Metro, metrouniv.ac.id – Sebanyak 21 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari IAIN Metro yang telah diterjunkan di Kecamatan Metro Timur, resmi ditarik kembali hari ini (Selasa, 25 Februari 2025). Penarikan ini dilaksanakan melalui seremoni di Aula Kecamatan Metro Timur yang dihadiri oleh Rektor IAIN Metro, Prof. Siti Nurjanah, Ketua LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) beserta jajaran, Dosen Pembimbing, dan jajaran pimpinan dari Kecamatan Metro Timur.

Dalam sambutannya Sekretaris Camat yang mewakili Camat, menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN dalam membantu masyarakat, khususnya melalui program utama pengajaran mengaji. “Kami berharap kegiatan KKN serupa dapat digelar kembali di masa depan, tidak hanya untuk tiga kelurahan yang terlibat kali ini, namun dapat melibatkan lebih banyak wilayah,” harapnya.
Pada kesempatan yang sama Rektor IAIN Metro, Prof. Siti Nurjanah, menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan KKN ini. “Kami berharap KKN ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di Kecamatan Metro Timur, sekaligus memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa kami yang memiliki kesempatan untuk langsung terlibat dengan masyarakat,” ujarnya.

Prof. Siti Nurjanah juga menambahkan bahwa meskipun mahasiswa KKN masih dalam tahap pembelajaran, program ini memberikan peluang mereka untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat. “Mereka sebelumnya hanya belajar di kampus, dan kini mereka berkesempatan untuk berhadapan dengan tantangan nyata di lapangan,” ungkapnya. Ia juga menegaskan pentingnya penerapan pengabdian dengan mempertimbangkan zonasi sebagaimana arahan dari Direktur PTKI, yang mengharuskan kampus-kampus di bawah PTKI, termasuk IAIN Metro, untuk mengadakan kegiatan KKN di lingkungan sekitar kampus.
Program kegiatan yang digalakkan dari KKN ini diantaranya adalah untuk menghidupkan masjid-masjid dan mushollah serta memberdayakan TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an) di wilayah tersebut. Juga membantu pengelolaan masjid dan mushollah, mensosialisasikan sertifikasi halal untuk UMKM melalui BPBJH, serta memberikan pelatihan terkait pengurusan jenazah. Mahasiswa juga aktif menyebarkan nilai-nilai moderasi beragama, toleransi, serta nasionalisme kepada masyarakat.

Menanggapi harapan dari Kecamatan terkait menghidupkan pengajian dan TPA, rektor memberikan jawaban”Kami siap program ini untuk tidak hanya berhenti pada semester ini saja, tetapi menjadi sebuah program yang berkelanjutan,” tutur Rektor.
Selain di Kecamatan Metro Timur, penarikan mahasiswa KKN juga dilakukan di Kecamatan Batanghari, lampung Timur dengan sebaran 48 mahasiwa di 4 kelurahan. (Lk)