Dharma Setyawan, M.A. (Kaprodi Ekonomi
Syariah IAIN Metro)
“Jadikan hidup
Anda terbakar. Carilah mereka yang mengipasi apimu. ”- Rumi
Tidak ada proses
pengetahuan berjalan dengan instan. Gagasan dan gerakan harus berjalan
beriringan. Kesabaran menemani para penggerak, adalah kesadaran untuk tumbuh
bersama. Hidup bukan hanya menemukan jawaban-jawaban, tapi juga bagaimana
memperbaiki kualitas pertanyaan. Saling belajar, saling mendengar, saling
berbagi inspirasi tentang tindakan-tindakan baik.
Sekolah desa
hanya bagian kecil pintu masuk melihat Desa dari banyak sisi. Ada banyak sekali
hal yang tidak kita ketahui, semakin banyak belajar tentu kita akan selalu
merasa bodoh. Dari pemetaan yang ada, masalah yang ada pada desa menjadi titik
awal mencari solusi. Ada 3 predikat melihat capaian dari Sekolah Desa yaitu
Desa Sehat, Desa Cerdas dan Desa Hebat.
Desa Sehat
adalah kondisi desa yang sudah terpenuhi pengembangan sumber daya manusia. Dari
mulai terpenuhinya transformasi pendidikan bagi generasi muda, kesetaraan
perempuan, pemerintah desa yang inklusif dan sikap mau terbuka untuk terus
belajar dari banyak pihak. Pendidikan tranformasi ini dapat dilakukan melalui
jalan kebudayaan, tradisi keagamaan atau pembelajaran berbasis praktik. Selama
ada penggerak yang konsisten memberi jalan edukasi, maka desa akan muncul
generasi yang selalu melakukan praktik-praktik untuk kemajuan desa.
Desa Cerdas
adalah kondisi desa yang mendayagunakan sumber daya manusia dalam aspek
teknologi dan informasi. Smart Village bukan hanya jargon, tapi bagaimana
kesadaran mengenalkan teknologi bukan
menjadi titik balik buang energi. Jika salah arah, generasi muda menjadi
nir-sosial. Dengan kesadaran penuh teknologi dapat mendorong peningkatan
pelayanan menjadi lebih simple, embrio ekonomi kreatif, dan mengembangkan
marketing Digital. Pihak pemerintahan desa melihat smart village salah satunya
yaitu terpenuhinya bank data tentang potensi yang dimiliki desa. Kalau ada yang
mendaku desa cerdas, seyogyanya tidak ada lagi aparatur desa meminta berkas KTP
warga dalam pelayanan administrasi. Semua sudah terdigitalisasi lengkap tentang
data warga desa mulai dari pendidikan, pekerjaan, sampai asset yang dimiliki
seluruh warga desa.
Desa Hebat
adalah kondisi desa yang mengalami surplus dari berbagai potensi yang dimiliki.
Alat ukurnya dapat dibandingkan dengan capaian target dunia misal SDGs, target
nasional atau capaian yang ditarget daerah. Jika capaian sudah melampui target
yang dituju, maka predikat desa hebat dapat disematkan. Pada umumnya capaian
ekonomi selalu menjadi primadona atau alat ukur utama. Selain ekonomi,
desa-desa hebat dapat muncul dengan berbagai keunggulan masing-masing seperti
lingkungan hidup, budaya, keamanan, teknologi tepat guna, system informasi atau
pelayanan publik dan lainnya.
Sekolah Desa
seharusnya dapat dibangun mandiri disetiap desa. Karena kerja-kerja pendidikan
tidak boleh berhenti. Diskursus tentang Desa masih minim menjadi perbincangan
serius bagi warga desa. Lembaga pendidikan yang memiliki pusat studi desa juga
masih sangat minim. Berbagai upaya harus dilakukan menempatkan desa sebagai
subjek. Jumlah desa yang lebih banyak dari kota harus mendapat prioritas untuk
terus dibahas dalam berbagai seminar, workshop, sampai obrolan di warung-warung
kopi.