Banjarrejo, metrouniv.ac.id — Menjelang asesmen ulang dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK), Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) IAIN Metro menggelar rapat persiapan intensif bersama jajaran pimpinan kampus (17 April 2025). Rapat ini merupakan bagian dari strategi banding akreditasi, setelah hasil sebelumnya menunjukkan selisih hanya empat poin dari predikat “Unggul”.

Rangkaian persiapan dilakukan secara maraton untuk memastikan kelengkapan borang dan bukti dukung yang akan disampaikan kepada asesor pada asesmen lapangan yang dijadwalkan berlangsung pada 21–22 Mei 2025.
Rektor IAIN Metro, Prof. Ida Umami, turut hadir dan memberi pendampingan langsung dalam rapat tersebut. Sebagai salah satu pengurus yang berpengalaman di Lembaga Akreditasi Mandiri Keagamaan (LAMGAMA), Prof. Ida membagikan pengalamannya dalam dunia akreditasi kepada tim Tadris IPS.

Dalam arahannya, Prof. Ida menekankan pentingnya ketelitian dalam pengisian borang serta kesesuaian bukti pendukung terhadap setiap kriteria yang dinilai, “Saya harap tim benar-benar memastikan setiap kriteria dimaksimalkan dengan bukti yang kuat dan valid. Jangan sampai ada celah yang justru bisa menurunkan nilai,” pesan Prof. Ida di hadapan tim akreditasi.
Beliau juga menekankan pentingnya kerja sama dan kekompakan seluruh tim untuk menutupi kekurangan pada empat poin penilaian yang sebelumnya belum mencapai standar “Unggul”.

Dihubungi via telpon, Kaprodi IPS, Dr. Tubagus Ali R menyatakan bahwa saat ini tim sedang memperhatikan mana saja kriteria yang pada kesempatan asesmen sebelumnya dinilai kurang. Sehingga dapat lebih fokus untuk memaksimalkan eviden demi mencapai tambahan nilai agar dapat diposisi unggul.
Langkah banding ini mencerminkan keseriusan IAIN Metro dalam menjaga mutu akademik, meningkatkan reputasi institusi, serta mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang diselenggarakan. (Lk)