Metro, metrouniv.ac.id – Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti lingkungan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro saat Mugi Hastuti, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) teladan, resmi memasuki masa purna bhakti. Setelah 35 tahun mengabdi, sejak menjadi tenaga honorer pada Agustus 1983 hingga diangkat sebagai ASN pada 1991, beliau menutup masa tugasnya dengan penuh kebanggaan dan penghormatan dari seluruh civitas akademika.

Dalam acara perpisahan yang diadakan untuk menghormati pengabdiannya, Kepala Biro IAIN Metro memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kontribusi luar biasa Mugi Hastuti. Dikenal sebagai sosok yang disiplin, profesional, dan penuh tanggung jawab, beliau telah banyak memberikan teladan bagi rekan kerja dan juniornya.
“Bu Mugi adalah figur ASN yang patut dicontoh. Kinerja dan dedikasinya tidak pernah diragukan. Setiap tugas yang diemban selalu diselesaikan dengan baik dan penuh tanggung jawab. Kami merasa kehilangan, tetapi juga bangga dengan pengabdian yang telah beliau berikan,” ujar Kepala Biro dalam sambutannya.
Di usia 60 tahun, Mugi Hastuti berpamitan dengan penuh rasa syukur dan permohonan maaf kepada seluruh rekan kerja.

“Saya bersyukur bisa menjadi bagian dari keluarga besar IAIN Metro. Terima kasih atas segala kerjasama yang telah terjalin selama ini sehingga saya bisa mencapai kinerja hingga saat ini. Terima kasih juga kepada Bapak Kepala Biro dan seluruh rekan kerja atas dukungan yang diberikan, sehingga saya dapat menyelesaikan tugas sampai masa pensiun. Mohon doanya agar saya senantiasa sehat dan bisa terus menjalin silaturahmi dengan semuanya. Semoga IAIN Metro semakin besar dan lebih baik di masa mendatang,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Sebagai rekan kerja yang telah lama mengenal sosok Mugi Hastuti, Sukmono, salah satu senior di lingkungan kerja, juga memberikan kesan mendalam tentang beliau.
“Bu Mugi adalah panutan bagi kami. Dedikasi dan sikapnya dalam bekerja menjadi contoh yang sangat baik, khususnya bagi kami yang lebih junior. Kami merasa sangat beruntung pernah bekerja bersama beliau,” ungkap Sukmono.
Senada dengan itu, Adon, yang pernah menjadi staf bawahan Bu Mugi, turut menyampaikan rasa terima kasihnya.
“Setelah angkatan Bu Mugi, kami banyak belajar dari beliau. Kontribusi dan pemikirannya selama ini sangat berarti dalam menjalankan tugas sebagai ASN. Kami juga memohon maaf jika ada hal yang kurang berkenan dan berharap silaturahmi tetap terjalin,” katanya.

Acara perpisahan ditutup dengan doa bersama dan harapan agar Mugi Hastuti senantiasa diberi kesehatan serta keberkahan dalam memasuki masa pensiun. Kenangan dan teladan yang telah ditinggalkannya akan terus menjadi inspirasi bagi seluruh civitas akademika IAIN Metro.