socio
echo
techno
preneurship

MeTROUNIV Article

Womenomics

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

metrouniv.ac.id – 25/08/2022 _ 27 Muharam 1444 H

Dharma Setyawan, M.A. (Kaprodi Ekonomi Syariah IAIN Metro)

Perempuan berbagi pengalaman inspiratif tentang ekonomi perlu banyak diberi ruang. Apalagi jika pengalaman kolektif yang paling diutamakan. Perempuan pengusaha sukses banyak karyawan tentu banyak, dan ini bisa dilihat di youtube, seminar nasional dan berbagai cerita media.

Menggali lebih dalam pengalaman kolektif perempuan adalah cara menempatkan posisi perempuan dalam kesetaraan senasib sepenanggungan. Bahwa tidak semua perempuan memiliki akses dan situasi yang sama. Ibu rumah tangga sekaligus kepala keluarga, korban KDRT, buruh upahan, timpangnya pendidikan, sampai beban ganda dalam keluarga.

Perempuan dan ekonomi adalah persoalan utama, tapi langkah pemberdayaan butuh kolaborasi gerakan yang tidak hanya mencari jalan keluar ekonomi. Pintu pemberdayaan perempuan yang tidak boleh ditinggalkan adalah dibukanya akses pengetahuan dan menguji solidaritas para perempuan. Ketika jalan ide ekonomi didiskusikan, perempuan pada dasarnya lebih siap untuk bergerak, dinamis dan lebih solid.

Pengalaman mereka dalam menjalankan ekosistem pemberdayaan adalah cerita yang paling mahal. Dinamika yang terjadi dalam menjalankan komitmen kolektif inilah yang akan punya bobot berbeda dengan perempuan pengusaha dengan banyak karyawan. Mereka memang menyadari dengan kondisi rentan, tapi kemudian mencoba bangkit secara kolektif. Dan perlu diingat mereka tetap setara, egaliter, mengurangi perbedaan kelas, solid, konsisten dan tumbuh secara bersama.

Pertumbuhan ekonomi bukan lagi menjadi tujuan utama, keberdayaan mereka juga terlihat dari sikap, argumen, dan kemandirian berpikir hingga memunculkan karakter. Pengetahuan, pengalaman, kebiasaan dan praktik baik akan membawa mereka pada posisi yang berbeda dari sebelumnya.

Perempuan dan ekonomi dalam pengalaman kolektif akan menjadi trend dimasa depan. Karena cara inilah yang paling efektif melawan ketimpangan. Reposisi gender yang akan mengubah konsep patriarki menjadi relasi setara, dan mereka tidak perlu merantau jauh ke negeri orang. Perempuan menjadi tuan di negerinya sendiri, dan tentu kita butuh banyak praktik baik, mencari, melihat dan menggali komunitas perempuan terus tumbuh dan tangguh. (DS)

 

Artikel Terkait

Fab City & Fab Village?

metrouniv.ac.id – 10/09/2022 _ 14 Safar 1444 H Dharma Setyawan, M.A. (Kaprodi Ekonomi Syariah IAIN Metro) Intinya mendorong wilayah untuk

Anak Muda & Demokrasi Desa?

metrouniv.ac.id – 09/09/2022 _ 13 Safar 1444 H Dharma Setyawan, M.A. (Kaprodi Ekonomi Syariah IAIN Metro) Ketika mendengar demokrasi desa,

Tridarma Transformatif?

Hasil forum APSESI (Asosiasi Program Studi Ekonomi Syariah Indonesia) di IAIN Metro Lampung 26-28 Agustus 2022 ada point penting yang

KUNCI KEBERHASILAN HIDUP

metrouniv.ac.id – 01/09/2022 _ 05 Safar 1444 H Dr. Mukhtar Hadi, M.Si. (Direktur Pascasarjana IAIN Metro) Al-qur’an sebagai dasar utama

"Ayo Kuliah di IAIN Metro"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di IAIN Metro"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.