MAKNA SIMBOLIK BAJU TOGA

bg dashboard HD

metrouniv.ac.id – 15/03/2022

Dr. Mukhtar Hadi, M.Si. (Direktur Pascasarjana IAIN Metro)

Menjadi sarjana dan diwisuda adalah mimpi bagi setiap mahasiswa yang mencari ilmu di perguruan tinggi. Ketika untuk pertama kali calon mahasiswa masuk gerbang perguruan tinggi, maka yang terbayang adalah rangkaian proses panjang dan melelahkan serta bertungkus-tungkus selama beberapa semester kedepan. Bayaran untuk semua kelelahan panjang itu adalah saat mahasiswa menjalani wisuda yaitu upacara seremonial pentahbisan kesarjanaannya.
Interview de Diane von Furstenberg : « Le Viagra est la pire chose qui soit arrivée aux femmes âgées » achat levitra 20mg pharmacie en ligne de viagra, comprimés de viagra les moins chers – pharmacie canadienne skibaldy. prix ​​bas!
Barangkali banyak yang belum tahu, apa arti simbolik dari baju toga yang dikenakan para wisudawan dan wisudawati ketika melaksanakan prosesi wisuda. Baju jubah panjang dan lebar warna hitam itu lazim digunakan ketika wisuda. Sejak kapan baju seperti ini digunakan dalam upacara wisuda kelulusan di perguruan tinggi, tidak ada yang tahu. Namun, baju demikian itu dulu pernah digunakan oleh kebanyakan orang pribumi  Italia sekitar tahun 1200 SM. Model baju jubah yang longgar itu dinilai pakaian yang paling pantas saat itu.

Baju toga selalu identik dengan warna hitam. Konon warna hitam jubah toga bermakna telah tersingkapnya hal-hal yang selama ini belum diketahui oleh para sarjana menjadi diketahui sehingga menjadi pengetahuan-pengetahuan baru. Seperti tersingkapnya kegelapan akibat kebodohan kemudian menjadi mengerti dan paham sehingga menjadi terang benderang. Hitam juga berarti keagungan dan keanggunan. Seorang sarjana berarti orang yang menjaga kehormatan dirinya dan memiliki sifat-sifat yang rendah hati. Perpaduan antara harga diri dan kehormatan seorang ilmuwan yang berpadu dengan keanggunan moral.

Atribut pelengkap baju toga adalah topi toga yang berbentuk banyak segi, lebih spesifik lagi berbentuk segi lima.  Topi dengan banyak sudut itu secara simbolik bermakna cara pandang seorang sarjana yang melihat segala sesuatu dengan kearifan dan rasionalitas serta multiperspektif. Seorang sarjana dalam melihat segala sesuatu tidak  secara tunggal, atau berpikir serba hitam-putih, tetapi ia berusaha memahaminya  dalam banyak sudut pandang dan perspektif yang kaya. Dengan cara berfikir seperti itu, seorang sarjana adalah seorang yang berpikiran merdeka, tidak menerima sebuah pemikiran dengan begitu saja tanpa meragukannya sampai ia benar-benar menemukan hakikat kebenaran.

Sementara itu perpindahan kucir dari kiri ke kanan berarti perubahan penggunaan otak kiri ke otak kanan yang  harus banyak dilakukan mahasiswa setelah diwisuda. Otak kiri adalah bagian yang banyak digunakan untuk berfikir dan menyerap pengetahuan. Penggunaan otak kiri banyak digunakan mahasiswa ketika sedang menempuh perkuliahan, namun ketika ia lulus dan menjadi sarjana lalu terjun ke masyarakat, maka otak kanan harus banyak digunakan. Otak kanan ini yang memandu manusia untuk memiliki kecerdasan emosional, yaitu kecerdasan yang paling banyak dibutuhkan dalam hidup bermasyarakat dan berinteraksi dalam kehidupan sosial.

Selamat menempuh wisuda bagi para mahasiswa dan selamat mengambil hikmah dibalik jubah wisuda. (mh.15/03/2022).

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.