Metro, metrouniv.ac.id – Serial Webinar atau Conversations tentang Tafsir dan Jaringan Islam Trans-Regional yang diselenggarakan oleh Prof. Johanna Pink dan Dr. Majid Daneshgar (Freiburg University, Jerman) telah menyelesaikan sesi terakhirnya pada 12 September 2020.
Conversations ini menampilkan penelitian terakhir para sarjana dunia di bidang Alquran dan tafsir atau bidang-bidang yang bersinggungan dengannya. Berdasarkan berita tertulis dalam laman resmi Freiburg University https://www.orient.uni-freiburg.de/islamwissenschaft/konferenzen-vortraege/freiburg-conversations-summer-2020, para narasumber dan pembahas Conversations ini adalah para sarjana dunia yang fokus kepada kajian Alquran dan tafsir atau edisi manuskrip dan cetakannya. Beberapa di antaranya adalah Prof. Peter G. Riddell (Melbourne School of Theology), Prof. Nico Kaptein (Universiteit Leiden), Prof. Walid Saleh (University of Toronto), Prof. Ahmed El Shamsy (University of Chicago), Dr. Annabel Gallop (British Library, UK), dan lain-lain.
Beberapa pembahas untuk presentasi para narasumber di atas antara lain Dr. Amr Ryad (KU Leuven), Dr. Pieter Coppens (Vrije Universiteit Amsterdam), Dr. Islam Dayeh (Freie Universität Berlin), Dr. Younus Mirza (Shenandoah University), Dr. Brett Wilson (Central European University, Budapest/Vienna), dan lain-lain.
Tampil sebagai pembahas dari IAIN Metro Lampung—sekaligus sebagai satu-satunya wakil dari Indonesia dan Asia—untuk kegiatan Conversations ini adalah Ervan Nurtawab, Ph.D (Dosen Ilmu Alquran dan Tafsir, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan) dalam presentasi yang disampaikan oleh Dr. Annabel Gallop bertemakan When is a translation a tafsir? Some thoughts on graphic layout in Qur’an manuscripts from Southeast Asia. Kegiatan tersebut telah dilaksanakan pada 9 September pukul 16.00 CEST, atau bertepatan dengan pukul 21.00 WIB dan dapat dinikmati kembali dalam https://www.youtube.com/watch?v=fdgRiyUtMcQ.
Dalam Conversations tersebut, Ervan Nurtawab, Ph.D. menekankan pentingnya melihat terjemahan antar baris dalam manuskrip Alquran yang ditulis pada abad-abad silam di Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa manuskrip Alquran tersebut memiliki peran ganda, yaitu sebagai media pembacaan ayat Alquran sekaligus sebagai media pemahaman akan makna-maknanya. (Rls/EN)