socio
eco-techno
preneurship

Menggapai Haji Mabrur

Menggapai Haji Mabrur

19. Menggapai Haji Mabrur Cover Artikel 2024

metrouniv.ac.id – 2/07/2024 – 25 Dzulhijjah 1445 H

Dr. Ahmad Supardi Hasibuan, M.A. (Kepala Biro AUAK IAIN Metro)

Saat ini umat Islam di seluruh Indonesia dan bahkan di seluruh dunia Islam, sedang disibukkan dengan kegiatan sosial keagamaan yaitu menyambut kedatangan tamu-tamu agung, yaitu jamaah haji yang baru saja melaksanakan ibadah haji di tanah suci. Mereka, oleh para pakar keagamaan disebut juga sebagai peserta Kongres Umat Islam Internasional. Mereka itu adalah tamu-tamu Allah (dhuyufullah), yang baru pulang dari Tanah Suci, melakukan thawaf dan sa’i di Makkatul Mukarramah, ziarah di Madinatul Munawwarah, wukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah dan melontar Jumrah di Mina. Semua itu mereka lakukan semata-mata memenuhi panggilan ilahi di tanah yang suci, di bulan yang suci, di hari yang suci, meneladani orang yang suci, dan kelak akan menjadi orang yang suci.

Ibadah Haji merupakan ibadah mahdhah yang diwajibkan oleh Allah SWT kepada hambanya, sekali dalam seumur hidup, bagi yang mampu melakukan perjalanan kepadanya. Apakah itu dengan berjalan kaki, menunggang unta, berlayar maupun deng- an menaiki pesawat. Aman di perjalanan, mempunyai belanja yang mencukupi, baik untuk dirinya maupun untuk keluarga yang ditinggal (keluarga yang menjadi tanggungannya), dan berbadan sehat, yang kesemua itu diistilahkan dalam ajaran Islam manistatha’a ilaihi sabîlâ artinya, orang yang mampu melakukan perjalanan kepada-Nya.

Panggilan Nabi Ibrahim

Ibadah Haji ini sering juga disebut dengan ibadah dalam rangka memenuhi panggilan Nabi Ibrahim as, sebab memang ibadah haji ini pertama sekali disyari’atkan melalui pangggilan- Nya. Oleh karena itupulalah barangkali yang menyebabkan pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan dalam ibadah haji kesemuanya menceriterakan riwayat hidup (napak tilas) atas kehidupan Nabi Ibrahim as beserta keluarganya (Siti Hajar sebagai isterinya dan Ismail sebagai anaknya).

Dalam memenuhi panggilan Nabi Ibrahim as, ada satu hal yang diharapkan oleh setiap jama’ah yaitu mendapatkan haji mabrur. Sebab haji mabrur sesuai janji Rasulullah saw tidak ada balasannya kecuali surga. Surga adalah dambaan setiap insan sebab surgalah balasan akhir yang dijanjikan oleh Allah SWT kepada hamba yang memenuhi perintahNya.

Persoalannya sekarang adalah bagaimanakah yang disebut dengan haji mabrur itu. Haji mabrur pada dasarnya adalah ibadah haji yang dilaksanakan sesuai dengan syarat dan rukunnya, disertai dengan penghayatan yang mendalam atas ritual-ritual ibadah haji, sehingga makna paling dalam dari ritual ibadah haji itu dapat diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Di dalam pelaksanaan ibadah haji seorang calon haji terlebih dahulu menanggalkan seluruh pakaiannya, kemudian menge- nakan pakaian Ihram, sebuah pakaian berwarna putih tidak berjahit. Semua calon haji memakai pakaian ini tanpa kecuali dan tanpa memandang pangkat, golongan, harkat dan martabat.

Kenapa harus memakai pakaian yang sama dan warna yang sama, sebab pakaian dapat merupakan perlambang dari kedudukan seseorang. Pakaian juga dapat membuat seseorang merasa berbeda, pakaian yang sama tetapi karena warna berbeda maka secara psikologis orang merasa berbeda. Pakaian yang sama dengan warna yang sama tetapi karena bahannya berbeda maka membuat orang pun menjadi merasa berbeda pula.

Pakaian menurut Dr. Ali Syariati bisa berbentuk sifat yang melekat pada seekor binatang seperti sifat kekejaman yang melambangkan pakaian srigala, sifat kerakusan yang melam- bangkan pakaian anjing, sifat kelicikan yang melambangkan pakaian tikus, sifat mengekor atasan yang melambangkan pakaian kerbau dan lain sebagainya.

Kesemua pakaian itu harus ditanggalkan dan diganti dengan pakaian putih seragam kebesaran yang kelak dipakai memasuki liang kubur. Semua berkumpul menjadi satu tanpa perbedaan suku, ras dan golongan, sebagai sebuah perlambang bahwa manusia di hadapan Allah SWT adalah sama, tidak ada perbedaan di antara mereka, yang membedakan mereka hanya satu yaitu kualitas ketakwaan terhadap Allah SWT. Sifat ini harus melekat pada diri seorang haji kapan dan di mana pun dia berada.

