Metro Metrouniv.ac.id Indonesia sedang menghadapi lima persoalan penting. Demikian disampaikan Ruchman Basori, M.A. Kepala Seksi Kemahasiswaan Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI di hadapan 1.905 mahasiswa baru IAIN Metro dalam forum Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK).
“Pertama, banyak orang yang ingin mengganti konsensus bersama, yakni NKRI. Kedua, banyak orang yang merasa benar sendiri (truth claim). Ketiga, banyak orang yang terpapar virus intoleransi, radikalisme, dan terorisme. Keempat, adanya agenda Islam transnasional.”, jelas Ruchman pada sesi pertama PBAK, Senin (06/08).
Empat problem ini ditambah dengan poin kelima. “Mayoritas kita hanya menjadi silent majority yang tidak banyak bersuara ketika NKRI dirongrong.”, kata Ruchman.
Dalam kondisi ini, mahasiswa punya peran penting karena ia adalah agen perubahan sosial dan agen pembangunan sekaligus. Sebab itu, “Mahasiswa harus berperan dalam menjaga NKRI dengan mengampanyekan cinta tanah air dan moderasi Islam.”, jelas Ruchman.
Ruchman menegaskan bahwa secara prinsipil mencintai tanah air adalah fitrah. “Rasul sangat mencintai Mekah dan Madinah. Mencintai tanah air adalah sebagian dari iman. Cinta tanah air tidak bisa dipisahkan dari cinta terhadap agama.”
“Lagu Syubbanul Wathan yang dikumandangkan tadi adalah gubahan Pahlawan Nasional, Kiai Abdul Wahab Hasbullah untuk menggelorakan semangat juang melawan segala ancaman terhadap bangsa dan negara.” kata Ruchman.
Spirit moderasi Islam juga harus didukung dan dikampanyekan karena bisa menjadi penangkal radikalisme dalam beragama. [n]