metrouniv.ac.id – 25/02/2025 – 26 Sya’ban 1446 H
Prof. Dr. Dedi Irwansyah, M.Hum. (Wakil Dekan 3 FUAD/Guru Besar Ilmu Pendidikan Bahasa Inggris di IAIN Metro)
O Allah, if You give us something we like,
make it a strength for us to do what You love.
If You give us something we don’t like,
make it a reason for us to do what You love.
Congratulations on your graduation! Selamat, karena kalian telah melewati satu etape penting dalam hidup: wisuda! Wisuda adalah pencapaian besar yang patut disyukuri. Berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, kalian telah berjuang melewati tugas, ujian, skripsi, dan berbagai lika-liku kehidupan kampus. Tidak pernah mudah, namun kalian berhasil melampauinya. Sekarang, setelah semua seremoni dan selebrasi, masuklah ke kamarmu. Pejamkan matamu dan katakan: perjalanan ini masih panjang. Wisuda hanyalah akhir untuk sebuah permulaan baru. An end is just a new beginning.
Teruskan pertanyaan pada diri sendiri: What’s next? Setelah ini, apa? Untuk ini, tidak ada jawaban benar-salah layaknya saat kuliah dulu. Untuk ini pula, tak perlu buru-buru menjawab. Tetapi pahamilah, dunia setelah wisuda adalah dunia yang lebih luas, lebih kompleks, dan penuh dengan dinamika (terkadang juga drama) yang mungkin tidak pernah kamu bayangkan sebelumnya. Jika menyelesaikan skripsi atau artikel jurnal terasa sulit, fase ini mungkin akan menguji mental dan tekadmu pada level yang berbeda.
Where do you begin? Mulai dari mana? Pertama, lakukan evaluasi diri (self-evaluation). Cobalah renungkan, sehandal apa kamu menguasai keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja atau dunia profesional yang ingin kamu masuki. Apakah, misalnya, kemampuan bahasa asingmu ada pada level basic, intermediate atau advanced? Apakah literasi digitalmu cukup solid? Patut dicatat, di era sekarang, teknologi berkembang dengan cepat, dan memiliki pemahaman yang baik tentang bahasa asing dan dunia digital bisa menjadi nilai tambah (added value) yang besar.
Selanjutnya, lihat kembali keahlian yang berhubungan dengan bidang studimu. Jika kamu lulusan fakultas keguruan, misalnya, tanyakan pada diri sendiri: Apakah aku sudah memahami teori belajar dengan baik? Sejauh mana pemahamanku tentang metode pengajaran, media pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran? Jika ada bagian yang masih terasa kurang, jangan ragu untuk mendalaminya lagi secara mandiri. Tidak ada kata terlambat untuk belajar (learn) dan belajar kembali (relearn).
Setelah itu, cobalah untuk memperluas wawasan (insight) dan pengalaman (experience). Jangan hanya terpaku pada teori yang sudah kamu pelajari di ruang-ruang kuliah itu. Dunia nyata sering kali jauh berbeda dari yang dibayangkan. Cobalah untuk ikut seminar, workshop, atau pelatihan yang bisa mengasah atau menambah keterampilanmu. Air yang terlalu lama tergenang bisa menjadi begitu toksik. Keluarlah, cari teman sefrekuensi, dan bincangkan tentang ide serta gagasan.
Satu hal lagi yang tidak kalah penting: jangan takut untuk mencoba hal baru. Mungkin kamu merasa sudah menentukan jalur karier (roadmap) yang ingin kamu tempuh, tetapi jangan menutup diri dari kemungkinan lain. Terkadang, kesempatan terbaik datang dari arah yang tidak terduga. Life is not always flat. Perjalanan pekerjaan tidak selalu datar. Orang-orang tertentu meraih kesuksesan di bidang yang tidak terkait langsung dengan keprodiannya.
Get ready! Bersiaplah. Karena seringkali, kemenangan perang ditentukan bukan pada saat berperang, namun pada saat kita mempersiapkan perang. Di tengah semua persiapan dan usaha ini, jangan lupa untuk tetap menjaga keseimbangan hidup. Rutinlah berolah raga, selalu minta ridho orang tua, dan berdoalah di waktu-waktu yang mustajab. Sungguh, dunia pasca-wisuda bisa penuh ‘tekanan’. Tetaplah tenang menjawab pertanyaan usil para tetangga. Tetaplah ceria ketika mendengar teman seangkatanmu mendapatkan pekerjaan yang bagus; berdoalah untuk kebaikan mereka. Tetap kalem, jangan terburu-buru merasa tertinggal. Setiap orang punya ‘zona waktunya’ sendiri. Engkau pun demikian. Tetaplah jaga keseimbangan diri, hingga tiba zona waktumu untuk bersinar.
Untukmu yang baru saja diwisuda, selamat memulai petualangan baru! Rayakan pencapaianmu, dan persiapkan diri untuk etape berikutnya. Berupayalah untuk selalu hadir pada setiap kegiatan yang diridhoi-Nya, dan menjadi absen di setiap kegiatan yang dilarang-Nya. Di bawah langit-Nya, banyak kemungkinan bisa terjadi. Sisakan ruang di hatimu untuk meyakini bahwa Allah swt memungkinkanmu melakukan hal-hal menakjubkan. Selamat wisuda. Bersinarlah, tanpa meredupkan dian harapan orang-orang di sekitarmu. Semoga Allah swt senantiasa memberkatimu dan menjadikanmu berkah bagi manusia lainnya. Aamiin.