Jakarta, metrouniv.ac.id- Tepat delapan hari pasca perayaan hari raya idul fitri 1440 Hijriyah, Kementerian Agama mengadakan acara halal bi halal di auditorium HM. Rasjidi gedung Kementerian Agama Jakarta, pada Jum’at (14/06). Acara tersebut dihadiri langsung oleh Rektor IAIN Metro, Prof.Dr.Enizar,M.Ag. Halal Bi halal kali ini di Isi oleh Prof.Dr.H. Quraish Shihab, M.A dengan ditemani Menteri Agama RI, Lukman Hakim Syaifuddin yang bertemakan “Apa dan Mengapa Moderasi Beragama”.
Menyoal tentang moderasi Agama, dalam sambutannya, menag menuturkan bahwa sejatinya sebuah agama haruslah adil, moderat serta berimbang, dan aspek tersebut akan dicapai jika moderasi dalam beragama dijalankan. Untuk itu, menurutnya moderasi dalam beragama sangat penting dan ia mengimbau kepada audience untuk melaksanakan prinsip moderasi dalam beragama demi tercapainya kebersamaan umat.
Beberapa poin penting mengenai moderasi agama juga disampaikan oleh pemateri Quraish Shihab, ia menuturkan bahwa ciri utama agama adalah washatiyyah yang artinya tengah, sesuatu yang berada diantara dua ujung. Makna kedua adalah adil, kemudian makna Ketiga artinya yang terbaik. “Sehingga Islam yang washatiyyah bermakna islam yang tengah ialah yang terbaik, dan yang terpelihara” tuturnya.
Lebih lanjut ia menuturkan bahwa agama itu bersifat rabbaniyah, alamiyah dan insaniyah. Betapa pentingnya insaniyah mendahului keberagamaan. Ia mencontohkan ilustrasi seorag dokter bedah yang sedang mengoperasi pasiennya. Maka menurutnya jangan tinggalkan operasi tersebut meski datang panggilan adzan.
Dalam ceramahnya, Ia juga memberikan tips untuk mewujudkan moderasi beragama melalui tiga hal, pertama, diperlukannya pengetahuan, tanpa pengetahuan kita tidak tahu tentang moderasi. Kedua, perlu mengendalikan nafsu atau emosi agar tidak melampaui batas. Terakhir, terus menerus berhati hati.” Wasathiyyah itu bukan melampaui batas, bukan ekstremitas” tutupnya. (Humas)