Filosofis Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

88WhatsApp-Image-2018-07-31-at-20.33.47.jpeg

Filosofis Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

 

Pahlawan tanpa tanda jasa nampaknya dewasa ini bisa lebih diartikan secara intens. Pasalnya istilah tersebut mengandung makna filososfis yang dalam, jelas artinya bahwa seorang guru adalah seorang yang tidak memiliki tanda jasa layaknya pahlawan refolusi. Seorang guru dan dedikasinya mencerdaskan bangsa dengan cara memberikan ilmu secara tulus kepada anak-anak calon penerus negeri ini begitu luar biasa.

Itu dulu. Sekarang istilah pahlawan tanpa tanda jasa memang lebih mengerucut ke satu aspek yang begitu sensitif yaitu uang/gaji. Dengan adanya perbedaan antara gaji guru berstatus Pegawai Negri Sipil (PNS) dengan guru Honorer sangat jelas terlihat kesenjanganya. Gaji guru PNS golongan III saat ini yang telah mendapatkan sertifikasi kurang lebih sekitar Rp. 2.763.980  Sedangkan gaji guru Honorer adalah Rp. 200.000 sampai Rp. 450.000 Saja.

Dari unsur kesenjangan satu faktor yang paling sensitif itulah bisa menimbukan berbagai macam permasalahan. Salah satunya adalah kurangnya keseriusan mereka yang berpenghasilan rendah dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang pendidik, akibatnya para anak didiknya akan cenderung memiliki kapasitas ilmu yang rendah pula.

Artinya dengan adanya perbedaan gaji yang didapat secara kontinyu oleh guru  akan juga berdampak bagi buruknya sumber daya manusia karena faktor diatas. Terlebih lagi bagi para guru yang menyandang predikat pahlawan tanpa tanda jasa itu akan benar-benar merasakan bahwa mereka adalah seorang pahlawan tanpa tanda jasa dalam artian yang sebenarnya.

Memang ada beberapa perbedaan yang signifikan antara guru PNS dan guru Honorer selain gaji mereka. Adalah tugasnya, guru PNS akan secara spesifik dalam tugas mengajarnya sesuai SK yang ia peroleh, sedangkan guru Honorer lebih fleksibel dalam mengajar. Selain itu adalah jaminan masa tugas, dimana guru PNS akan berhenti mengajar ketika habis masa tugasnya (pensiun), sedangkan guru Honorer sama sekali tidak memiliki jaminan berapa lama mengajar di suatu sekolah.

Maka dari itu apabila Indonesia di generasi saat ini dan mendatang kekurangan sumber daya manusia yang mumpuni maka salah satu tindakan yang harus diambil untuk mencegahnya adalah memperhatikan kesejahteraan guru. Dengan mendapatkan gaji yang layak maka secara otomatis mereka akan mengajar dengan sepenuh hati hingga bukan tidak mungkin ilmu yang mereka berikan akan lebih banyak terserap oleh para anak didiknya.

 

Dengan demikian akan diperoleh nantinya kesejahteraan dari sosok pahlawan tanpa tanda jasa dan juga nantinya akan tumbuh Habibie-Habibie baru di Indonesia. Seharusnya tindakan preventif akan turunya kadar sumber daya manusia yang cerdas dilakukan dengan memberikan kesejahteraan kepada guru terlebih dahulu.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.