Sekolah

bg dashboard HD

metrouniv.ac.id – Dharma
Setyawan, M.A. (
Kaprodi Ekonomi Syariah IAIN Metro)

"Non schole, sed vitae discimus", kita belajar bukan untuk
sekolah melainkan untuk hidup (Seneca).

Selama ini kita salah memahami literasi yaitu segala sesuatu yang
berhubungan dengan buku atau kepenulisan. Padahal literasi berasal dari kata
literatus (orang yang belajar). Jadi literasi pada dasarnya tidak hanya terkait
dengan buku dan menulis,  tapi sebuah
upaya orang untuk terus belajar tentang apapun. Belajar seni gitar, biola,
olahraga sepakbola, basket dan lainnya itu adalah literatus.

Pun dengan kata Sekolah berasal dari kata skhole,  scola, scolae atau skhola artinya waktu luang
atau waktu senggang. Orang Yunani kuno melakukan skhole saat istirahat bekerja,
berkumpul dan berbincang pengetahuan satu sama lain. Namun kini mereka yang di
strukturkan oleh negara untuk sekolah malah tidak punya waktu luang.

Konon hikayat belajar sudah 2000 tahun lamanya, sedangkan orang yang
sekolah di bawah standarisasi negara baru 400 tahun. Kita bisa lihat hasil yang
jauh antara orang yang belajar dan sekolah. Mereka yang belajar, contoh nenek
moyang kita sanggup membuat Borobudur jadi satu dari tujuh keajaiban dunia, dan
mereka tak mengenal sekolah tapi mereka belajar.

Sedangkan kita yang sekolah, makin dikotomi, makin memilah ahli ini dan
itu seolah otoritas keilmuan menjadi milik satu institusi. Beruntung ada yang
sadar dan mencoba berjuang mengembalikan kekayaan ilmu dengan gagasan integrasi
interkoneksi, multidisiplin keilmuan, dan istilah yang mengarah pada keilmuan
saling menyapa.

Mimpi sekolah ke tempat mahal silahkan saja baik di dalam negeri atau
luar negeri. Tapi hakikat belajar bukan untuk sekolah tapi untuk hidup kata
Seneca filsuf pada abad ke 3 Masehi. Meskipun sekolah tanpa gelar, tanpa ijazah
bahkan tanpa SPP, tapi jika hakikat belajar bisa untuk hidup itu adalah inti
dari semua fungsi pengetahuan.

Mereka yang sekolah di tempat favorit banyak yang belum sadar membantu
masyarakat, bahkan hari ini S2 dan S3 sudah banyak antri menunggu kerja atau
punya karya hebat di luar negeri tapi belum diapresiasi negara di dalam negeri.
Sekolah bisa dimana saja, yang penting orang belajar untuk mencintai kehidupan.
Ki Hajar Dewantara mengatakan,"Semua orang adalah guru, semua tempat
adalah sekolah."


 

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.