Presidenku

20WEPO

Tahun 2019 ini adalah tahun dimana banyak masyarakat bahagia, namun juga
banyak masyarakat yang kecewa dan juga banyak masyarakat yang menumpahkan
segala harapan untuk bangsa Indonesia. Itulah hasil dari pesta demokrasi, pesta
bagi semua kalangan masyarakat, menyambut mudanya birokrasi bangsa dengan
diwarnai berbagai keadaan dan kondisi. Warna-warni situasi dan kondisi tentu
adalah hal yang wajar.


Tidak perlu risau dengan semua keadaan yang terjadi, setelah pesta
demokrasi melahirkan apa yang seharusnya dia lahirkan. Tidak perlu menambah
kekacauan dan huru-hara dengan melakukan tindakan-tindakan yang tidak perlu
dilakukan. Namun, bukan berarti kita diam dan menerima yang dalam fikiran tidak
sesuai hati nurani.


Pesta demokrasi telah melahirkan presiden baru Indonesia. Meskipun yang
melanjutkan adalah badan yang sama, namun tentu dengan semangat dan progres
yang juga berbeda. Rakyat tidak perduli siapa, berapa periode dan bagaimana
caramu naik di kursi kekuasaan. Rakyat tentu lebih melihat apa kerjamu dan
kontribusimu, dalam menampung serta menindaklanjuti segudang harapan yang telah
lama dikandung rakyatmu sendiri.


Rakyatmu menginginkan perubahan yang mampu membuatnya terus merasa aman
dan nyaman berada di negeri sendiri. Rakyatmu tidak terlalu menginginkan
perubahan yang membuatnya kaya, namun cukup memberikan kesejahteraan dan
pembelaan yang pantas untuknya. Jikat setau rakyat negara ini adalah negara
hukum, maka perlihatkanlah pada rakyat bahwa negara ini pantas untuk dianggap
sebagai negara hukum. Perlihatkan bagaimana hukum adalah untuk melindungi bukan
untuk menakut-nakuti. Hukum untuk membela bukan tempat berdalih untuk mencari
pembelaan.


Jika negara ini adalah negara bernafaskan pancasila, maka tunjukan bahwa
seluruh masyarakatnya adalah masyarakat yang beragama. Misalnya, Jangan lagi berburuk
sangka jika ada pihak yang ingin menyelesaikan seluruh permasalahan negara dengan
kembali pada kitab suci agama, bukan selalu mengacu kepada undang-undang negara.
Percayalah bahwa ia bukan berarti melanggar dan ingin mengkudeta undang-undang
dengan kitab sucinya. Melainkan hanya ingin mencari solusi dari semuanya.


Jika ingin menunjukan kemanusiaan yang adil dan beradab, maka jangan lagi
membangun di atas penderitaan rakyat. Jangan lagi memenuhi kebutuhan dari
melucuti sumber kebutuhan rakyat.


Jika ingin melaksanakan persatuan Indonesia, maka ciptakan suasana
kerukunan, tidak ada saling tuduh antara satu dengan lainya.


Jika ingin melaksanakan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, maka perketatlah sistem
pemerintahan, sempitkanlah kesempatan bagi mereka para pencuri uang rakyat


Jika menginginkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, maka
ciptakan kondisi yang tidak membuat rakyat merintih hingga meneteskan air mata
karena merasa tidak ada keadilan. Jangan lupakan masyarakat bawah, dan
pedulikan kepentingan mereka.


Rakyatmu sudah banyak berharap dan teralu sering memohon. Maka, tidak ada
salahnya menahan nafsu sedikit untuk mengabulkan jutaan harapan rakyat ini. Bila
perlu, kencangkan sedikit ikat pinggangmu dan banyaklah membuat rakyatmu ingin
mengendurkan ikat pingganya karena bertambahnya ukuran perut mereka.


Salam sejahtera

Penulis : WEPO


 


 


 


"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.