OUTCOME-BASED

bg dashboard HD

metrouniv.ac.id – Dedi Irwansyah (Ketua Lembaga Penjaminan Mutu IAIN Metro)

Narasi hari ini bukan lagi tentang banyaknya
anak panah yang berhasil dilesatkan, tetapi tentang berapa anak panah yang
secara efektif mencapai sasaran
.”

Jogja, 17 November 2016. "Untuk menjuarai
lomba lari, orang harus sehat. Memang, tidak semua orang sehat bisa menjuarai
lomba lari. Namun, orang yang sakit sangat sulit menjadi juara lomba
lari." Itu narasi pembuka yang berhasil kami catat dari seorang figur
ketika berbicara tentang outputoutcome, dan impact.
Badan sehat adalah output, kemenangan pada lomba lari
adalah outcome, dan popularitas adalah impact.

Metro, 2021. Litapdimas tentang Penelitian 2021
berbasis Standar Biaya Keluaran (SBK). Ada ilustrasi eksplisit tentang
perbedaan output dan outcome dalam ranah
penelitian. Termasuk sebagai output penelitian adalah: laporan
penelitian, dummy buku, dan draft artikel. Sedang terma outcome penelitian
merujuk pada letter of acceptance (LoA) jurnal, Sertifikat Hak
Cipta, dan jurnal telah terpublikasi.  Sebagai tambahan, pada konteks
penelitian, istilah impact bisa mengacu pada jumlah sitasi
terhadap sebuah jurnal yang telah dipublikasi.

Metro, 24 Mei 2021. Pada sebuah dokumen
presentasi Borang Akreditasi, tertulis sebuah istilah ‘peralihan
paradigm’ (shifting paradigm). Dahulu, penilaian borang
didasarkan pada konsep Input-Process-Based, atau berbasis
‘masukan’ dan ‘proses’. Kini, paradigm input-Process-Based itu
sudah beralih menjadi Output-Outcome-Based. Peralihan inilah
yang dinamai shifting paradigm. Contoh konkritnya, dahulu jika
kita memiliki banyak MoU, kita akan memiliki nilai yang bagus. Hari ini, MoU
yang banyak itu nyaris tidak memberi kontribusi bila tidak didukung oleh
kegiatan yang nyata antarpihak yang merumuskan kerja sama. MoU bisa
dianalogikan sebagai input, sedang ‘kegiatan nyata’
adalah outcome.

Sorong, 12 Juni 2021. Seorang mentor lainnya
bertutur tentang akreditasi hari ini yang  mengarah pada outcome-based
quality assurance
 atau impact-based accreditation.
Tuntutannya lebih dari sekedar banyaknya jumlah penelitian yang dilakukan pada
kurun interval waktu tertentu (baca: output). Lebih
dari itu, berapa banyak laporan penelitian tersebut yang berhasil dikonversi
menjadi artikel ilmiah (baca: outcome), dan berapa
banyak kemudian yang mendapatkan sitasi dari sarjana lain (baca: impact).
Dalam idiom yang berbeda, input berbicara tentang capaian
jangka pendek, outcome tentang raihan jangka menengah,
dan impact tentang perolehan jangka panjang.

Metro, 21 Juni 2021. Pada
Panduan Implementasi Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) yang dirilis oleh
Kementerian Agama terbaca istilah OBE (Outcome Based Education), atau
pendidikan berbasis outcome. Dalam OBE, tampak bahwa
tuntutannya bukan hanya berapa banyak jumlah mahasiswa yang lulus tepat waktu,
tetapi juga berapa banyak dari lulusan tersebut yang diserap oleh dunia kerja
pada interval waktu yang tepat. Dalam OBE pula, kurikulum adalah salah satu
kunci utama karena di dalamnya termaktub konfigurasi dan proyeksi kompetensi
lulusan.

Syahdan, kurikulum yang solid yang berorientasi outcome-based boleh
jadi analog dengan atlet yang sehat. Meski tidak semua atlet yang sehat bisa
memenangkan kompetisi, paling tidak ia sehat dan layak berkompetisi. Atlet yang
sehat juga bisa diibaratkan dengan pengetahuan (baca: pelatihan atau webinar)
penulisan jurnal. Mungkin tidak semua peserta pelatihan bisa menghasilkan outcome atau impact yang
fenomenal. Namun, individu yang tidak dilibatkan dalam pelatihan jurnal
pastilah sukar menghasilkan outputoutcome,
apalagi impact yang baik. Inilah realita hari ini: outcome-based
evaluation.

 

Metro, 30 Juni 2021.

 

Sosialisasi LPM IAIN Metro terkait Akreditasi Berbasis Outcome

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.