Lampung Timur, Metrouniv.ac.id-“Connecting, engaging and empowering, menjadi slogan pengabdian yang tela h dibuktikan oleh tim Dosen IAIN Metro lewat peresmian Gedung Aliyah Pondok pesantren Darun Nasyiin dengan berhasil menggaet kedubes Jepang menapakkan kaki Bumi Jawa, Lampung Timur”
Pengabdian S.Annisah, Z.Aryanti, D. Irwansyah, A.Madzkur, Suhendi, D Wahyudi dan M. Wijayanti telah membuahkan hasil. Pada Selasa (28/08) seluruh stake holder Pondok Pesantren Darun Nasyiin sumringah untuk meresmikan gedung Madrasah Aliyah mereka yang baru. Tak kalah bahagianya, hari itu juga Takonai Susumu, Ph.D, seorang Direktur Bagian Politik Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, telah menyempatkan waktu untuk hadir dan menjadi donator pendirian Gedung tersebut. Bertempat di Bumi Jawa kecamatan Batanghari Nuban, Kab. Lampung Timur, telah ditandatangani sebuah prasasti yang menjadi simbol diresmikannya Gedung.
Ketua yayasan Pondok Pesantren, H.Fatkhuloh, M.Pd mengucapkan terimakasih serta mengapresiasi seluruh kontributor yang telah mendukung dan mewujudkan pembangunan gedung di yayasan tersebut. terutama kepada tim Dosen IAIN Metro yang telah mendedikasikan dirinya tanpa tanda jasa sehingga pada hari itu gedung Aliyah bisa dibangun melalui kerjasama dengan Kedubes Jepang melalui suntikan dana sebesar 1.6 Milyar.
Takonai juga menyampaikan ucapan terimakasih atas penyambutan panitia yang berkesan. Kedubes Jepang merasa perlu memerhatikan sektor pendidikan karena hal itu menjadi faktor penting bagi kehidupan. Untuk itu, kedubes Jepang hadir di Bumi Jawa ini. Ia berharap gedung ini bisa membantu anak-anak di kecamatan Batanghari Nuban untuk menikmati fasilitas pendidikan yang layak.
Mewakili IAIN Metro, Imam Mustofa selaku Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat (LPPM) , beserta tim, hadir dan turut mendukung kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kinerja tim Dosen IAIN Metro, karena telah mendarma-bhaktikan Ilmunya, sehingga mampu bermanfaat bagi masyarakat. Ia berharap bentuk pengabdian ini tidak berhenti hanya sampai pembangunan Fisik, tetapi juga Sumber Daya Manusia. Begitupun kerjasama yang telah dijalin dengan kedubes jepang bisa berlangsung kontinyu, bukan hanya dibidang pendidikan tetapi juga perekonomian.
Melalui bantuan pembangunan gedung, semula Madrasah mampu membuka satu kelas setiap tahunnya, kini akan dibuka dua kelas. “harapannya siswa bisa studi dengan baik di Madrasah Aliyah Darun Nasyiin, dan melanjutkan studinya ke IAIN Metro” tandas Imam. (Sufia)