Mudahnya Menjadi Unggul: Belajar Dari Kisah Putri Ariani

bg dashboard HD

metrouniv.ac.id – 14/06/2023 – 25 Dzulqa’dah 444 H

Dr. Putri Swastika, M.IF. (Wakil Dekan 1 FEBI )

Siapa yang mengenal Putri Ariani 3 minggu yang lalu? Mungkin hanya beberapa orang yang telah mengenal gadis ayu nan bersuara emas itu. Tidak banyak yang mencari namanya di mesin pencari google, atau youtube. Bahkan mungkin, jika channel Putri seliweran di feed google atau youtube, mungkin tidak ada yang tertarik mendengarkan lagu-lagunya. Hingga satu pekan lalu, Putri got Golden Buzzer from Simon Cowell in AGT. Putri menjadi trending dunia saat ini.

Trending Putri membuat seluruh komponen bangsa merasakan euforia prestasi. Artis/influencer se-Indonesia mendadak ingin berdekatan dan berkolaborasi dengan Putri. Menteri dan politisi juga mengundang Putri. Semua ingin berasosiasi dengan Putri saat ini, termasuk Kepala Sekolah dan Sekolah tempat Putri belajar-SMK N 2 Kasihan Bantul, Yogyakarta. Keberhasilan Putri Ariani pada ajang Internasional _secara langsung_ mengangkat nama dari sekolahnya secara global.

Golden Buzzer Putri adalah kemenangan Kepala Sekolah dan civitas akademika SMK N 2 Kasihan. Sekolah ini otomatis disorot oleh dunia karena siswanya berprestasi secara global. Sumber Google Trends menunjukkan banyak netizen yang mencari SMK N 2 Kasihan dengan mesin pencarian Google bersamaan atau linear dengan berita Golden Buzzer Putri Ariani. Dalam pers conference-nya, Putri menyatakan terima kasihnya kepada Kepala Sekolah, dan Bapak Ibu guru yang telah mensupportnya, dan SMK N 2 telah berhasil menggunakan kesempatan ini untuk menunjukkan proses pendidikan yang berkualitas kepada mata semua orang. Bukan saja karena Putri menang Golden Buzzer, tapi cita-cita Putri untuk melanjutkan ke sekolah musik nomor wahid dunia, The Julliard Music School, makin membuat nama SMK N 2 Kasihan Bantul berkibar.

Ini merupakan real story hari ini tentang institusi pendidikan yang mendukung potensi peserta didik. Institusi pendidikan yang menyediakan sarana, prasarana, produk kurikulum, suasana akademik, dan paling penting, bauran kebijakan (policy mix) pendidikan yang semuanya berorientasi untuk pengembangan talent dan minat peserta didik. Orientasi pendidik yang total fokus kepada kesuksesan peserta didik. Institusi pendidikan ini-lah yang mempunyai peminat paling tinggi. Students-oriented university inilah yang diincar, dicari, dan digemari oleh calon peserta didik.

Sebagai learners dan pengelola pendidikan, kita harus belajar dari cerita Putri tentang sekolahnya. Mulai dari para guru yang mampu menciptakan suasana dan atmosfer akademik yang sehat dan penuh kesetaran. Para guru yang mampu mengenali dan menggali karakter dan potensi peserta didik. Produk kurikulum yang mampu menciptakan tempaan sempurna untuk mendidik mental peserta didik menjadi winner, bukan survivor apalagi looser. Dan di atas semua itu, adanya kepatuhan yang tinggi (compliance) terhadap aturan, rules dan regulation. Terbukti tidak ada double-standard yang dikhususkan untuk Putri dalam hal ini, karena Putri masih harus mengerjakan tugas-tugasnya sebagai seorang siswa, yaitu ujian dan tugas mandiri.

Kunci sukses ialah bagi mereka yang patuh dan menjalankan aturan dengan iman, bukan dengan akal atau bahkan meng-akal-akali aturan. Memang, iman itu naik dan turun, namun justru disitulah pahala istiqomah berada. Menciptakan lulusan yang mampu memenangkan persaingan di tingkat lokal, regional, nasional, bahkan global, membutuhkan civitas akademika yang rule-compliance dan ajeg melakukan terobosan yang bermanfaat bagi mahasiswa. Kegiatan yang dilakukan di Perguruan Tinggi wajib berorientasi pada pengembangan minat/cita-cita, bakat/talent, dan kemampuan berfikir kritis dan analitis mahasiswa. Kegiatan di Perguruan Tinggi bukan hajat dari pengelola, namun hajat dari mahasiswa. Sehingga, tidak ada kepentingan lain bagi pengelola pendidikan selain kepentingan mahasiswa. Karena pendidikan adalah soal masa depan dan cita-cita peserta didik.

Maka, menjadi unggul itu mudah. Yang diperlukan adalah orientasi kebijakan yang fokus kepada apa yang diperlukan mahasiswa untuk berkembang. Ada analisis kebutuhan mahasiswa pada setiap program atau kegiatan yang dilaksanakan. Sementara, kegiatan harus berangkat dari mahasiswa dan untuk mahasiswa karena pada sejatinya, mahasiswa lah yang menjadi denyut nadi pendanaan. Sementara pengelola kampus wajib mampu untuk menangkap dan mem-forecast kompetensi dan kualifikasi yang dibutuhkan mahasiswa untuk menjadi seorang pemenang di masa depan, dan menerjemahkannya melalui kebijakan akademik dan non-akademik. Pada akhirnya, output dan dampak kegiatan untuk kampus seharusnya dapat diukur jangka pendek, menengah, dan panjang. Inilah yang kemudian diukur pada proses akreditasi.

Golden Buzzer yang diraih Putri Ariani adalah golden tiket SMK N 2 Kasihan Bantul yang saat ini sudah A, dengan mudah menjadi Unggul dan internationally recognized. 

 

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.