Ramadhan Ibadah Multidimensi

bg dashboard HD

metrouniv.ac.id – 13/03/2024 – 2 Ramadhan 1445 H

Dr. Ahmad Supardi Hasibuan, M.A. (Kepala Biro AUAK IAIN Metro)

Ibadah Puasa Ramadhan memiliki beberapa dimensi. Pertama, dimensi ritual, sebab Ibadah Puasa Ramadhan adalah perintah Allah SWT yang bersifat pasti, telah ditentukan tata cara mengerjakannya, dan bernilai ibadah di sisi Allah SWT, dengan tujuan utama menjadi insan muttaqien, suatu derajat tertiunggi di sisiNya. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibakan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan kepada ummat-ummat sebelum kamu, mudah-mudahan kamu menjadi orang yang bertaqwa” (Q.S. Al-Baqarah: 183).

Perintah ini secara nyata menegaskan bahwa Ibadah Puasa Ramadhan adalah satu ibadah yang bersifat ritual dan merupakan perintah langsung dari Allah SWT. Kedua, dimensi universal. Sejarah mencatat bahwa ibadah puasa adalah termasuk ibadah kuno yang bersifat universal sebab berdasarkan informasi yang disampaikan Al-Qur’an, ibadah ini telah diwajibkan kepada umat-umat sebelum umat Muhammad. Sekalipun tak disebutkan sejak kapan dan oleh umat yang mana, namun diyakini bahwa seluruh umat telah melaksanakannya. Hal ini dibuktikan dengan berbagai catatan sejarah, yang menyebutkan bahwa hampir semua bangsa-bangsa yang ada di dunia melaksanakan apa yang disebut dengan berpuasa. Hanya saja syarat, rukun, tujuan, waktu, niat dan tata cara dalam melaksanakannya, tentu saja berbeda antara satu sama lain.

Berdasarkan kajian para ahli dan literatur ilmiah yang ditemukan, bahwa bangsa India, Cina, Mesir Kuno, Yunani, Yahudi, Romawi, Persia, Jawa Kuno, Arab Jahiliyah, Buddha, Hindu, dan termasuk dalam agama-agama yang dianut penduduk bumi, baik agama samawi maupun agama duniawi, masing-masing telah mengajarkan dan mengamalkan puasa pada hari atau bulan tertentu dalam setiap tahun. Bukan hanya itu, puasa telah digunakan orang tertentu untuk berbagai kepentingan seperti kepentingan politik, dengan melakukan mogok makan selama beberapa hari tertentu, sampai dengan tuntutan keinginannya dipenuhi, bahkan ada yang menjahit mulutnya, sehingga tidak bisa makan dan minum.

Puasa juga telah digunakan orang untuk kepentingan menjaga kelangsingan tubuh, sebab dengan tidak makan dan minum akan dapat mempertahankan berat badan. Puasa juga telah digunakan untuk kepentingan operasi, dengan tidak boleh makan dan minum dalam jangka waktu tertentu, sebelum dilaksanakannya operasi. Puasa bukan hanya dilakukan oleh manusia, tetapi hewanpun melaksanakannya, dalam rangka kelangsungan dirinya. Seekor ulat melakukan puasa, sehingga dirinya berubah menjadi kepompong, kemudian berubah menjadi kupu- kupu yang sangat cantik dan mahal harganya jika diawetkan.

Ketiga, dimensi sosial sebab orang yang melaksanakan Ibadah Puasa Ramadhan selama satu bulan penuh akan merasakan lapar dan dahaga sepanjang hari, sekalipun tersedia makanan yang lezat dan terhidang di depan mata, namun makanan tersebut tidak boleh dimakan sebab akan membatalkan ibadah puasa ramadhan itu sendiri. Orang yang berpuasa selama satu bulan penuh akan senantiasa merasakan lapar yang tidak terhingga yang selama ini menjadi penderitaan dan kebiasaan fakir miskin. Perasaan ini akan selalu bersemai dan tumbuh subur dalam diri orang yang berpuasa bulan ramadhan. Bila perasaan ini tetap tumbuh dengan subur maka perasaan itu akan tertanam semakin dalam dan akan menimbulkan satu sikap keprihatinan yang sangat mendalam terhadap sesamanya yang tidak mampu yang nota bene mereka itu adalah merupakan saudaranya sendiri dalam seiman dan seagama sesuai firman Allah, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah bersaudara”.

Wallahu a’lam.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.