Narkoba dan Masa Depan Bangsa

69Lukman-Hakim-2

Eksekusi mati terpidana kasus narkoba yang dilakukan
pada 18 Januari 2015 di Pulau Nusakambangan, Cilacap dan Boyolali, Jawa Tengah
menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menindak tegas pihak yang terlibat
dalam transaksi barang haram tersebut. Bukan tanpa alasan pemerintah
menjatuhkan hukuman mati, narkoba merupakan  barang haram yang masuk dalam kategori kejahatan
kemanusiaan. Merusak pemakainya, dan dapat membahayakan keberlangsungan suatu
bangsa jika generasi mudasebagai pecandu narkoba.

Pemberlakuan hukuman mati kepada pengedar dan bandar
narkoba adalah keputusan bijak yang diambil oleh pemerintah. Dengan keputusan
itu, orang yang akan terjun ke dalam bisnis barang haram tersebutakan merasa
takutkarena pemerintah tidak main-main menghadiahkan hukuman mati kepadaterpidana
kasus narkoba.

 

Sejarah Indonesia mencatat, hukuman mati kepada
pengedar dan bandar narkoba adalah yang pertama kali dilakukan pasca Indonesia
merdeka.Terlepas respon pro-kontra dari individu, lembaga, atau negara
tetangga, maka tindakan tegas dari pemerintah harus di apresiasi sebagai
tindakan tepat yang sudah di analisis plus-minusnya.

Efek ketergantungan yang ditimbulkan, membuat
seorang pecandu tidak bisa lepas dari pengaruh barang haram tersebut. Sehingga untuk
memenuhi hasrat itu, pecandu bisa saja melakukan hal nekat diluar kesadarannya.

Pemakai narkoba cenderung menjadi orang introvert
yang asik dengan dunia sendiri, sukar berinteraksi dan bersosialisasi dengan
lingkungan, menjadi seorang pemarah.Efek jangka panjang yang ditimbulkan yaitu terganggunya
saraf otak yang akan menggangu fungsi otak tidak berjalan normal. Bahkan tidak
sedikit yang berujung dengan kematian.

Berdasarkan penelitian mutakhir, setiap hari ada
sekitar 40-50 orang meninggal akibat mengkonsumsi narkobn, mayoritas dari
korban adalah pemuda. Lalu bagaimana kita menyikapi fenomena demikian. Apakah
akan menyalahkan korban yang terjerumus dalam lembah hitam yangdisebabkan oleh
frustasi massal, kemudian mengarah pada pengomsumsian narkoba.

Banyak faktor yang memicu pemuda memutuskan untukmengonsumsi
narkoba. Pengaruh lingkungan yang bebas sehingga membawa pada arus pergaulan
yang tidak terbatas. Tidak terbatasnya pergaulan kemudian menimbulkan muncul
variabel kebebasan lain. Mengonsumsi minuman keras, sex bebas, tauran antar
pelajar atau antar pemuda dan tindakan yang mengarah ke hal negatif.

Berbagai tindakan amoral pemuda tidak sepenuhyamenjadi
salah mereka. Tindakan tersebut dapat dilatarbelakangi oleh suasana keluarga
yang kurang harmonis, kurangnya dukungan orang tua kepada anak, kurangnya
perhatian orang tua kepada anak, atau rendahnya komunikasi yang dibangun oleh anggota
keluarga.

Orang tua dan keluarga merupakan basis pertama yang
mengajarkan nilai-nilai kebaikankepada anak. Keluarga sebagai kawah candra dimuka yang membangun ‘sistem
imun' melalui penanam nilai keagamaan dan nilai-nilai moral sebagai upaya
melindungi dari anak dari pengarug pergaulan yang tidak baik.

 

Sekolah sebagai basis pendidikan kedua, juga ikut
andil dalam proses pengajaran nilai dan norma kepada para murid. Tujuan sekolah
tidak melulu pada pencapaian angka (score
oriented
) dari guru. Tetapi internalisasi nilai dan norma yang akan membawa
seorang pada kematangan pribadi untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin
berat.

Pemuda Bebas Narkoba

Sebagai pemuda yang peduli dengan masa depan bangsa,
sudah seharusnya juga peduli dengan masa depan pemuda itu sendiri. Lima atau  sepuluh tahun ke depan pemuda hari iniadalah
pemimpin bangsa dimasa mendatang.Jika tidak dipersiapkan dengan baik sedari dini,
lalu mau dibawa kemana nasib Indonesia di masa mendatang?

Kampanye pemuda bebas narkoba merupakan kewajiban
bersama sebagai upaya mewujudkan kehidupan pemuda yang bersih dari barang haram
tersebut. Pengoptimalan potensi pemuda ke hal-hal positif akan menjadikan
pemuda yang tanggung, disiplin, pekerja keras dan akan siap
ditempatkandimanapundan kapanpun.

Pemuda adalah iron
stock
yang akan membawa tampuk kepemimpinan di masa mendatang. Di pundak
pemudalah masa depan bangsa ini akan ditentukan, menjadi lebih baik atau malah
semakin terpuruk maka pemuda yang harus menyadari perannya yang sangat vital
tersebut.

Sebagai penutup, saya ingin memimjam perkataan Bung
Karno  "Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut
semeru dari akarnya, berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia". Pemuda
yang di maksud Bung Karno bukan sembarang pemuda, tetapi salah satu indikator
dari pemuda yang dimaksud Bung Karno adalah pemuda yang bebas dari narkoba.

Penulis: Lukman Hakim (Mahasiswa IAIN Metro)

 

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.