Metro, metrouniv.ac.id — Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Jurai Siwo Lampung kembali ingin membuktikan komitmennya dalam menyiapkan guru-guru profesional melalui penyelenggaraan kegiatan Refreshment Dosen Pengajar Induksi dan Try Out PPG Batch 3 Kementerian Agama Tahun 2025, yang digelar di Ruang Rapat Utama Rektorat Kampus (2/10) mulai pukul 08.30 WIB pagi tadi .

Kegiatan ini menjadi tahap strategis dalam memastikan kesiapan mahasiswa menghadapi Ujian Pengetahuan (UP) setelah mereka menyelesaikan tiga modul penting: Modul Profesional, Modul Pedagogik, dan Modul Pengembangan Perangkat Pembelajaran, yang telah mereka jalani dalam 30 hari belajar mandiri, sejak 3 September hingga 3 Oktober 2025.

Dekan FTIK, Dr. Siti Annisah, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan induksi ini adalah jembatan terakhir sebelum mahasiswa masuk ke tahap evaluasi akhir. Induksi dirancang untuk memberikan penguatan materi, membangun kepercayaan diri peserta, sekaligus menyelaraskan pemahaman dosen pengajar dalam menghadapi dinamika proses pembelajaran PPG.

Kegiatan ini juga menghadirkan seluruh dosen induksi PPG Batch 1 dari LPTK IAIN Metro, sebagai wujud nyata sinergi antar LPTK di bawah koordinasi Kementerian Agama. Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat pertukaran pengalaman antar pengajar, tetapi juga memperkaya pendekatan akademik dalam pelaksanaan PPG ke depan.
Jumlah mahasiswa PPG Batch 2 Tahun 2025 yang dibina di LPTK UIN Jurai Siwo Lampung sendiri mencapai angka 1.403 orang, dengan rincian:
- Mapel Qur’an Hadis: 99 mahasiswa
- Mapel Fikih: 98 mahasiswa
- Mapel PAI: 1.206 mahasiswa
Angka ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap UIN Jurai Siwo Lampung sebagai LPTK unggulan dalam mencetak pendidik profesional yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga berkarakter, moderat, dan berdedikasi.

Rektor UIN Jurai Siwo Lampung, Prof. Dr. Ida Umami, M.Pd.Kons., turut hadir dan menyampaikan apresiasi atas dedikasi FTIK dalam mendorong mutu pelaksanaan PPG. Ia menegaskan pentingnya peran dosen sebagai pembawa misi nilai-nilai CINTA—Cerdas, Inklusif, Nasionalis, Tangguh, dan Akhlakul Karimah—dalam setiap proses pengajaran.
“Dosen bukan sekadar pengajar, mereka adalah agen nilai. Melalui pendekatan CINTA, kita berharap mampu mencetak guru-guru yang tak hanya siap mengajar, tetapi juga siap menginspirasi,” ungkap Rektor.

Selain sesi penyegaran dan koordinasi pengajar, kegiatan ini juga diisi dengan pemaparan matrikulasi mata kuliah PPG Batch 3, yang disusun secara komprehensif untuk menjembatani kesiapan peserta menghadapi sistem pembelajaran berbasis kurikulum terbaru. Fokus tidak hanya pada aspek pedagogik, tetapi juga penguatan karakter keislaman dan kebangsaan, yang menjadi fondasi etika profesi guru masa depan.
“Kami ingin memastikan bahwa lulusan PPG dari UIN Jurai Siwo Lampung memiliki kesiapan menyeluruh—dari sisi kompetensi, karakter, hingga moralitas kebangsaan,” ujar Dr. Annisah menutup rangkaian kegiatan.
Dengan semangat kolaboratif dan sinergi kelembagaan yang terus dibangun, FTIK UIN Jurai Siwo Lampung meyakini diri mampu menjadi garda terdepan dalam mencetak guru-guru unggul yang siap mengabdi dan memajukan pendidikan Indonesia.
(Fsl/Lk)