Lampung Timur, metrouniv.ac.id – Hari kedua pelaksanaan Asesmen Lapangan (AL) Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) UIN Jusila, (14/8) oleh asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) diisi dengan rangkaian kegiatan yang menyeluruh. Mulai dari survei sarana-prasarana, peninjauan langsung ke Perpustakaan Bait Al-Hikmah, observasi ruang microteaching di laboratorium kependidikan, hingga sesi penutupan dan penandatanganan berita acara.

Dalam sambutannya saat penutupan yang dilaksanakan di Gedung Akademik Center, Asesor 1, Dr. Kholisin, menyampaikan refleksi dua hari pelaksanaan asesmen. “Sudah dua hari kita bersama. Tentu semuanya berharap-harap cemas. Kami di sini sebagai mitra untuk menilai secara objektif. Yang baik harus dikatakan baik, dan yang kurang akan kami berikan masukan,” ucapnya.

Ia mengapresiasi sejumlah aspek unggulan Prodi PBA, seperti rasio dosen dan mahasiswa yang ideal, keberadaan guru besar dan lektor kepala yang cukup banyak, serta semangat dosen-dosen muda yang tinggi. “Fasilitasnya juga sangat bagus, terlebih lagi perpustakaannya yang telah terdigitalisasi. Ini adalah modal penting untuk menjadikan PBA UIN Jusila maju di masa depan,” ungkapnya. Ia juga menyimpulkan banyak sisi keunggulan yang dimiliki prodi ini, “Selama saya mengunjungi berbagai prodi PBA di Lampung, Prodi PBA di UIN Jusila inilah yang menurut saya paling unggul,” tegasnya.

Namun demikian, ia juga menyoroti tantangan yang perlu segera diatasi, yaitu jumlah mahasiswa yang masih terbatas. Ia pun membagikan strategi menjaring mahasiswa, salah satunya melalui program PPL (Praktik Pengalaman Lapangan) di pondok pesantren. Ia menutup sambutan dengan kutipan ayat Qur’an: “Fa-idza faraghta fanshob, wa ilaa rabbika farghab.”

Selanjutnya, Asesor 2, Dr. Rahmawati, turut menyampaikan masukan konstruktif. Ia menekankan pentingnya budaya mutu dalam setiap aktivitas akademik dan administratif. “Sering kali kita sudah bekerja, tapi lupa mencatat. Maka, catatlah apa yang sudah dikerjakan, dan kerjakanlah apa yang sudah direncanakan,” pesannya.
Menurutnya, predikat unggul bukanlah garis akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar menuju internasionalisasi program studi. Ia juga menekankan bahwa asesmen ini bukan hanya investigasi, tetapi juga bentuk visitasi dan silaturahmi akademik.

Sementara itu, Wakil Rektor I UIN Jusila, Prof. Dr. Dedi Irwansyah, menyambut baik seluruh proses asesmen serta berbagai masukan yang disampaikan para asesor. Ia mengapresiasi ide program “Pekan ‘Arabiy” yang diusulkan untuk direplikasi di UIN Jusila. “Asesmen ini kami maknai sebagai momentum. Apa pun hasilnya nanti, kami terima. Kami menganggap kehadiran asesor adalah bentuk silaturahmi,” ungkapnya.

Rangkaian asesmen resmi ditutup dengan penandatanganan berita acara, menandai berakhirnya proses evaluasi lapangan oleh LAMDIK.

Hasil asesmen ini diharapkan menjadi pijakan bagi Prodi PBA untuk terus tumbuh, berbenah, dan bersaing secara lebih luas di tingkat nasional maupun internasional. ( Lk)