Kita kenal Amerika Serikat, merupakan negara yang
mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam jajaran negara dunia pada masa
selepas perang dunia I, II, perang dingin, dan pasifik. Amerika telah bergelut
pada bidang ekonomi dengan melibatkan kemiliterannya untuk mendapatkan sebuah
kekuasaan dengan tujuan mengeksploitasi sumber daya alam serta manusianya.
Setelah politik tidak mempunyai pengaruh kuat dalam pergerakan kekuasaan negara
atas negara lainnya, saat ini bidang ekonomilah yang nantinya dimanfaatkan
untuk memangsa negara lainnya untuk tunduk kepada negara lainnya.
Saat ini, Dollar Amerika, merupakan mata uang yang
paling dominan di dunia, menjadi mata uang yang selalu digunakan dan menjadi
patokan naik turunnya nilai mata uang lokal negara lainnya. Bahkan, dewasa ini
dollar mempunyai andil yang besar dalam penciptaan inflasi dan deflasi
negara-negara dunia. Dollar menjadi magnet tersendiri atas mata uang domestik
negara-negara Uni Eropa, Asia, dan Afrika. Kenapa dollar bisa menjadi mata uang
dunia? Hal itu terjadi karena pergerakan politik Amerika pada masa keemasannya
mengalami kesuksesan dan mempunyai pengaruh atas pasar dunia.
Dominasi Amerika tidak lepas dari kekalahan Jepang
pada saat perang pasifik. Kita tahu dahulu jepang merupakan suatu negara yang
mempunyai kekuatan militer yang sangat kuat, berbasis teknologi dan mempunyai
kemampuan untuk mengoperasikannya dengan baik, namun diruntuhkan oleh kekuatan
politik Amerika yang dikenal sangat jeli memanfaatkan peluang. Sementara itu
runtuhnya komunisme Uni Soviet pada perang dingin atas Amerika menjadikan
pemulusan Amerika untuk menjadi negara yang kuat, sehingga dalam beberapa waktu
Amerika mempunyai kehendak kekuasaan atas kekalahan politik Jepang dan Uni
Soviet atasnya. Sehingga Amerika menjadi negara adi daya di dunia, negara yang
mempunyai daya pengaruh yang sangat tinggi atas negera lainnya. Geliat politik
Amerika menjadi gerakan yang masif dalam merangkul negara-negara di dunia
dengan tujuan dibaliknya adalah untuk menghisap kekayaan negara yang
dihisapnya.
Meskipun Indonesia tidak pernah disadap ekonominya
melalui gerakan penjajahan, seperti Belanda, Jepang dan Inggris, namun pada
kenyataannya Amerika telah banyak mengambil kekayaan bumi Indonesia, Freport
telah menancapkan kakinya di Papua, yaitu pada tahun 1967 yaitu tambang
Erstberg dan tambang Grasberg dari tahun 1988 di kawasan Pura Kabupaten Mimika,
Papua. Hal itu terjadi karena pergerakan politik Amerika yang sangat kuat dan
licin, sehingga Pemerintah Indonesia memberikan hak untuk bekerjasama bidang
pertambangan. Penguasaan ekonomi dengan geliat politik kala itu sangat
berpengaruh atas negara lainnya, termasuk Indonesia.
Pada tahun 1990-an, negara-negara di dunia
berlomba-lomba dalam bidang ekonomi untuk dapat menancapkan kekuasaannya atas
negara lainnya. Terdapat tiga blok ekonomi yang paling menonjol di kala itu,
yaitu Amerika, Jepang dan Uni Soviet. Mereka menjadikan lembaga-lembaga seperti
PBB, WTO, dan IMF menjadi perpanjangan tangan atas kebijakan ekonominya dalam
ranah internasional. Situasi tersebut menjadikan negara yang bergabung di
dalamnya menjadi negara penyokong dan menjalankan apa yang diproyeksikan.
Penguasaan atas negara dengan menggunakan sistem
ekonomi saat ini banyak dilakukan oleh negara-negara yang mempunyai kemampuan
dibidang ekonomi dan didorong oleh kekuatan ekonomi negaranya. Terbukti,
pemanfaatan lembaga Internasional seperti PBB, WTO, dan IMF sangat membantu
dalam memuluskan kepentingan ekonomi negara Jepang, Amerika, dan Uni Soviet.
Tidak menutup kemungkinan penguasaan negara atas negara lainnya dapat dilakukan
hanya dengan politik ekonomminya, tidak harus melakukan pertempuran dengan
genjatan bersenjata seperti pada zaman penjajahan.