Seorang jama’ah haji diharuskan pula melakukan Thawaf mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali. Perbuatan mengelilingi itu adalah merupakan sebuah perlambang bahwa manusia hidup di dunia ini berputar sesuai dengan poros yang telah ditentukan Allah SWT. Sama halnya dengan bumi, bulan dan planet-planet lainnya berputar bersama-sama dengan matahari mengelilingi sebuah poros. Bagi seorang yang telah melakukan ibadah haji maka apa pun yang dia lakukan di dunia ini, haruslah berputar pada satu poros yaitu poros keridhaan Allah SWT. Seluruh konsen- traasi ibadah di Tanah Suci hanya mencari ridha Allah.

Simbol Kesetiaan Hajar

Seorang jamaah hajipun diharuskan melakukan sa’i yaitu berlari-lari kecil meneladani Siti Hajar istri Nabi Ibrahim AS dalam mencari air untuk menutupi kebutuhan anaknya yang sedang kehausan. Sifat ini melambangkan sifat optimisme dalam hidup, bekerja keras dalam mengarungi lautan kehidupan yang penuh tantangan dan harapan. Dalam Sa’i ini yang dicontoh ada- lah peristiwa perjuangan Hajar mencari air untuk putranya, Ismail. Hajar adalah seorang budak belian yang dinikahkan oleh Nabi Ibrahim as, dan peristiwnya diabadikan oleh Allah dalam al- Qur’an kemudian menjadi abadi setelah dijadikan sebagai ritual perhajian. Ini sebuah perlambang bahwa semua manusia di hadapan Allah SWT adalah sama, dan bisa membedakan mereka ha- nyalah kualitas ketaqwaan seorang hamba. Kedua sifat ini sifat optimisme dan persamaan manusia di hadapan Allah SWT haruslah menjadi sifat dan sikap seorang haji.

Kegiatan haji lainnya adalah wukuf, yaitu berkumpul di Padang Arafah untuk berzikir kepada Allah dan merenungi kekuasaan Allah. Perkumpulan ummat Islam ini adalah kata lain dari kongres ummat Islam internasional, dalam merumuskan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang harus dilakukan atas berbagai perso- alan ummat Islam internasional. Hasil kongres ini haruslah merupakan program utama bagi seorang haji dalam melaksanakan missinya setelah pulang dari tanah suci.

Kegiatan melontar Jumrah adalah meniru perbuatan Nabi Ibrahim as melempari setan yang mengganggunya di perjalanan sambil menggodanya untuk tidak melakukan perintah Allah, di saat Ibrahim hendak mengorbankan putra kesayangannya, Ismail. Ritual Sa’i merupakan pengulangan atas pengalaman spi- ritual Ibrahin saat melawan godaan setan untuk menggoyahkan sikap istiqamah atas apa yang diperintahkan Allah.

Kegiatan lainnya adalah pemotongan hewan, baik berupa Dam maupun qurban. Penyembelihan binatang ini adalah sebuah perlambang tentang pengorbanan dan perhatian terhadap nasib fakir miskin dan orang-orang telantar. Seorang haji di mana pun dia berada haruslah memiliki sifat pengorbanan dan perhatian terhadap nasib fakir miskin dan orang-orang telantar itu. Selain itu, perlu diperhatikan makna di balik penyembelihan hewan Kurban itu. Sesungguhnya, proses penyembelihan hewan adalah ikhtiar manusia untuk membunuh atau menyembelih sifat-sifat kebinatangan yang melekat pada diri manusia, sehingga setelah pulang melaksanakan ibadah haji, seorang haji telah bersih dari sifat-sifat kebinatangan tersebut.

Semua sifat-sifat tersebut haruslah menjadi sikap seorang yang telah melaksanakan ibadah haji. Bila sifat ini telah melekat pada diri seorang haji, maka hajinya dapat dipastikan termasuk dalam kategori haji mabrur. Akan tetapi, apabila sifat-sifat terpuji ini tidak melekat pada diri seorang haji, maka ibadah hajinya perlu dipertanyakan atau malah menjadi haji mardud.

Wallahu a’lam.

Artikel Terkait

Haji: Sebuah Catatan Akhir

metrouniv.ac.id – 12/07/2024 – 6 Muharam 1446 H Dr. Mukhtar Hadi, M.Si. (Direktur Pascasarjana IAIN Metro) Setelah pelaksanaan puncak ibadah haji

Hijrah dan Strategi Perjuangan

metrouniv.ac.id – 12/07/2024 – 6 Muharam 1446 H Dr. Ahmad Supardi Hasibuan, M.A. (Kepala Biro AUAK IAIN Metro) Hijrah adalah

"Ayo Kuliah di IAIN Metro"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di IAIN Metro"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
"Ayo Kuliah di IAIN Metro"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.