Kupejamkan mata dalam diamku telusuri alam maya
Kuikuti ke mana arah pikiranku berkelana
Memburu bayangan semu bianglala
Datang dan pergi bak fatamorgana
Lambaian tanganmu memanggil tanpa wujudmu
Desahanmu dalam suara angin membelaiku
Bayu yang mengharu biru bak kecupan mesra di kepalaku
Aroma semerbakmu jatuhkan aku dalam alam bawah sadarku
Kubenturkan kepalaku agar sirna bayanganmu
Kehembuskan kuat nafasku agar tak terhela nafasmu
Kucoba hentikan degub jantungku agar tidak menyatu dengan jiwamu
Namun apa daya semua tak mampu atasi rasa alfaku
Sesal memujamu tak tak lagi bisa atasi gejolak jiwa
Semakin ingin terbang menjauh semakin dekat pada hakekatnya
Rasa yang menjelma pedih perih terasa
Namun terlanjur jadi tali jiwa yang tak bernama
Kucari lentera yang mampu terangi jiwa penuh asa
Kususuri jalan tuk temukan titik semula
Namun gelap segera menghadang dan berganti temaram
Menyergap membentuk sesosok bayangan yang pelan terus menjelma
Wahai Zat Yang Maha Agung tempat kuberlindung
Rasa alfaku semakin tak terbendung dan jasadku lemah terkungkung
Masih adakah tempatku tuk bergantung
Menyandarkan diri melepas lelah di dadaMu Yang Agung
Metro
200319
Umami