Lampung Timur, metrouniv.ac.id — Banyak dosen UIN Jurai Siwo Lampung yang berpotensi unggul namun masih tertahan di jabatan akademik Lektor. Hal ini disoroti langsung oleh Wakil Rektor I, Prof. Dedi Irwansyah, dalam kegiatan Pembinaan ASN dan PPPK yang digelar di Gedung Academic Center, Kampus II, pada Rabu (13/8).
“Banyak dosen kita yang bagus dan potensial. Tapi karena permasalahan administratif, mereka gagal naik jabatan akademik lebih tinggi,” ujar Prof. Dedi di hadapan para ASN.
Kondisi ini, menurutnya, harus segera dibahas bersama. Ia menilai bahwa sistem yang berlaku saat ini cenderung rigid dan menuntut ketelitian ekstra dalam pemenuhan syarat administrasi.

Salah satu penyebab yang sering terjadi adalah kurang maksimalnya pemahaman dan sosialisasi terkait publikasi ilmiah. Ia menegaskan bahwa saat ini syarat untuk naik ke Lektor Kepala justru lebih mudah dibanding sebelumnya.
“Sekarang tidak harus jurnal Scopus. SINTA 2 sudah cukup. Tapi permasalahan klasik terus terulang: bukti korespondensi yang tidak lengkap atau tidak sesuai,” jelasnya.
Dalam pembinaan tersebut, Prof. Dedi secara detail mengulas satu per satu persoalan yang sering menghambat proses kenaikan jabatan fungsional dosen. Ia juga membagikan sejumlah trik dan solusi praktis agar para dosen dapat menavigasi sistem dengan lebih baik dan efektif.
Kegiatan Pembinaan ASN ini menjadi ruang refleksi dan penguatan komitmen untuk mendorong peningkatan kapasitas akademik dan profesionalisme aparatur di lingkungan UIN Jurai Siwo Lampung. Dengan pemahaman yang tepat dan sinergi yang kuat, diharapkan hambatan administratif tidak lagi menjadi batu sandungan bagi para dosen untuk berkembang. (Lk)