Batanghari, Lampung Timur, metrouniv.ac.id – Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung menggelar diskusi bertajuk Ngopi Kurikulum bersama Pusat Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Umar Bin Khattab Fakultas Syariah, Senin (30/06/2025), dengan fokus pembahasan kurikulum berbasis MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) dan OBE (Outcome-Based Education).
Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran (Puspakara), Dr. Kisno, menyampaikan bahwa penyusunan kurikulum wajib mengacu pada Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Ia menegaskan bahwa muatan kurikulum Institusi prosentasenya lebih kecil dari Fakultas dan Fakultas lebih kecil dari program studi. Muatan mata kuliah pada Kurikulum Program Studi minimal 70%, terdiri dari mata kuliah wajib dan pilihan. ” Kurikulum disusun berdasarkan pada bahan kajian termasuk di dalmnya body of knowledge (BOK) yang diturnkan ke profil lulusan serta disesuaikan dengan capaian pembelajaran lulusan hingga terbentuk bahan kajian dan mata kuliah”, tegasnya. Ia juga mengingatkan hendaknya mata kuliah disusun berdasarkan basic science, intermediate science, advance science dan applied science. sehingga memudahkan dalam pendistribusian mata kuliah baik MK universitas, kefakultasan maupun keprodian.

Wakil Dekan I Fakultas Syariah, Firmansyah, menyampaikan bahwa penyusunan kurikulum membutuhkan kontribusi pemikiran yang matang demi penguatan visi dan misi prodi. “Ini adalah ruang bersama untuk memperkaya konsep kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dan perkembangan dunia akademik serta masyarakat,” ujarnya. Ia berharap proses ini dapat menghasilkan kurikulum yang solid dan adaptif terhadap dinamika pendidikan tinggi berbasis capaian pembelajaran.
Sementara itu, Ketua Prodi HTN, Chairul Salim, memaparkan draft kurikulum yang telah disusun dan menayangkannya melalui layar monitor untuk mendapatkan masukan dari para dosen homebase. Dalam diskusi yang berlangsung, lima aspek utama menjadi fokus kajian, yakni urutan dan sebaran mata kuliah, nomenklatur, bobot SKS, kode mata kuliah, serta keterkaitan dengan kompetensi lulusan.
Kegiatan ini diikuti secara aktif oleh para dosen homebase Prodi HTN. Sejumlah catatan dan masukan penting berhasil dihimpun dalam forum ini, dan akan ditindaklanjuti oleh tim penyusun kurikulum prodi untuk disempurnakan sebelum ditetapkan secara resmi. (Sn)