socio
echo
techno
preneurship

MeTROUNIV Article

Prodi Segalanya?

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Prodi Segalanya?

metrouniv.ac.id – 25/08/2022 _ 27 Muharam 1444 H

Dharma Setyawan, M.A. (Kaprodi Ekonomi Syariah IAIN Metro)

Kalau kita mau mempromosikan kampus, tentu yang pertama adalah ada prodi apa saja? Akreditasinya apa? Kualitas lulusannya bagaimana? Pelayananannya seperti apa? Generasi milenial hari ini lebih cerdas soal ini. Jadi jangan main-main dan menyepelekan kerja-kerja di prodi. Administrasi di kampus juga sama pentingnya. Maka tenaga tendik sangat berperan penting dalam pelayanan. Mereka adalah garda terdepan bersama dosen membuat mahasiswa nyaman dan tercerahkan.

Jika alumni kecewa, maka ini akan berdampak buruk bagi citra prodi. Kampus negeri punya persoalan terkait pelayanan, merasa sudah ditanggung negara tapi pelayanan buruk. Hal ini jamak dirasakan di kampus negeri. Kalau tidak berbenah, banyak kampus negeri yang tertinggal jauh secara akreditasi. Padahal Nadiem Makarim mengingatkan akreditasi pun tidak menjamin mutu, lalu kalau tidak terakreditasi itu menunjukkan fakta semakin tidak bermutu.

Selain unggul secara akreditasi, prodi harus punya peran di masyarakat. Dampak dari kerja-kerja pengabdian adalah jejak bahwa prodi punya sumbangsih kelilmuan di tengah masyarakat. Selain itu riset berperan penting bagi recognition (pengakuan) nasional dan internasional, di sisi lain juga dibaca oleh akademisi lain di luar kampus. Hasil riset dapat tercermin dari pola kerja nyata pemberdayaan di masyarakat. Di tengah masyarakat awam gelar tidak berguna jika tidak bisa dipahami bahasa masyarakat. Doktor dan Profesor dipertaruhkan ikut mencerahkan dan punya andil solusi di tengah badai persoalan negeri. Jika intitusi kampus tidak menjadi contoh baik, terjadi banyak korupsi, lalu lembaga apa yang menjadi contoh baik di negeri ini setelah polri dan politisi kita berlomba-lomba melanggar hukum?

Prodi adalah segalanya, kampus harus memberi porsi besar bagi kenaikan akreditasi. Para kaprodi harus di dukung dan jangan dibebankan administrasi dan tugas seremonial. Kaprodi adalah ujung tombak Tri Dharma, kaprodi dan dosen adalah penggerak pencapaian kualitas mahasiswa. Seorang profesor di kampus besar ketika tidak menjabat mereka akan kembali ke prodi, membaktikan keilmuannya, bukan sekadar sibuk berpolitik atau berebut jabatan. Manusia di kenang bukan karena jabatan, pangkat, atau gelar, tapi manfaat ilmu untuk kemanusiaan.  (DS)

Artikel Terkait

Fab City & Fab Village?

metrouniv.ac.id – 10/09/2022 _ 14 Safar 1444 H Dharma Setyawan, M.A. (Kaprodi Ekonomi Syariah IAIN Metro) Intinya mendorong wilayah untuk

Anak Muda & Demokrasi Desa?

metrouniv.ac.id – 09/09/2022 _ 13 Safar 1444 H Dharma Setyawan, M.A. (Kaprodi Ekonomi Syariah IAIN Metro) Ketika mendengar demokrasi desa,

Tridarma Transformatif?

Hasil forum APSESI (Asosiasi Program Studi Ekonomi Syariah Indonesia) di IAIN Metro Lampung 26-28 Agustus 2022 ada point penting yang

KUNCI KEBERHASILAN HIDUP

metrouniv.ac.id – 01/09/2022 _ 05 Safar 1444 H Dr. Mukhtar Hadi, M.Si. (Direktur Pascasarjana IAIN Metro) Al-qur’an sebagai dasar utama

"Ayo Kuliah di IAIN Metro"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di IAIN Metro"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.