lingkungan sekitar. Pun disarankan untuk menempuh hidup agar dapat tersenyum saat maut menjemput. Sebuah senyuman yang diiringi tangis sedih kehilangan dari para famili, sahabat, kolega, dan masyarakat sekitar.
Semoga Allah swt memberkati semua para mahaguru yang pernah, secara langsung atau tidak langusng, mengajarkan manusia memahami sesuatu yang bersifat naratif, imajinatif, reflektif, dan dogmatis. Selamat hari (maha)-guru. We seek your blessing and guidance.