Kuningan – Jawa Barat, metrouniv.ac.id – IAIN Metro kembali melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) terhadap para peserta kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara-Moderasi Beragama yang secara resmi diberangkatkan oleh Rektor IAIN Metro pada 14 Juli 2024 di Gedung Rektorat.
Pelaksanaan KKN yang berlangsung di Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan sejak 16 Juli hingga 25 Agustus 2024 kembali mendapatkan kunjungan Monev dari tim kerja Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) IAIN Metro. Kunjungan ini dipimpin oleh Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, Sainul, bersama oleh tim LPPM.
Tim kerja LPPM yang diwakili oleh Bapak Sainul, SH., MA., memantau langsung aktivitas mahasiswa di posko KKN Nusantara Moderasi Beragama yang berlokasi di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan. Kunjungan ini dilakukan setelah mereka melaksanakan benchmarking di UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Diketahui Para mahasiswa IAIN Metro sebagai pesarta KKN Nusantara Moderasi Beragama kali ini tersebar di beberapa desa, yakni Desa Cisantana, Desa Ukamulya, dan Desa Cipari, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Pada setiap desa telah memiliki posko atau pondokan yang dihuni oleh 14-16 mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam sbagai peserta KKN Nusantara Moerasi Beragama tersebut.
Peserta yang merupakan mahasiswa pilihan dari berbagai fakultas yang ada di IAIN Metro tersbut, Yusuf Amrullah dari Prodi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan angkatan 2022, M. Ilham Bratama dari Prodi Hukum Tata Negara Fakultas Syari’ah angkatan 2021, Ellya Nur Aziza dari Prodi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam angkatan 2021, dan Vivilia Ragawana dari Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah angkatan 2021

salah satu peserta dari IAIN Metro yang terlibat dalam KKN tersebut, Ilham Bratama, menuturkan bahwa model pengabdian pada masyarakat di sana cukup unik.
“Pengabdian di sini tidak hanya fokus pada pelayanan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan beragam potensi yang ada,” ujarnya.
Sementara Yusuf Amrullah, mengaku memperoleh banyak pengalaman berharga selama mengikuti KKN.
“Terutama terkait metode pengabdian yang diadopsi dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung, yaitu Sistem Pemberdayaan Masyarakat (Sisdamas), suatu metode pengabdian berbasis penelitian,” kata Yusuf.
“Metode Sisdamas ini sendiri mencakup empat tahapan yaitu Pemetaan Konsep dan Sosial, Penyusunan Program Partisipatif, Pelaksanaan, dan Pelaporan. Objek dari metode ini adalah masyarakat sekitar lokasi KKN, yang bermitra dengan berbagai tokoh dan warga setempat,” sambungnya.

Sebagai Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, Sainul yang secara langsung terjun melakukan monev memberikan semangat dan apresiasi kepada empat mahasiswa IAIN Metro yang menjadi delegasi pada KKN Nusantara Moderasi Beragama Angkatan IV tahun 2024.
“Para peserta semua adalah delegasi kampus yang diberi tugas mewakili kampus dalam pengabdian kepada masyarakat melalui KKN-Nusantara Moderasi Beragama tingkat nasional. Tunjukkan kemampuan kompetisi akademis maupun kepiawaian dalam berinteraksi sosial. Penilaian antar sesama peserta KKN, masyarakat, dan semua pihak terkait akan membawa nama baik kalian yang akan berdampak pada lembaga IAIN Metro Lampung secara umum. Semoga program dan kegiatan selama KKN ini akan menjadi pengalaman berharga ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, Makruf Ihsan, S.Pd., salah satu tim LPPM yang ikut hadir pada kegiatan monev tersebut juga mewakili LPPM, mengingatkan mahasiswa untuk menjaga kesehatan dan konsistensi dalam belajar sekaligus mengabdi hingga semua kembali ke kampus.
Kegiatan Monev tersebut diharapkan dapat meberikan motivasi dan semangat kepad para peserta agar dapat mengimplemantasikan ilmu yang didapat dikampus dan membawa pengalaman yang diperoleh di lokasi untuk kemajuan dan pengalman kedepan.
Kontributor : Sainul
editor : ss_humas)