PROBLEM UMUM PENELITIAN PEMULA

99WhatsApp-Image-2019-07-31-at-08.39.11_11

Oleh Muhamad Nasrudin

Dosen Fakultas Syariah IAIN Metro

 

Para peneliti pemula biasanya
mengalami banyak masalah dalam perjalanan risetnya. Saya merangkum 12 catatan
penting yang sekiranya bermanfaat untuk pengembangan riset.

Catatan ini saya kumpulkan dari
forum I dan forum II pada Progress Report Review Penelitian dan
Pengabdian 2019 di IAIN Metro. Sayangnya saya tidak bisa bergabung dengan forum
III, karena saat saya masuk forum sudah selesai. Hehe…

Saya menyampaikan terima kasih
tak terhingga kepada para reviewer, Pak Ahmad Zainul Hamdi, Dr. Mahrus As'ad,
Dr. Widya Ninsiana, Prof. Tulus Suryanto, dan Prof. Mufidah CH. Terima kasih
atas pencerahan, silaturahmi, dan silatul ilminya.

Berikut catatannya. Selamat
menyimak.

 

1. Judul

Peneliti cenderung menggunakan
judul yang bombastis, padahal isinya ya begitu-begitu saja. Misalnya mengkaji
Islam Radikal di Indonesia, eh… ternyata yang dikaji cuma di satu desa kecil
di ujung Lampung Selatan. Hihi…

Ya memang sih, judul penelitian
harus eye chatcing, tetapi ia dituntut harus direct ke subjek
pembahasan. Sebab itu, boleh saja menggunakan judul besar yang wow, tetapi
tambahkan judul kecil sebagai qayyid bagi judul besar tersebut. (Hamdi:
2019).

Apalagi dalam riset kualitatif
yang tidak memiliki pretensi untuk melakukan generalisasi, maka kesantunan
untuk tidak terdengar bombastis dalam judul menjadi sangat penting untuk
diperhatikan. (Hamdi: 2019).

 

2. Bab I Pendahuluan

Seringkali peneliti memindah proposal penelitian menjadi bab 1
Pendahuluan. Padahal keduanya berbeda. Proposal adalah rencana, sedangkan bab 1
adalah laporan. Sebab itu bab 1 tidak boleh mengandung nuansa rencana. (Hamdi:
2019)

 

Salah satu caranya adalah
hilangkan frase "peneliti akan", "riset ini akan",
"analisis akan mengunakan" dan semacamnya. Langsung saja declare
bahwa "peneliti sudah melakukan".

 

3. Latar Belakang

Latar belakang pada prinsipnya
menceritakan konteks dan kondisi di mana permasalahan itu muncul. Ia harus
berbasis pada gap yang benar-benar aktual dan faktual.

Latar belakang harus mampu
meyakinkan pembaca bahwa riset tersebut penting. Ia juga harus mampu membuat
orang penasaran. Maka jangan banyak obral data di latar belakang, tapi
perbanyaklah kegelisahan akademik. (Mufidah: 2019).

Latar belakang harus banyak
mencantumkan kajian terdahulu yang menunjukkan bahwa riset tersebut penting dan
problematik untuk diteliti. Kalau latar belakang sepi dari referensi, itu
namanya kesimpulan. Hehe… (Suryanto: 2019).

Untuk menunjukkan bahwa riset tersebut
signifikan, perlu juga ditambahkan kontribusi apa yang hendak diberikan dari
riset tersebut. Kontribusi keilmuan, kontribusi praktis, atau kontribusi dalam
bidang policy maker. (Suryanto: 2019).

 

4. Rumusan Masalah

Banyak peneliti yang hanya
menambahkan tanda tanya di judul penelitian lalu simsalabim judul tersebut
berubah menjadi rumusan masalah. Padahal rumusan masalah adalah kunci bagi
penelitian. (Hamdi: 2019)

Oleh sebab itulah, rumusan masalah harus jelas agar penelitian bisa
dilaksanakan dengan baik. Rumusan masalah yang baik akan menuntun kepada metode
yang tepat. Yang tak kalah penting, rumusan yang tepat akan mendapatkan jawaban
yang memuaskan.

