BANDARLAMPUNG, metrouniv.ac.id â Kabar membanggakan datang dari Dosen IAIN metro. Pasca telah diraihnya gelar Doktor oleh Dr. Astuti Patminingsih, S.Ag.,M.Sos.I pada Kamis lalu, Kini Dosen Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) IAIN Metro atas nama Dr. Aliyandi Lumbu, S.Sos.,M.Kom.I juga telah berhasil meraih gelar Doktornya di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Bandar Lampung (12/06).
Menggeluti bidang ilmu Pengembangan Masyarakat Islam, Dosen penerima beasiswa 5000 Doktor Kemenag RI ini berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul âstrategi komunikasi dakwah dalam pemberdayaan masyarakat buruh di Kecamatan Panjang, Bandar Lampung untuk meningkatkan pengamalan keagamaanâ?. Hadir Tim Penguji Prof. Dr. H. Moh. Mukri, M.Ag (Ketua Sidang/ Rektor UIN RIL), Prof. Dr. H. Sulthan Syahril, MA. Prof. Dr. H. Idham Kholid, M.Ag. Prof. Dr. H.M. Nasor, M.Si selaku promotor, Dr. Hasan Mukmin, M.A dan Dr. Tina Kartika, M.Si selaku co-promotor serta Dr. Fitri Yanti, M.A sebagai sekretaris sidang.
Rektor IAIN Metro, Prof.Dr.Enizar, M.Ag menyampaikan rasa bangga dan ucapan selamat Promovendus. Ia berharap Ilmu dan Pengalaman yang telah dimiliki dapat bermanfaat bagi dunia Pendidikan, Nusa, Bangsa dan Agama. âMeski kami tidak bisa menghadiri sidang promosi secara langsung karena kondisi Pandemi, Kami tetap mendoakan dari tempat masing-masing untuk kesuksesan Dr. Aliyandi Lumbuâ? Ungkap Enizar.
Disimpulkan dalam disertasi bahwa strategi komunikasi dakwah yang efektif adalah menggunakan komunikasi interpersonal dengan pesan dakwah respon secara langsung dilaksanakan dari rumah-kerumah, dengan argumentasi kesibukan kerja para buruh.
âSedangkan pemberdayaan ekonomi masyarakat bisa dengan cara misalnya majelis taklim mengadakan arisan. Pengadaan kendaraan roda empat oleh salah seorang daâi guna mempermudah warga Panjang untuk menghadiri suatu acara seperti pengajian akbar dan acara keagamaan lainnya tanpa ditarik biaya,â? ujar putera kelahiran Kabupaten Tanggamus ini.
Lebih lanjut alumni Universitas Sumatera Utara (USU) ini menjelaskan pemberdayaan bidang rohaniah bisa dalam bentuk pembinaan keagamaan. Para Daâi datang ke rumah salah satu anggota secara bergantian. Kemudian program santunan kepada anak yatim melalui pendataan untuk mendapatkan bantuan berupa uang untuk membeli kebutuhan sekolahnya dan juga bahan pangan.
Ia merekomendasikan dan berharap agar para daâi melakukan pelatihan 10 teknik bicara sehingga mereka mampu menyampaikan materi dakwah yang tepat. âSebaiknya para daâi mendahulukan ayat-ayat Alquran dalam menyampaikan penjelasan agama,â? ujar Lumbu. (Rls/Humas)