Pariwisata dan Perubahan Sosial

11IMG_2395-01

Pariwisata merupakan sektor yang sangat profitable bagi pendapatan suatu negara
selain pajak. Banyaknya tempat-tempat wisata di suatu daerah umumnya akan
berdampak baik bagi perekonomian warga di sekitarnya. Pariwisata sendiri juga
memiliki banyak jenisnya. Mulai dari pariwisata bahari, eksotisme alam, wisata
edukatif, dan lain sebagainya.

Demikian pula dengan pengelolaan tempat wisata pun
memiliki konsep yang berbeda satu sama lain. Ada tempat wisata yang dikelola
oleh investor dimana sebagian besar keuntungan yang di dapat dari tempat wisata
tersebut akan masuk ke kantong pribadinya, sedangkan warga sekitar mungkin
hanya akan mendapat keuntungan lewat penyewaan jasa dan dagang.

Namun meskipun demikian, ada juga tempat wisata yang
memeang sepenuhnya dikelola oleh warga melalui konsep pemberdayaan. Sejauh ini
penulis mendapati 3 tempat wisata yang pernah penulis kunjungi mengusung konsep
pemberdayan dari warga, oleh warga dan untuk warga. Kemiripan ketiganya adalah
tempat tersebut awalnya terbengkalai dan ditinggalkan, kemudian atas dasar
inisatif warga maka tempat tersebut disulap sedemikian rupa hingga menjadi ciamik.

Ekowisata
Dam Raman

Tempat wisata ini tentu saja sudah tidak asing lagi. Ya,
tempat wisata yang fenomenal dan sarat akan perjanalan panjang sejarah yang
kurang begitu bagus melekat pada Ekowisata Dam Raman. Hingga pada akhirnya
munculah inisiator yang menggagas Dam Raman menjadi tempat wisata yang menarik
melalui konsep pemberdayaan warga.

Penulis tidak akan menjabarkan panjang lebar tentang
Dam Raman akan tetapi penulis akan menyoroti adanya perubahan dinamika sosial
yang terjadi disana. Seperti yang diketahui bahwa Dam Raman awalnya adalah
tempat orang-orang melakukan hal-hal yang buruk. Mabuk-mabukan, mesum,
pembegalan dan lain sebagainya.

Namun setelah Dam Raman dirubah menjadi tempat wisata
yang tidak sepenuhnya bercokol pada dana investor dan lebih memberdayakan warga
khususnya pemuda yang ada disana, akhirnya perubahan sosial dapat dilihat
secara perlahan. Para pemuda yang awalnya tidak memiliki semangat untuk
melalakukan hal progresif kini mulai menemukan feel bahwa mereka juga mempunyai andil untuk menjaga stabilitas Dam
Raman sebagai tempat wisata.

Embung
Permai

Hampir sama dengan Dam Raman, Embung Permai juga
merupakan tempat wisata air yang juga menyuguhkan eksotisme alam yang menarik. Berlokasikan
di Desa Sidoharjo, Kecamatan Penawar Tama, Kabupaten Tulang Bawang. Embung
Permai merupakan tempat wisata yang benar-benar baru. Jika ditelisik rekam
sejarahnya Embung Permai memiliki banyak kesamaan dengan Dam Raman.

Awalnya embung tersebut sama sekali belum diberi nama. Banyak
semak belukar tumbuh di sekitaran embung dan di sebelah utara terdapat
pepohonan yang cukup rindang membuat embung tersebut kerap dijadikan sebagai
tempat esek-esek. Bahkan tidak sedikit jumlahnya remaja yang digerebek warga
karena melakukan perbuatan mesum.

Baru-baru ini belum genap 4 bulan, melalui beberapa pemuda
yang tergabung dalam Badan Usaha Milik Kampung (Bumkam) punya inisiatif untuk
merubah embung tersebut menjadi tempat wisata. Mereka melihat peluang dimana
warga Kecamatan Penawar Tama secara umum memang sangat kurang piknik. Hal tersebut
karena memang sama sekali tidak ada tempat wisata yang ada disana.

Alhasil atas dukungan dari berbagai pihak akhirnya
Bumkam mengajak segenap warga dan pemuda untuk menjadikan embung tersebut menjadi
tempat wisata. Kini ekspektasi pun tercapai, banyak pengunjung yang datang
untuk melihat seperti apa embung yang dulunya suram kini menjadi tempat yang
direkomendasikan untuk dikunjungi. Perlahan Embung Permai menemukan esensinya
sebagai tempat wisata dan citra buruk sebagai tempat esek-esek pun perlahan
pudar.

Hutan
Mangrove Sriminosari

Dibandingkan dengan Dam Raman dan Embung Permai, Hutan
Mangrove Sriminosari memiliki keunikan tersendiri. Bagaimana tidak, jenis
wisata mangrove memang masih jarang ditemukan dan yang menarik lagi wisata
Hutan Mangrove Sriminosari ini dikelola juga sepenuhnya oleh warga yang
mayoritas bekerja sebagai nelayan dan tergabung dalam Kelompok Koperasi Nelayan
Sriminosari.

Bagi yang belum tahu, Hutan Mangrove Sriminosari berada
di Desa Sriminosari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur. Perjalanan
dari pusat kecamatan memakan waktu 10-15 menit hingga sampai di tempat apik
tersebut. Awalnya Hutan Mangrove Sriminosari ini hanya hutan mangrove biasa,
akan tetapi atas kesepakatan bersama anggota koperasi nelayang akhirnya hutan
mangrove tersebut dijadikan sebagai tempat wisata.

Singkatnya, jika berkunjung di Hutan Mangrove
Sriminosari pengunjung akan dimanjakan dengan hiasan bambu yang dibentuk
sedemikian rupa hingga menjadi spot untuk swafoto. Tidak hanya itu, untuk
massuk ke belantara hutan mangrove tersebut pengunjung akan melewati anyaman
bambu setinggi lebih dari satu meter yang membentang di sepanjang rute masuk ke
hutan dam masih banyak lagi.

 

Jadi ada beberapa kesamaan dari 3 tempat wisata di
atas. Pertama, tempat-tempat tersebut awalnya adalah tempat yang diabaikan akan
tetapi setelah adanya inisatif dari warga alhasil tempat tersebut dapat menemukan
esensinya sebagai tempat wisata yang dampaknya juga akan merubah budaya sosial
warga sekitarnya menuju ke arah yang lebih baik.

Kedua, tempat-tempat tersebut tidak mengembik pada investor
yang sebenarnya sangat mampu untuk membuat tempat wisata tersebut menjadi jauh
lebih menarik. Ada beberapa pertimbangan apabila mengundang investor masuk
diantaranya adalah arus keuntungan yang tidak akan sesuai dengan harapan warga
sebagai “tuan rumah” dari tempat wisata tersebut.

Terakhir, ketiganya muncul atas dasar inisiatif warga
yang benar-benar bisa memberikan peluang. Bukan hanya peluang peningkatan
perekonomian tapi juga peluang untuk merubah sebuah budaya sosial yang itu-itu
saja menuju ke arah yang positif. Mencipatakan sesuatu yang baru demi menarik
pengunjung serta menjaga keberlangsungan tempat wisata menjadi tanggungjawab
bersama. Alhasil mereka yang dibebani tanggungjawab tersebut akan terus mengasah
kreativitasnya dan meninggalkan hal-hal buruk.

 

 

Penulis: Julianto Nugroho 

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.