Metro, metrouniv.ac.id – Ma’had Al-Jami’ah Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung tengah menjajaki kerjasama strategis dengan sejumlah pesantren mitra yang berada di sekitar lingkungan kampus. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pendidikan karakter dan spiritual mahasiswa melalui sinergi antara institusi perguruan tinggi dan pondok pesantren.

Kegiatan penjajakan tersebut dilaksanakan pada Kamis (31/7) hingga Jumat (1/8). Tim Ma’had yang terdiri dari Mudir Ma’had, Taufid Hidayat Nazar, serta para pengasuh Ma’had, yakni Sudirman dan Khairul Huda, melakukan kunjungan langsung ke beberapa pondok pesantren yang berpotensi menjadi mitra strategis.

Pada hari pertama, Tim Ma’had mengawali kunjungan ke Pondok Pesantren ‘Aisyiyah Imadul Bilad di Kota Metro dan diterima langsung oleh pengasuh pondok, M. Samson Fajar. Kunjungan dilanjutkan ke Pondok Pesantren Daaul ‘Ulya, yang juga berlokasi di Metro. Hari berikutnya, tim melanjutkan agenda ke Pondok Pesantren Hidayatul Quran yang diasuh oleh Kiyai Jalaluddin Duritno, dan Pondok Pesantren Tahfizul Quran Darussalam yang diasuh oleh Kiyai Ya’qub, dan Nyai Nur Faizah, keduanya berlokasi di Banjarrejo, Lampung Timur. Di setiap lokasi, tim Ma’had disambut hangat oleh para pengasuh pesantren.

Menurut Mudir Ma’had Al-Jamiah, langkah ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan bentuk nyata dari komitmen UIN Jurai Siwo Lampung untuk membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan kolaboratif. “Penjajakan ini merupakan tahap awal dalam membangun sinergi kampus dan pesantren. Ke depannya, kami berharap kerjasama yang diformalkan dalam nota kesepahaman (MoU) mampu melahirkan mahasiswa-mahasantri yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter, berakhlak mulia, dan memiliki wawasan keislaman dan keindonesiaan yang kuat,” jelasnya.
Tim Ma’had juga menggali informasi secara mendalam terkait profil lembaga pesantren, program unggulan, fasilitas, hingga sistem pembiayaan. Dialog yang berlangsung dalam suasana akrab ini menjadi sarana penting untuk memastikan bahwa kerjasama yang terjalin kelak bersifat dua arah, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak.
“Pesantren bukan hanya mitra administratif, tetapi mitra strategis dalam mendampingi mahasiswa menjalani kehidupan kampus. Harapan kami, mahasiswa yang ditempa dalam ekosistem kolaboratif ini akan tumbuh menjadi generasi muda yang cerdas secara intelektual dan matang secara spiritual serta sosial,” tambahnya.
Sambutan positif datang dari para pengasuh pesantren yang dikunjungi. Mereka menyatakan kesiapan untuk membuka ruang sinergi dengan UIN Jurai Siwo Lampung, demi membangun pendidikan Islam yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
Sinergi antara kampus dan pesantren diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mencetak lulusan yang tidak hanya siap bersaing di dunia kerja, tetapi juga berkontribusi aktif dalam pembangunan masyarakat yang bermoral dan berdaya saing. Akhirnya, Besar harapan seluruh pihak, sinergi kampus-pesantren mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inklusif, ramah, dan terus berkembang demi kemaslahatan bersama. (Fsl/Lk)
–o0o–