 

5. Metodologi penelitian

Metodologi penelitian dalam
laporan penelitian harus bersifat laporan, bukan rencana. Maka ia harus
menceritakan siapa subjeknya, siapa informannya, sampling seperti apa, apa saja
datanya, bagaimana cara menganalisisnya. Semua harus definitif, tegas, dan
jelas. Profil subjek harus clear. (Hamdi: 2019)

 

6. Konsep Kunci

Kata kunci atau konsep kunci yang
disebut dalam judul harus jelas dan tegas. Jangan menggunakan kata kunci yang
terlalu lebar cakupannya atau kata kunci yang bias maknanya.

Peneliti harus sadar bahwa setiap
kata kunci punya ideologinya sendiri. Sebab itu, peneliti harus telaten membaca
riset-riset terdahulu dalam subjek tersebut. Peneliti harus menegaskan konsepsi
seperti apa yang ia kehendaki dengan kata kunci tersebut dalam risetnya.
(As'ad: 2019).

Kata kunci juga harus jelas parameternya, terutama dalam kajian
kuantitatif. Misalnya kata "masyarakat miskin", harus jelas versinya
siapa, parameternya apa. (Suryanto: 2019)

 

7. Landasan Teori

Landasan teori yang digunakan
dalam bab 2 harus sinkron dengan kata kunci atau konsep kunci yang dibahas
dalam riset tersebut. Jangan mencantumkan teori yang tidak relevan dengan topik
yang dikaji. (As'ad: 2019).

 

8. Narasi

Hilangkan bahasa buku atau bahasa
jurnal. Dalam artian, gunakan bahasa sendiri untuk mengungkapkan riset
terdahulu atau landasan teori. Ini penting untuk mengurangi tingkat similarity
saat dicek plagiarism-nya. (Suryanto: 2019).

 

9. Analisis

Titik sentrum dalam analisis
adalah temuan riset, baik dalam library research ataupun field
research
. Jangan mengulang kembali teori yang sudah dipaparkan sebelumnya.
Teori harus diletakkan sebagai teman dalam pemaparan temuan riset. (Mufidah:
2019).

 

10. Informan

Dalam kasus tertentu, informan
tidak harus key person yang bersifat policy maker. Informan bisa
pihak lain yang memiliki concern atau pihak yang paling terkena impact
dari sebuah fenomena yang dikaji.

 

Misalnya soal keluarga sakinah dalam keluarga poligami, jangan tanya
suami atau istrinya. Coba tanya anak dan tetangganya. Dalam kebijakan
lingkungan kampus, misalnya, coba sesekali jadikan tukang sapu, satpam,
mahasiswa pecinta alam, atau Pramuka sebagai informan. (Mufidah: 2019).

 

11. Kualitatif

Dalam riset kualitatif, jenis risetnya harus diperhatikan. Apakah itu case
study, multicases study, site study,
atau multi sites study? Jika
objeknya tunggal, ya langsung menukik saja. Tetapi jika subjeknya jamak, maka
jadikan satu objek sebagai sentrum, lalu dikomparasikan dengan objek lain.
(As'ad: 2019)

 

12. Referensi

Pastikan semua referensi yang
dikutip dicantumkan dalam daftar pustaka. Pastikan semua yang ada di daftar
pustaka dikutip dalam riset. Gunakan model perujukan yang konsisten. Gunakan
aplikasi management reference untuk memudahkan. Jika menggunakan
aplikasi, perhatikan model sitasinya, juga ketika penelitinya rombongan dan
ditulis di banyak komputer. (Ninsiana: 2019, Suryanto: 2019).

 

Nah, itulah beberapa masalah yang sering muncul dan bagaimana
menyikapinya. Semoga bermanfaat. Selamat meneliti.

Logo UIN Jusila White

Campus 1

Jl. Ki Hajar Dewantara 15 A Iringmulyo, Kota Metro, Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung – Lampung, Indonesia

Campus 2

Jl. Ki Hajar Dewantara 38 Banjarejo, Batanghari, Lampung Timur, Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung – Lampung, Indonesia

🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

Contact Us

Email : iainmetro@metrouniv.ac.id
Phone : 0725-47297, 41507
Fax : 0725-47296

Metrouniv Library

Copyright © 2021 State Islamic University of Jurai Siwo Lampung, Metro, Indonesia

Menu

Q-Link

Radio

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.