Pertemuan Konsorsium Pusat Pengembangan Bahasa telah dilaksanakan pada tanggal 25 Oktober 2019 di Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) UIN Malang, yang dihadiri oleh perwakilan pimpinan Pusat Pengembangan Bahasa dari semua PTKIN se-Indonesia.
Unit Pengembangan Bahasa (UPB) IAIN Metro telah mendelegasikan 2 orang dosen dalam kegiatan tersebut yaitu, Kepala UPB Yerni Amir dan Dosen Bahasa Arab Nawang Wulandari, adapun tujuan diadakan pertemuan Konsorsium Pusat Pengembangan Bahasa adalah untuk membahas serta mencarai solusi dari permasalahan-permasalahan yang dialami oleh semua PTKIN dalam melaksanakan proses pembelajaran Bahasa Asing dilembaganya masing-masing.
Yerni menyampaikan akan pentingnya tujuan dari pertemuan konsorsium ini, adapun tujuan dari pertemuan konsorsium ini adalah sebagai sarana tukar pengalaman serta wawasan dengan Pusat Pengembangan Bahasa PTKIN se-Indonesia, sebagai contoh adalah di PPB UIN Malang sudah menyediakan layanan pembelajaran bahasa Mandarin selain pembelajaran bahasa Arab dan Inggris untuk mahasiswa lokal maupun asing, bahkan di Pusat Bahasa UIN Jakarta telah memberikan layanan pembelajaran bahasa Indonesia untuk mahasiswa asing serta bahasa Perancis untuk mahasiswa lokal yang akan ke Luar Negeri,, jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala UPB juga akan melakukan kerjasama dengan PPB PTKIN yang lain dalam menyajikan materi ajar kegiatan Intensifikasi Bahasa Arab dan Inggris yang ada di IAIN Metro serta akan meninjau ulang bahan tes TOEFL dan TOAFL untuk mahasiswa dan dosen sehingga kualitasnya akan semakin baik,
Adapun hasil dari pertemuan Konsorsium ini diantaranya adalah: Perlu adanya perubahan kelembagaan Unit Pengembangan Bahasa menjadi sebuah Lembaga, mengingat Pusat Pengembangan Bahasa saat ini mengurusi semua Sivitas Akademika baik itu mahasiswa dan Dosen pada PTKIN, Pengusulan agar Pusat Pengembangan Bahasa memiliki kewenangan untuk melaksanakan tes kemampuan bahasa Arab dan Inggris untuk dosen yang akan mengikuti sertifikasi, Pengadaan Workshop untuk mereview kualitas soal-soal tes kemampuan bahasa asing yang dikembangkan oleh masing-masing PTKIN dan merancang tes kemampuan bahasa yang terstandar yang bisa digunakan oleh semua PTKIN serta merancang program-program yang menjadi tagihan dalam E-SMS seperti pengadaan kursus bahasa asing dan kursus penulisan di Jurnal Internasional. (Rls/Humas)