Terbukti, dominasi ekonomi dalam konteks eksploitasi
kekayaan lokal banyak dilakukan oleh negara dengan jumlah kekayaan yang
berlimpah melakukan kegiatan pencaplokan dengan memberikan investasi, melakukan
kerjasama, dan turut serta dalam kegiatan ekonomi lokal. Amerika yang saat ini
menjadi negara adi daya lambat laun akan dikacaukan singgasananya oleh
negara-negara yang tidak sepaham dengan kebijakannya, seperti Uni Soviet yang
saat ini adalah Rusia yang tersakiti oleh Amerika kala itu, RRC dan Uni Eropa,
dan negara-negara timur tengah. Negara-negara tersebut menjadi negara yang
mempunyai daya magis yang sangat kuat dibidang ekonomi, dan tidak tertinggal,
Jepang serta Korea Utara dengan segudang teknologinya.
Geliat Politik Ekonomi Tiongkok dan Jepang
Tidak heran dengan Rusia dan Jepang yang sedari dulu
telah berseteru dalam memperebutkan kekuasaan atas negara-negara lainnya dengan
Amerika. Perseteruan politik ketiga negara tersebut berlanjut ke sektor ekonomi
saat ini, dengan memanfaatkan lembaga-lembaga Internasional di atas. Namun,
keberadaan ketiga negara tersebut saat ini telah diusik oleh Cina. Cina dengan
perkembangan sektor ekonomi yang pesat membuat ketiga negara tersebut menjadi
salah satu negara super power bidang ekonomi yang menjadi tandingan negara yang
telah mapan terlebih dahulu. Pergerakan ekonomi Cina lambat laun mulai
meleburkan kekuasaan Amerika yang menjadi negara yang sangat berpengaruh di
dunia.
Cina dengan perkembangan ekonomi yang sangat pesat
mengakibatkan banyak negara kalang-kabut dalam mengatasi pergerakan ekonomi yang
dibawanya. Persaingan ekonomi RRC yang kita tahu saat ini sangatlah krusial,
Cina berani melakukan investasi di berbagai sektor. Hal itu terjadi karena
pertumbuhan ekonomi Cina dari sektor UMKM sampai kepada teknologinya sangat
pesat. Salah satu kecanggihan teknologi Cina adalah kereta cepat yang
dimilikinya, teknologi tersebut mengantarkan Cina yang memenangkan tender
kereta cepat Indonesia, mengalahkan kompetitornya, seperti Jepang. Dewasa ini
Cina banyak memenangkan tender dengan negara-negara lainnya. Bahkan, Amerika
yang katanya negara adi daya tidak dapat memberikan jawaban atas gerakan
politik ekonomi Cina.
Politik ekonomi yang selama ini digencarkan oleh
Tiongkok membuat negara lainnya mengalami degradasi bidang ekonomi. Selain
melakukan persaingan bidang teknologi yang mudah dijangkau dan berstandarkan
nasional, Tiongkok juga melakukan investasi-investasi lokal yang mengakibatkan
banyak saham dalam negeri dimiliki oleh Tiongkok.
Kemajuan ekonomi Tiongkok tidak bisa lepas dari
kebijakan yang dilakukannya, ZEK (Zona Ekonomi Khusus) yang diterapkan Tiongkok
pada kekelamannya. Dahulu politik yang demikian santar jadi perbincangan,
dengan investasi besar-besaran yang dibuka oleh pemerintah Tiongkok. Bahkan
banyak yang tidak percaya dengan kemajuan pembangunan Tiongkok dengan investasi
yang dibukanya atas negara lainnya.
Politik ekonomi yang serupa yang dilakukan oleh
Tiongkok kepada negara lainnya. Setelah lama Tiongkok menerima berbagai bentuk
investasi saat ini negara komunis ini mencapai level ekonomi yang kian
meningkat, bahkan saat ini Tiongkok mulai melakukan investasi kepada
negara-negara lainnya, mereka mampu memutar posisi negara yang dulunya menjadi
negara penerima investasi menjadi negara yang siap kapan saja memberikan
investasi ketika diminta untuk melakukan investasi, seperti halnya investasi
yang dilakukan kepada Indonesia.
Investasi yang dilakukan akan menyebabkan peningkatan
pembangunan lokal, namun dibalik itu semua pasti ada beberapa hal yang harusnya
diberikan kepada negara pemberi investasi. Selain bagi hasil dari dari
pembangunan yang dilakukan. Perlu kita ingat politik ekonomi Amerika atas
Papua, dimana dibalik kerjasama yang ditandatangani pasti ada hal
positif-negatif yang akan didapatkan.
