metrouniv.ac.id – 10/01/2024 – 28 Jumadil Akhir 1445 H
Prof. Dr. Dedi Irwansyah, M.Hum. (Wakil Dekan 3 FUAD/Guru Besar Ilmu Pendidikan Bahasa Inggris di IAIN Metro)
Sayyidina Ali bin Abi Thalib, k.w. berkalam: raise your children according to their age as they were born for a time different than yours (ajarilah anak-anakmu sesuai dengan tuntutan zamannya, karena mereka hidup di zaman yang pasti berbeda dari zamanmu). Kalam ini tampak sebagai sebuah anjuran bagi orang tua dan pendidik untuk membaca pertanda zaman dan untuk mewariskan guratan, pitutur, atau naskah yang dapat menavigasi tumbuh-kembang generasi penerus. Dalam semangat menerjemahkan kalam Sayyidina Ali tersebut ke dalam pembelajaran bahasa Inggris, naskah ini ditulis.
Bahasa dan budaya tidak dapat dipisahkan. Mempelajari sebuah bahasa asing berarti membuka pikiran untuk melihat budaya yang berbeda. Mengajarkan sebuah bahasa asing, seperti bahasa Inggris, berarti mengenalkan alam pikir dan cara pandang dunia Barat. Karena itu, narasi yang terbangun tentang budaya Barat berpotensi mempengaruhi keberhasilan pembelajaran bahasa Inggris.
Di dalam satu fragmen penelitian yang kami lakukan, di sebuah pondok pesantren di Lampung, terbaca ada kerelaan untuk mengajarkan bahasa Inggris, sekaligus ada rasa khawatir terhadap nilai-nilai budaya Barat sebagai sesuatu yang berpotensi mengancam tradisi ke-Islaman. Kerelaan institusi pendidikan Islam di Indonesia untuk mengajarkan bahasa Inggris, tampak karena bahasa Inggris adalah sebuah bahasa internasional dan sebuah lingua franca. Yaitu, bahasa pergaulan dan bahasa penghantar pengetahuan yang berlaku global. Di saat yang sama, kekhawatiran terhadap budaya Barat, bukanlah suatu sikap yang tidak berdasar. Ada banyak sarjana yang menyuarakan potensi kolonialisasi, sekularisasi dan de-Islamisasi dalam pembelajaran bahasa Inggris.
Di dalam tradisi Islam dikenal ajaran khoirul umuuri ausatuha, yaitu anjuran untuk mengambil sikap tengah atau sikap moderat. Di budaya Barat dikenal anjuran yang senada, yaitu the truth is always in the middle. Kebenaran itu selalu berada di titik tengah. Di dunia global dewasa ini, tampak kurang bijak untuk menolak arus globalisasi, yang salah satu imbasnya adalah penggunaan bahasa Inggris sebagai international language dan lingua franca. Sama tidak bijaknya jika memilih untuk tidak secara sungguh-sungguh membelajarkan bahasa Inggris bagi generasi muda Islam.
Institusi pendidikan Islam di Indonesia umumnya adalah sebuah konteks pembelajaran yang multibahasa, dimana bahasa Indonesia eksis secara bersamaan dengan bahasa daerah, bahasa Arab, dan bahasa Inggris. Konteks multibahasa ini bisa menjadi sebuah keuntungan, karena individu yang tumbuh di lingkungan multibahasa cenderung memiliki tingkat kognitif yang lebih tinggi. Namun, konteks multibahasa juga berpotensi melahirkan sikap bahasa yang negatif terhadap bahasa tertentu.
Secara spesifik, makalah ini mengajukan tiga langkah strategis agar pembelajaran bahasa Inggris semakin diterima di madrasah, pesantren, dan perguruan tinggi keagamaan Islam, yaitu: (1) revisitasi konsepsi ‘kecerdasan’ (dzakaa); (2) mengembangkan Islamic specialist English, yaitu pengajaran bahasa Inggris yang selaras dengan tujuan pendidikan Islam, dan (3) mengembangkan Islamic Literature, segala teks atau karya sastra yang kandungan pesannya memiliki akar pada ajaran dan tradisi ke-Islaman. Pengembangan Islamic specialist English dan Islamic literature pada gilirannya akan menjadi respon positif dan konstruktif terhadap isu kolonialisasi, sekularisasi, dan de-Islamisasi dalam pembelajaran bahasa Inggris.
Akhirnya, dari sejarah Islam kita ketahui bahwa menara masjid yang kita lihat hari ini di negeri kita, pada mulanya berasal dari tradisi Majusi yang menyembah api. Islam mengadopsi menaranya dan membuang apinya. Berkaca dari itu, segala hal baik yang dari dunia Barat terkait dengan pembelajaran bahasa Inggris, patut diadopsi dan diadaptasi; dan segala hal yang hari ini tampak berbeda dari tradisi ke-Islaman, patut disikapi secara toleran, ramah, inklusif, pluralis, dan moderat.
Catatan: di atas adalah versi ringkas dari orasi ilmiah berjudul “Menavigasi Pembelajaran Bahasa Inggris di Institusi Pendidikan Islam Kontemporer di Indonesia”, disampaikan pada Sidang Senat Terbuka dalam rangka Pengukuhan Guru Besar Institut Agama Islam Negeri Metro, Sabtu 9 Desember 2023. Versi lengkap dapat diakses melalui tautan: https://repository.metrouniv.ac.id/id/eprint/8875
diposting: ss_humas