socio
eco-techno
preneurship

Menyuburkan Bantuan Usaha Produktif

Menyuburkan Bantuan Usaha Produktif

8. Bantuan Usaha Produktif cover

metrouniv.ac.id – 25/03/2024 – 14 Ramadhan 1445 H

Dr. Ahmad Supardi Hasibuan, M.A. (Kepala Biro AUAK IAIN Metro)

Pemberian bantuan usaha yang bersifat produktif adalah bentuk usaha paling ideal dalam pandangan agama Islam, sebab ketika seseorang datang menghadap Nabi pada masa dahulu, mengadukan nasib kehidupan yang menimpanya, Nabi membantunya dengan usaha produktif. Dalam hadis diceritakan bahwa Nabi Muhammad membantunya dengan sebuah kampak, sebab lelaki itu mempunyai keahlian mencari kayu bakar. Ini artinya adalah memberikan bantuan kepada seseorang, bukan dalam bentuk ikan yang siap dimakan, akan tetapi bantuan yang diberikan dalam bentuk pancing yang siap menangkap ikan.

Pemberian bantuan juga harus disesuaikan dengan keahlian si penerima bantuan, bukan disesuaikan dengan keinginan si pemberi bantuan. Bantuan tidak boleh diberikan di luar kemampuan seseorang, sebab bantuan itu pada akhirnya akan mubazir dan tidak dapat dikembangkan. Seseorang yang memiliki keahlian di bidang pertanian, maka hendaklah yang bersangkutan dibantu dengan cangkul, sapi pembajak, traktor, bibit tani, pupuk, dan sejenisnya. Seorang pedagang kecil, hendaklah yang bersangkutan dibantu sesuai dengan kebu- tuhan dan keahliannya, misalnya dengan bantuan modal usaha, yang dapat dikelola dan dikem- bangkannya. Tentunya sangat tidak masuk akal, manakala pedagang kecil tersebut diberikan bantuan modal usaha Rp 1 Milliar. Hal ini akan memusingkan dan bahkan membingungkannya.

Seorang muslim atau umat yang beragama, ketika mendapat bantuan usaha produktif, maka sikap pertama dan utama yang dilakukannya adalah bersyukur atas pemberian bantuan tersebut. Bantuan itu dilihat bukan rezeki nomplok, tetapi di dalamnya ada rencana Tuhan yang harus disyukuri. Implementasi rasa syukur atas nikmat itu, yang utama adalah menggunakan dan mengembangkannya secara produktif sesuai dengan ridha ilahi. Bantuan usaha yang diberikan tidak habis dimakan sekaligus, tetapi hendaknya dikembangkan sehingga menghasilkan sesuatu yang lebih baik lagi.

Jika seseorang diberikan bantuan seekor kambing, maka hendaklah kambing tersebut diternakkan sedemikian rupa, sehingga berkembang biak dan beranak pinak. Kebiasaan masyarakat kita adalah jika diberikan seekor kambing, maka satu bulan kemudian kambing tersebut disembelih, apakah untuk keperluan pesta perkawinan maupun keperluan lainnya. Hal yang sama berlaku pada perdagangan. Jika seorang pedagang kecil diberikan bantuan modal usaha Rp 5 juta awal tahun ini umpamanya, maka hendaklah diupayakan agar awal tahun depan, modal usaha tersebut dapat berkembang dua atau tiga kali lipat. Dan begitu seterusnya.

Wallahu a’lam.

Artikel Terkait

SYIRIK KECIL

metrouniv.ac.id – 28/03/2024 – 17 Ramadhan 1445 H Dr. Mukhtar Hadi, M.Si. (Direktur Pascasarjana IAIN Metro) Beberapa hari menjelang  Idul

Puasa adalah untuk ‘AKU’

metrouniv.ac.id – 23/03/2024 – 12 Ramadhan 1445 H Dr. Ahmad Supardi Hasibuan, M.A. (Kepala Biro AUAK IAIN Metro) Ibadah Puasa

"Ayo Kuliah di IAIN Metro"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di IAIN Metro"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
"Ayo Kuliah di IAIN Metro"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.