Tadabbur Alam pada Malam 6 Ramadhan melalui Fenomena Astronomi : Okultasi Planet Mars oleh Bulan

4050Foto-Mulki

Moelki Fahmi Ardliansyah, M.H. (Dosen Fakultas Syariah IAIN Metro)

 

Pada malam 6 Ramadhan ini, kita
di Indonesia berkesempatan mengamati Fenomena Astronomi yang tidak setiap tahun
ada. Fenomena yang akan terjadi adalah Okultasi Planet Mars oleh Bulan.
Fenomena ini hanya dapat diamati di beberapa tempat, yakni sebagian negara-negara
Asia Tenggara dan sebagian negara-negara Asia Selatan. Sedangkan di Indonesia
sendiri hanya di Kalimantan, Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan Sulawesi
saja yang dapat mengamati.

Mengenal Okultasi Bulan

Okultasi Bulan merupakan fenomena
astronomis yang terjadi ketika Bulan menghalangi pandangan manusia dalam
melihat suatu benda langit, yang disebabkan karena Bulan yang bergerak pada
orbitnya lewat di depan benda lagit lainnya. Meskipun Bulan ukuranya lebih
kecil, namun karena jarak dengan Bumi lebih dekat maka akan terkesan
menyembunyikan benda langit lainnya yang meskipun ukurannya lebih besar namun
nampak kecil karena jarak yang jauh dari Bumi. Seperti halnya fenomena Gerhana
Matahari, ini sebenarnya fenomena Okultasi Bulan dari Matahari atau Okultasi
Matahari oleh Bulan.

Bagaimana dengan Okultasi Planet
Mars oleh Bulan atau Okultasi Bulan dari Planet Mars? Tentu dengan merujuk
pengertian fenomena Okultasi Bulan, maka kita dapat memahami bahwa Bulan akan
menutupi Planet Mars. Meskipun Planet Mars berukuran 2 kali lebih besar dari
Bulan namun jaraknya ke Bumi cukup jauh yakni 285.500.000 km, sedangkan jarak
Bulan ke Bumi hanya 401.400 km. Sehingga ketika Bulan lewat di depan Planet
Mars akan menutupinya.

Okultasi Planet Mars oleh Bulan
pada 6 Ramadhan 1442 H/17 April 2021 M

Dilansir dari sebuah web edukasi
sains LAPAN bahwa Bulan yang berumur 5 hari dengan Iluminasi 24 % dan sudut
diamater 29,76 menit busur akan melintas di depan Planet mars yang kecerlangannya
+1,45. Fenomena ini menjadi unik dan menarik karena Okultasi Mars pertama kali
di Indonesia pada Abad 21, setelah sempat terjadi sebelumnya pada abad 20
sebanyak 10 kali. Okultasi Planet Mars berikutnya pada abad ini di Indonesia
diprediksi akan terjadi pada tahun 2056 dan 2098.

Selepas salat Isya, bagi kita
yang berada di Lampung dapat mengamati fenomena ini mulai pukul 20.30 WIB
sampai 21.30 WIB. Melalui simulasi Aplikasi Stellarium kita dapat mengetahui
posisi Bulan saat kontak awal Okultasi (Planet Mars mulai terhalang), yakni di
arah Barat Laut sekitar Azimuth 298 derajat dan pada ketinggian 17,5 derajat.
Sedangkan kontak terakhir tetap berada di arah Barat Laut sekitar Azimuth 295,5
derajat pada ketinggian 4,5 derajat.

Dalam mengamati fenomena Okultasi
Planet Mars, secara kasat mata kita akan sedikit kesulitan mengamati proses
kontak pertama hingga akhir (terhalangnya Planet Mars hingga muncul kembali)
karena ukurannya terlihat kecil dari Bumi. Oleh karenanya membutuhkan alat
bantu seperti Teleskop untuk memperbesar dan memfokuskan pandangan kita.
Sehingga untuk mengamati kita dapat join ke club-club astronomi yang mengadakan
kegiatan pengamatan ini. Namun untuk mengurangi resiko penularan Covid-19 di
masa pandemi ini, kita dapat mengamati secara virtual melalui kanal-kanal
youtube oleh beberapa Observatorium di Indonesia, misalnya kanal youtube OAIL
ITERA, OIF UMSU dan Observatorium Jakarta.

Mengambil Hikmah dari Fenomena
Okultasi Mars Oleh Bulan

Pada suasana bulan suci Ramadhan
ini umat Islam berlomba-lomba untuk memperbaiki kualitas diri, dari sisi
keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT dengan berbagai amaliyah-amaliyah yang
baik. Fenomena Astronomi yang terjadi ini dapat dijadikan sarana untuk ber
tadabbur dengan merenungkan kejadian yang berada di langit untuk meningkatkan
keimanan. Pertama, bahwa benda-benda langit ternyata tidak saling bertabrakan
apabila berjalan pada garis edarnya masing-masing. Hal ini dapat menggugah kita
bahwa apabila kita hidup di dunia ini tetap berjalan pada rel yang dituntunkan
oleh Allah melalui Kitab Suci-Nya maka InsyaAllah kita akan selamat di dunia
dan akhirat.

Kedua, fenomena Okultasi ini
mengajarkan kita tentang sudut pandang dalam melihat sesuatu. Ternyata tidak
selamanya sesuatu yang besar dapat menutupi yang kecil, bahkan sesuatu yang
kecilpun dapat menutupi sesuatu yang besar karena ada faktor jarak yang
mempengaruhinya. Sehingga kita dapat lebih arif dab bijak dalam melihat suatu
persoalan.

Di lain sisi, hikmah fenomena ini
dapat dirasakan untuk kemajuan Ilmu Pengetahuan, yakni Ilmu Hitung dan Ilmu
Pengamatan atau Hisab dan Rukyat. Secara ilmu hisab fenomena ini dapat
dijadikan sarana untuk mengecek dan menguji hasil perhitungan. Apakah
perhitungan yang telah dihasilkan benar-benar sesuai dengan kenyataan riil yang
terjadi di langit. Sehingga bisa menjadi koreksi-koreksi untuk algortima
perhitungan yang akan mendatang, dan pada akhirnya kualitas hisab atau
perhitungan hasilnya nanti tidak akan jauh berbeda dengan kenyataannya.

Secara ilmu rukyat tentu perkembangan
instrumen pengamatan langit sampai teknis visualisasi menjadi hal yang sangat
urgen belakangan ini. Dalam hal instrumen, sudah cukup baik perkembangannya,
banyak berbagai tipe teleskop yang dibubuhi dengan alat penangkap citra semisal
kamera atau CCD. Sedangkan dalam hal memvisualisasikannya hingga dapat
dinikmati oleh banyak orang secara virtual, tentu membutuhkan teknis yang cukup
rumit. Semoga dengan adanya fenomena langit semacam ini masyarakat dapat
teredukasi pengetahuan astronominya melalui pengamatan virtual yang ada.

Akhiron, semoga cuaca cerah di
malam 6 Ramadhan 1442 H dan dapat mengamati fenomena Okultasi Planet Mars untuk
sarana kita ber-tadabbur. Sehingga dapat meningkatkan kualitas keimanan dan
ketaqwaan kepada Allah SWT, serta menambah ilmu pengetahuan kita. Amiin 
 

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.