Pemuda, Komunitas dan Membangun Integritas

20IMG20181030093106

Sudah
menjadi pengetahuan umum terkait apa itu fungsi dan peranan pemuda secara
idealnya. Pantasnya, pemuda adalah kelompok masyarakat yang banyak dijadikan
harapan bangsa untuk menjadi generasi yang lebih mumpuni dan lebih
berintegritas dari generasi sebelumnya (generasi tua).

Merintis
adalah hal yang layaknya harus dilakukan untuk membangun integritas pemuda,
karena integritas itu adalah hasil sebuah pelatihan dan pembiasaan baik sikap,
pola pikir maupun perilaku. Jargon dan kata-kata motifasi ataupun semboyan
tidak akan pernah bisa menembus sampai kepada tingkat efektif jika
langkah-langkah menghidupkan kesadaran untuk membangun integritas absen dari
kebiasaan.

Integritas
sebagai hasil dari sebuah pembiasaan hidup, sangat penting untuk dihadirkan
sedini mungkin, terutama bagi pemuda yang masih usia golongan remaja.
Pembiasaan untuk hidup berdampingan dengan integritas adalah hal yang perlu
diciptakan dan di jalankan. Yang saya amati saat ini, tentu berbeda antara
pemuda yang terbiasa dekat dengan kegiatan-kegiatan progresif implementatif
dengan pemuda yang terbiasa dengan kegiatan-kegiatan progresif normatif.

Secara
perspektif, tentu dari kedua pemuda memiliki kondisi perspektif yang berbeda.
Pemuda yang terbiasa dengan tindakan progresif normatif akan lebih banyak
berfikir tentang melaksanakan tanggung jawab dirinya untuk kepentingan diri
sendiri atau kelompok kecil pada dirinya, namun sedikit berfikir tentang
pengembangan potensi untuk kepentingan sosial. Lain halnya dengan pemuda yang
terbiasa dengan kegiatan progresif implentatif, bahwa mereka cenderung
mengimplementasikan sesuatu meskipun di luar tanggung jawab formalnya (sebagai
mahasiswa, PNS, dosen dll), melainkan lebih kepada memikirkan tentang penngangkatan
potensi dan banyak berfikir tentang pengembangan sosial bukan hanya untuk
dirinya dan sekolompok kecil di antaranya.

Tentu
pembangunan integritas melalui perilaku progresivitas implementatif adalah hal
yang sangat bisa dilakukan oleh semua pemuda. Salah satu cara adalah dengan
berserikat atau berkomunitas. Dengan berkomunitas, akan memudahkan pemuda dalam
tindakan mobilisasi dan pengorganisasian. Mudahnya mobilisasi dan
pengorganisasian, akan semakin berdampak kepada pembangunan skala lokal bahkan
nasioanl di bidang sosial masyarakat ataupun di bidang ekonomi.

Mencontoh
dari peristiwa historis, berasal dari Amerika, bahwa kekuatan komunitas dan
organisasi-organisasi masyarakat terbukti menjadi sektor penting dalam
kaitannya dengan memperbaiki kemerosotan ekonomi yang terjadi. Seharusnya,
keadaan demikian tidak jauh beda dengan negara-negara lain termasuk Indonesia.

Pemuda,
khususnya mahasiswa harus dekat dengan perilaku hidup berkomunitas. Karena dengan
berkomunitas, sangat mudah untuk membangun sebuah integritas. Selain itu,
komunitas adalah sarana yang tepat untuk menyebarluaskan sikap integritas
kepada masyarakat luas.  

Komunitas
penulis anggap sebagai tempat yang baik untuk membangun integritas pemuda. Karena,
berkomunitas adalah saling membuka diri, melawan ekslusifisme dan kekonservatifan
sikap. Membuka ruang pergaulan dan membuka lebih banyak gagasan dan tindakan. Komunitas
juga dapat menembus sekat-sekat perkumpulan antar anak muda yang mempunyai
latar belakang berbeda.

Seperti
contoh, tanpa adanya kegiatan berkomunitas, pemuda yang biasa disibukan dengan
dunia akademis, kental dengan budaya intelektual tentu akan jauh dengan
kehidupan pemuda yang biasa ada di dunia luar seperti pengamen, anak pang yang
biasa nongkor dengan tato-tato dibagian tubuhnya. Tanpa adanya perkumpulan
seperti komunitas, kedua pemuda seperti itu tentu sulit untuk bersatu dan
saling tahu sikap dan karakternya. Yang ada hanyalah dari kedua jenis pemuda
tersebut akan saling memandang dengan sebelah mata, lantaran melihat secara
zahir/empiriknya saja.

Komunitas
adalah salah satu wadah untuk menyatukan mereka. Mungkin akan semakin kuat
integritas yang terbentuk apabila kedua pemuda yang mempunyai latar belakang
berbeda tersebut disatukan dan saling bertukar ide dan gagasan. Karena membangun
integritas, bagi penulis tidak bisa hanya dilakukan oleh satu jenis unsur saja.
Namun, harus ada perpaduan dari minimal dua unsur berbeda, sehingga anggota
komunitas dapat fleksibel dan tidak konservatif.

Menjaga
jarak bukanlah solusi dalam membangun sebuah integritas. Menggempur dinding-dinding
pemisah harus dilakukan jika ingin membentuk komunitas berintegritas,
selanjutnya baru bicara tentang cara menjaga kerukunan anggota komunitas  yang berbeda latar belakangnya.

Membuka
lebar pintu komunitas adalah hal yang perlu dilakukan, komunitas bukan wadah
bagi orang yang berintegritas, jadi tidak ada proses selektif di dalamnya. Melainkan
komunitas adalah wadah untuk membentuk integritas. Salah jika seseorang takut
masuk komunitas karena merasa belum mempunyai kemampuan atau skill, justru di komunitas itulah
seseorang bisa jadi menemukan siapa dirinya dan apa kemampuannya.(WEPO)

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.