Selain Tiongkok yang melakukan pergeliatan bidang
pembangunan domestik Indonesia, terdapat juga Jepang dengan dalih melakukan
perbaikan dan peningkatan fasilitas negara melakukan investasi besar-besaran.
Mereka tidak pernah merasa sakit hati atas kekalahan proyek kereta cepat atas
Cina.
Belum lama ini kunjungan diplomasi Indonesia dan
negara ASEAN lainnya dalam acara pameran teknologi Jepang, secara implisit
menegaskan ketersediaan Jepang untuk melakukan kerjasama pengadaan persenjataan
perang nega-negara ASEAN. Selain itu pertemuan diplomasi Jepang dengan
pemerintah Indonesia dalam pembicaraan trkait peningkatan dan pembangunan
landasan udara yang nantinya akan menghubungkan Los Angles Amerika Serikat,
namun dengan melalui Jepang. Hal itu merupakan indikasi Jepang yang ingin
meraup untuk atas kerjasama investasi tersebut.
Di sisi lain, Jepang juga melakukan investasi bidang
pembangunan perbatasan negara. Jepang ingin turut andil dalam pembangunan
infrastuktur perbatasan Indonesia dengan negara tetangga. Investasi-investasi
yang dilakukan oleh Tiongkok dan Jepang tersebut mengindikasikan bahwa
pembangunan negara ini harus digalakkan dengan segera. Namun jika
ketergantungan terhadap negara lain maka ke depan negara ini akan selalu
dieksploitasi oleh negara lain. Penjajahan jalan kedua akan terjadi dinegara
ini jika negara ini nantinya tidak mampu bertahan dengan investasi yang
diterima. Bukan tidak mungkin nantinya ketika ekonomi domestik menurun,
investasi banyak dimiliki oleh asing.
Dibalik Investasi Tiongkok dan Jepang untuk Indonesia
Pemanfaatan investasi dari asing harus dilakukan
dengan baik. Perhatian khusus harus diberikan terhadap investasi yang diterima.
Ketahanan negara terhadap investasi asing harus ditingkatkan dengan mengelola
investasi domestik. Karena bukan tidak mungkin kebijakan investasi ke dua
negara tersebut ke depan akan mencatut dan mengeksploitasi kekayaan negara.
Meskipun persaudaraan dengan dua negara tersebut sudah dilakukan sejak lama,
namun perlu kita ingat, Jepang dahulu pernah melakukan penjajahan terhadap
Indonesia, sedangkan Cina merupakan negara komunis yang mempunyai banyak
kreativitas untuk berinovasi.
Faktanya juga du negara tersebut selalu bermain dalam
bidang teknologi dalam negeri, seperti halanya kendaraan bermotor. Banyak
produk teknologi dua negara tersebut beredar di dalam negeri. Bahkan, lalu
lintas Jakarta sangat padat hanya karena olah teknologi kedua negara tersebut.
Negara ini sudah sangat ketergantungan dengan
teknologi dua negara tersebut dan ditambah dengan investasi yang
digencarkannya. Maka Indonesia saat ini harus menanggapi kedaulatan kedua
negara tersebut yang melakukan pergejolakan investasi di dalam negeri dengan
strategi khusus yang harus dicanangkan. Jangan hanya menerima kemajuan
teknologi dengan cuma-cuma dan perjanjian investasi haruslah menguntungkan dan
meningkatkan keadaan ekonomi negara.
Negara ini perlu mencontoh kebijakan ZEK yang pernah
diterapkan oleh Tiongkok. Investasi yang diterima harus digunakan untuk
melakukan pembangunan-pembangunan fasilitas dan ekonomi negara dan daerah. Dengan
investasi yang diterima, Indonesia harus mampu bangkit dari keterpurukan bidang
ekonomi. Target pertumbuhan ekonomi harus dapat tercapai dengan investasi yang
diterima, tentunya juga harus didukung dengan tenaga ahli yang mampu
memdayagunakannya. Perlu kita ingat bersama bahwa kerjasama tersebut juga akan
mendegradasi tenaga ahli lokal, karena pengerjaan pembangunan nasional tersebut
akan benyak memanfaatkan tenaga negara asal, seperti pekerja asal Tiongkok dan
Jepang.
Penulis: Dwi Nugroho