Bagian 2
metrouniv.ac.id – 24/03/2023 _ 2 Ramadhan 1444 H
Dr. Siti Nurjanah, M.Ag. PIA (Rektor IAIN Metro)
Memasuki hari kedua puasa Ramadhan kali ini, menjadi moment penting bagi kita, karena kita tidak tahu apakah besok atau lusa masih mendapatkan kesempatan melanjutkannya atau tidak. Apalagi puasa hari kedua di tahun mendatang, pasti kita tidak ada yang tahu. Oleh sebab itu, banyak hal yang bisa kita pelajari kali ini.
Puasa Ramadhan memang sangat istimewa dari puasa lainnya. Banyak peristiwa yang dapat dipetik didalamnya. Seperti pagi ini, saya mendapatkan kiriman whatsapp dari kolega yang menyampaikan perihal kerjanya yang ternyata curhat tentang kegagalannya menghadiri undangan dan memberitahukan pengunduran tanggal pelaksanaannya kembali. Disini saya diuji kesabaran, karena menyampaikan hal yang begitu urgen hanya dengan entengnya melalui whatsapp. Apalagi kegiatan-kegiatan sebelumnya juga blm ada yang dilaporkan baik lisan maupun tertulis. Padahal sangat dibutuhkan implementasinya di kampus. Kejadian ini memicu menurunnya kesabaran saya dengan membalas whatsapp dengan kalimat yang meninggi. Intinya saya katakan, bahwa ikut kegiatan beberapa kali tidak melaporkan dan bahkan implementasi di kampus juga belum terlihat, bagaimana akan terukur keberhasilan program kegiatannya. Begitulah sejatinya manusia sarat dengan kondisi emosional beragam, bisa naik bisa turun layaknya juga iman yang demikian juga.
Bulan puasa membekali kita untuk terus melatih kesabaran. Banyak ujian yang hadir di tengah-tengah keseharian kita, baik di tempat kerja atau dimanapun kita berada. Setiap kita dihadapkan oleh peristiwa yang memicu kemarahan, maka kita harus tahan kemarahan tersebut, dan kita ajari diri kita sendiri untuk mengingat bahwa kita sedang puasa.
Perkara kecil sepertinya memelihara kesabaran itu terkesan enteng, namun pada praktiknya sangat sulit luar biasa. Menyesuaikan antara ucapan dengan hati. Saya sudah keceplosan bicara dengan nada tinggi hari ini, akibat menahan cukup lama, tidak juga dipahami kolega kerja. Ada saja faktor pendukung pemicunya yang membuat suasana itu terjadi. Awalnya bermula dari kolega kerja yang tidak berupaya segera melaporkan hasil dinas luarnya berdasarkan penugasan sejak awal tugas. Akibatnya saya tidak tahu perkembangan kegiatan secara berkelanjutan. Tiba-tiba ada lagi panggilan tugas berikutnya sebagai kelanjutan kegiatan sebelumnya, dan hanya memberitahukan melalui whatsapp. Itulah mengapa pikiran saya memuncak dan akhirnya tidak bisa membendung nada tinggi.
Selanjutnya, Allah menyadarkan saya dengan mengingat bahwa saya sedang puasa, seketika saya turunkan nada tinggi dan meminta maaf kepadanya serta memberitahukan bahwa sesungguhnya saya hanya ingin dirinya memahami akan tugas dan tanggung jawab dalam kerja yang telah diamanahkan kepadanya. Sehingga selanjutnya dapat memperbaiki sikap dan berbuat lebih baik lagi.
Seperti kita ketahui bahwa, sabar itu salah satu kunci kesuksesan. Allah menyukai orang orang yang sabar, begitu Allah berfirman dalam Al Qur’an. Sabar dalam suasana puasa sangat penting, menjadi rem suasana hati dan hawa nafsu untuk dikendalikan sedemikian rupa. Ini juga yang kemudian menjadi pernak pernik puasa Ramadhan; rutinitas atau pilihan? Puasa menjadi perisai pengendalian hawa nafsu, agar dapat terkontrol dengan baik lisan, fikir, dan rasa.
Mengutip nasehat Abah Maulana Habib Luthfi bin Hasyim bin Ali bin Yahya, bahwa “puasa di bulan Ramadhan ini bisa diibaratkan dengan upaya membersihkan kerak-kerak yang ada di rongga perut yang sudah mengendap selama sebelas (11) bulan, puasa Ramadhan inilah fungsinya melakukan pembersihan itu, agar hilang kerak-keraknya, sehingga hilang penyakit dan menjadi sehat sesudahnya”. Mari kita pahami nasehat beliau dengan makna yang lebih luas lagi, agar menjadi pegangan kita dalam melaksanakan puasa lebih baik dari tahun tahun sebelumnya. Demikian sedikit tulisan yang dapat saya uraikan hari ini, sebagai peringatan kita bersama akan pentingnya berlaku sabar dalam suasana puasa Ramadhan untuk menggapai pahala puasa yang kita rindukan. (penulis : Nur, Posting : SS_Humas)