Lampung Timur, metrouniv.ac.id – 21 November 2024, Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Education, Research, Community Service, and International Events/Competition diadakan di aula Perpustakaan Bait al Hikmah Kampus II IAIN Metro, Lampung Timur. FGD ini digelar oleh Pusat Hubungan Internasional di bawah Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Metro.
Acara ini diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi, baik secara daring maupun luring, yang mempertemukan akademisi dan praktisi dari Indonesia, Malaysia bahkan Suriname. Tema utama FGD ini adalah Kolaborasi Perguruan Tinggi Indonesia dan Malaysia: Tantangan, Peluang, dan Harapan. Salah satu pembicara utama adalah Makmur Harun, S.Ag., M.Let., Ph.D., dosen Universitas Pendidikan Al Idris Malaysia, yang juga menjabat sebagai Direktur Kode LN atau CEL (Collaborative Educational Link) wilayah Malaysia.

Dalam pembahasannya, Makmur Harun menjelaskan bahwa CEL telah berkembang pesat di Malaysia sejak didirikan pada tahun 2020, dan saat ini juga sedang mengembangkan ke berbagai negara asia. CEL, yang sudah berbadan hukum, bertujuan untuk memperkuat pengembangan pendidikan melalui kolaborasi antaruniversitas. “Kami mendorong agar pendidikan terus mengalir, tidak terjebak dalam batas-batas sempit. Kolaborasi internasional dan diskusi terus menerus adalah kunci,” ungkap Makmur.
Makmur juga memperkenalkan Universitas Pendidikan Al Idris, tempat ia mengabdi, dan berharap CEL dapat menjadi jembatan bagi kemajuan kampus-kampus di Indonesia dan Malaysia. Dalam FGD tersebut, ia mengangkat tema Kolaborasi Perguruan Tinggi Indonesia-Malaysia: Tantangan, Peluang, dan Harapan, dengan fokus pada upaya memaksimalkan program-program kerjasama internasional, khususnya dalam bidang pengajaran, penelitian, publikasi, dan pengabdian masyarakat.
Dr. Ari Setiawan, Direktur CEL Indonesia dari Universitas Taman Siswa yang turut hadir secara daring, menekankan pentingnya membangun jaringan internasional yang kuat untuk menciptakan kemajuan bersama. “Dengan jaringan yang solid, kita bisa memaksimalkan potensi perguruan tinggi di kedua negara,” kata Dr. Ari.

FGD ini juga dihadiri oleh Jajaran Pimpinan Rektorat. Dekan, KaProdi dan dosen di lingkungan IAIN Metro, juga oleh anggota Kode LN/CEL dari berbagai universitas, termasuk Universitas Maarif Lampung (UMALA), Universitas Saburai, dan Poltekes.

Rektor IAIN Metro, Prof. Siti Nurjanah, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kerjasama internasional untuk memperkuat hubungan antaruniversitas dan mendukung akreditasi. “IAIN Metro masih memiliki banyak pekerjaan terkait akreditasi, namun kesempatan seperti ini membuka peluang untuk memperluas jejaring internasional dan memperdalam wawasan, terutama dalam bidang penelitian internasional,” ujar Prof. Siti.
Melalui FGD ini, diharapkan tercipta kolaborasi yang lebih erat antara perguruan tinggi di Indonesia dan Malaysia, serta membuka lebih banyak peluang untuk program internasional yang dapat memperkaya pengalaman akademik dan memperkuat pengembangan institusi. (Lk)