Pesisir Barat, metrouniv.ac.id- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro kembali menerjunkan sejumlah 750 orang mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) di Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) pada Senin (14/01/19)
Mahasiswa dibagi menjadi 50 kelompok yang tersebar di 41 Pekon dengan empat kecamatan, yakni Way Krui, Pesisir Tengah, Karya Penggawa dan Pesisir Utara
Mahasiswa KPM dilepas oleh Rektor IAIN Metro, Enizar. Dan diterima langsung oleh Bupati Pesisir Barat, Agus Istiqlal di halaman Kantor Bupati Pesisir Barat. Hadir pula tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) serta para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari masing-masing Kelompok.
Ini adalah periode pertama ditahun 2019 Pesisir Barat menjadi tempat lokasi KPM IAIN Metro. Tahun ini perbedaan jumlah peserta laki-laki dan perempuan cukup signifikan, 199 untuk laki-laki dan 551 untuk perempuan yang tersebar dari beberapa fakultas dan jurusan di IAIN Metro
Kedatangan tim IAIN metro disambut hangat Bupati, dalam sambutannya Agus Istiqlal mengatakan bahwa kehadiran mahasiswa KPM mampu meningkatkan sektor religi di kabupaten Pesibar ini, ia memiliki program untuk membuat seluruh warga pesibar harus bisa mengaji. Ia juga menambahkan kekhawatirannya mengenai maraknya paham PKI yang muncul akhir-akhir ini. Ia berharap mahasiswa IAIN Metro mampu membawa kembali Indonesia khususnya Pesisir Barat dari paham-paham eksternal yang mengancam keutuhan NKRI. Diakhir sambutannya ia berkata “jangan ragu untuk PKL di Pesisir Barat, jangan pernah ragu sekalipun. Karena Pesisir Barat akan selalu menerima IAIN Metro” pungkasnya.
Enizar (Rektor) berharap semoga mahasiswa IAIN Metro mampu mengembangkan dirinya dan Pekon-pekon yang ditempati sebagai bentuk hasil dari kegiatan KPM ini. Ia menyadari, mahasiswa masih dalam taraf belajar, namun meskipun begitu, ia berkata”jiwa muda yang dimiliki diharapkan mampu menjawab harapan dari bupati pesisir Barat”.
Ditemui usai pelepasan, Nizaruddin Dhofir (PAI'15) mengatakan bahwa kelompoknya memohon bapak camat bisa menerima dan mengarahkan mereka di Karya punggawa sehingga mereka dapat bermanfaat bagi Pekon Menyancang yang akan mereka tempati selama 40 hari kedepan, “memberikan suatu perubahan dan pembangunan terutama dalam bidang spiritual dan intelektual yang positif” tuturnya.(Humas)